Kamis, 06 Agustus 2015

CARA MEMPERBAIKI KERUSAKAN KONTROLLER SEPEDA MOTOR LISTRIK

CARA MEMPERBAIKI KERUSAKAN KONTROLLER SEPEDA LISTRIK

               Jenis kerusakan pada kontroller BLDC memang bervariasi, namun dalam kesempatan kali ini hanya kerusakan MOSFET saja yang dibahas. Karena kerusakan MOSFET lah yang dapat diperbaiki, kerusakan Chipset dan sistem lainnya tergolong sulit untuk diperbaiki, bahkan tidak bisa. Kerusakan. Gejala kerusakan FET adalah: kontroller tidak mau hidup, dan motor BLDC diputar terasa patah-patah, namun ketika dilepas dari kontroller motor BLDC terasa loss kembali.
Kerusakan  MOSFET secara umum disebabkan oleh
Ø  Karakteristik kontroller
Ø  Short / konslet pada kabel 3 phase motor
Ø  beban yang berlebihan
Ø  kurang rapi dalam instalasi



               Hingga saat ini penyebab terbanyak adalah karakteristik kontroller yang menyebabkan FET rusak. Berdasarkan pengalaman kontroller yang menggunakan sistem regulator penurun tegangan dengan 3 resistor dari pabrikan huatong adalah yang paling sering, karena tegangan gate FET sering lewat dari batas spesifikasi. Yang kedua adalah kontroller Treko 500W adalah yang paling sering mengalami kerusakan FET. Sedangkan kontroller 350W, 250W dan kontroller Kelly jarang sekali.

Berikut adalah langkah-langkah dalam perbaikan kontroller BLDC.:

1.    Pasangkan kabel 3 phase kontroller pada motor BLDC
2.    Putar motor BLDC dengan tangan, apabila terasa patah-patah maka betul FET yang rusak.
3.    Cabut salah satu kabel, sehingga tersisa 2 kabel yang masih terpasang dan gunakan pola kombinasi dua-dua.
Maka terdapat 3 kombinas: kuning-biru , kuning-hijau, hijau-biru
Dari kombinasi tersebut akan ditemukan satu pola yang loss tanpa patah-patah. Jika ketiga pola adalah patah-patah semua, maka jumlah FET yang rusak cukup banyak. Lalu apabila B+ dan B- diberi suplay langsung terjadi percikan  api besar dan kontinyu maka semakin banyak indikasi jumlah FET yang rusak. Apabila ditemukan satu pola yang loss maka tandai kabel phase yang menuju yang selalu menyebabkan patah-patah.

4.    Bongkar kontroller,
Lepas kedua bagian tutup kontroller, buka baut-baut yang ada di deretan samping. Dan jika sudah tarik keluar bagian sirkuitnya.
Lepas Baut depan dan samping Box kontroller


5.    Copot baut pengikat FET, dan lepas pendingin FET


Lepas Bautnya dan lepas Pendinginnya

6.    Lakukan pengukuran pada jalur urutan kabel yang sudah ditandai tadi.
Pengukuran dilakukan dengan ohm meter pada kaki Source dan Drain FET, pada FET jalur positif dan FET jalur negatifnya. Apabila hambatan diatas 400 ohm maka jalur tersebut tidak ada FET yang rusak, tapi kalau ada yang hambatannya dibawah itu maka terdapat salah satu FET yang rusak.

ukur hambatan pada kaki source dan drain

diatas 400ohm berarti Normal,


7.    Lihatlah secara fisik semua FET pada jalur yang bermasalah.
         Hal ini dilakukan karena belum tentu semua FET pada jalur itu rusak, bisa jadi hanya satu atau beberapa saja yang rusak. Kalau kontroller yang diperbaiki adalah 250W atau 350W sudah pasti diketahui, karena hanya ada 1 FET saja pada tiap jalurnya. Berbeda dengan kontroller yang menggunakan pararel FET dalam jumlah yang banyak, meski hanya ada satu FET yang bermasalah maka hasil pengukuran semua FET sisanya adalah dibawah 400 ohm. Maka dari itu perlu hipotesa lebih lanjut untuk mengetahui FET manayang rusak.
         Apabila melihat ada FET yang gosong, retak, menggaris, mengeluarkan minyak maka langsung copot FET tersebut. tapi kalau semua FET dalam wujud yang normal, maka permainan hipotesa mencopot perlu dilakukan. Hal ini tentunya tidak akan terjadi pada kontroller 350W yang hanya menggunakan 1 FET pada 1 jalurnya.

copot FET yang terlihat secara fisik tidak normal

Berdasarkan Pengalaman, kontroller treko 500W kerusakan FET disebabkan karena kelebihan beban sehinga secara fisik langsung mudah diketahui (retak ataupun gosong). Sedangkan Kontroller huatong yang menggunakan regulator tegangan resistor kerusakan FET tidak terlihat secara fisik karena disebabkan karena tegangan gate yang melebihi batas spesifikasi.

8.    Lepas FET yang diduga rusak.
Cara melepas FET bisa menggunakan 2 buah solder, karena ketiga kaki FET terikat kuat di PCB. Alangkah baiknya 2 orang yang melakukan.
Lepas FET yang terdeteksi bermasalah

9.    Pasangkan kembali 3 phase ke motor BLDC
Setelah terpasang maka putarlah motor BLDC dengan tangan, apabila sudah loss maka FET yang bermasalah sudah terambil, namun apabila masih patah-patah maka masih terdapat FET lain yang bermasalah

10. Ganti FET dengan yang baru.
         Apabila ingin lebih meyakinkan lagi, ganti FET yang rusak sementara dengan IRF 540 yang harganya murah. Setelah diganti lalu cobakan untuk memutar motor BLDC (ingat: jangan lupa bungkus dulu dengan isolator kertas/kain sirkuit rangakain kontroller untuk mencegah short/kerusakan lain). Apabila motor BLDC berjalan normal kembali maka its greats congragulation, tapi apabila FET yang diganti mengalami kerusakan kembali maka penyebab lain yang sering terjadi adalah tegangan gate error terlalu tinggi, ini solusinya adalah ke perbaikan lebih lanjut ke arah IC regulator tegangan. Jika normal, maka Lepas kembali FET IRF540 dan diganti dengan spec yang sesuai.

Mencoba sementara dengan IRF540

11. Pasangkan FET yang sesuai Spesifikasi atau yang lebih tinggi.
Pastikan ketika menempatkan FET yang baru tinggi kakinya harus sama dengan FET sebelahnya, karena nanti harus menyesuaikan dengan lubang baut ke pendingin.
IRF 75N75, FET yang paling sering digunakan pada kontroller

Pastikan tinggi lubang baut  FET yang baru sama dengan sebelahnya

12. Pasangkan pendingi FET dan kencangkan bautnya, jangan lupa perhatikan isolatornya.

IRF 4410Z, FET yang sering digunakan pada kontroller Watt gede. 

13. Masukkan kembali kontroller sirkuit ke box kontroller.


Masukkan kembali ke Box

14. Kontroller kembali sehat dan berfungsi normal.
  


SEMOGA BERMANFAAT.

2 comments:

  1. Dudududu ~~~
    Anak bahsa ra mudeng kontroler mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dwissss, Jangan dikepoin lah..

      kalau buat dikepoin ada bagian lain yg lebih seru. :v :v

      Hapus