Sabtu, 21 November 2015

KOMPETISI MOBIL LISTRIK INDONESIA, live report KMLI-7

KOMPETISI MOBIL LISTRIK INDONESIA

Live report: kompetisi balapan mobi listrik Indonesia ke-7


       Kesempatan kali ini admin electricisart-bogipower.com terjun langsung memantau jalannya kompetisi mobi listrik paling seru di Indonesia. Kompetisi berjalan dengan waktu 3 hari. Kompetisi ini diikuti 22 mobil listrik terbaik dari seluruh Perguruan Tinggi. Semua mobil finalis memiliki desain mengacu pada Formula Student. Admin www.bogipower.com pun turut hadir dalam kompetisi ini untuk memantau perform kualitas produk dan teknologi yang digunakan oleh para finalis.



HARI KE-1 UJI KUALIFIKASI

       Sistem kualifikasi dillakukan secara time trial. Jumlah lap yang dihitung dalam uji kualifikasi adalah 2 lap. Mobil listrik ARJUNA dari UGM menempuh waktu tercepat. Yaitu 2 menit 19 detik, di posisi ke-2 ada mobil Weimana dari Univ Udayana Bali lalu diikuti mobil Speeder RR dari STTNAS. ARJUNA disini yang dimaksud adalah mobil listrik dari UGM, Bukan ARJUNA SEPEDA LISTRIK.




HARI KE-2. UJI AKSELERASI-PENGEREMAN DAN UJI DAYA TANJAK


Uji akselerasi dan pengereman           .

       Uji akselerasi dan pengereman dilakukan dalam satu paket. Setiap tim memiliki 3 kali kesempatan uji. Pada umumnya uji yang pertama tim memilih untuk fokus pada akselerasi, lalu uji yang ke dua fokus pada pegereman, lalu uji yang ke 3 digunakan untuk memperbaiki perolehan nilah yang dirasa belum memuaskan.

TITEN GX, juara akselerasi tahun Sebelumnya.

       Uji yang pertama menghasilkan mobil listrik ARJUNA yang tercepat di 3,1m/s2. Lalu posisi kedua ada mobil KUJANG 193 di 2,86m/s2 dan posisi ketiga terdapat mobil PML 4 di 2,80m/s2.. Posisi papan tengah diisi mobil TITEN GX, POTACHI, dan SAKERA Speed yang rata-rata di angka 2,4.
WEIMANA, Selalu denan cirikhas memasang tiang dupa di depan mobil

       Uji yang kedua terjadi perubahan nilai akselerasi pada peringkat 1 dan 2. Mobil KUJANG 193 mampu meraih poin akseleasi 3,301m/s2 dan menggeser mobil ARJUNA UGM dari peringkat teratas. Sementara peringkat ke 3,4,5 dan seterusnya tidak terjadi perubahan.
ARJUNA UGM tampil baik di uji akselerasi dan pengereman 

       Uji ke 3 tidak mengalami perubahan pada urutan rangking nilai akselerasi. Beberapa tim fokus pada poin pengereman. Cukup disayangkan untuk mobil SAKERA Speed dengan Engine dobel 1KW dan kontroller dobel 6KW namun malah memilih 3 kali kesempatan uji untuk mengerem sebelum garis finish, padahal apabila fokus pada akselerasi mungkin mampu masuk 3 besar, karena secara engine lebih baik daripada milik KUJANG 193 dengan kontroller 4KW nya.

UJI DAYA TANJAK

       Uji daya tanjak dinilai berdasarkan bobot kendaraan dikalikan nilai poin pada daya tanjak. Secara bobot perkalian yang tinggi maka mobil listrik SPEEDER INELKA tentu sudah menang telak sebelum bertanding. Lalu diperingkat ke 2 ditempati mobil listrik KUJANG 193 dan TARSIUS X. Dan hasil uji daya tanjak pun sesuai yang diprediksikan.
       Kompetisi seru terasa pada nilai poin daya tanjak. Semakin cepat mobil melibas tanjakan maka semakin besar pulan poin yang diperoleh. Mobil SAKERA SPEED mampu menjadi yang tertinggi pada 6,6. Dan posisi ke 2 diraih oleh PML4 pada 6,2 dan diposisi ke 3,4,  5, 6 dst  bervariasi berubah-ubah secara merata.
SAKERA SPEED

       Perform PML 4 ini menjadi bukti bahkan teknologi terbaru Engine motor 1000W hi grade mampu bersaing meski hanya menggunakan kontroller 2KW. Dalam KMLI ke-7 hanya terdapat 2 tim yang menggunakan dinamo 1000W hi Grade yaitu PML 4 dan PESEC, mobil PESEC seharusnya mampu tampil lebih baik daripada PML 4 karena kontroller yang dipakai adalah dobel 4KW. Namun karena komposisi gear ratio yang terlalu overdrive dan sistem kelistrikan yang kurang kuat maka menjadikan perform kurang maksimal.


WEIMANA


UJI KECEPATAN DAN EFISIENSI

       Uji kecepatan dan efisiensi berlangsung dalam satu paket bersama. Seperti biasa mobil yang sudah sadar diri nilai efisiensi boros pasti akan memilih fokus untuk melaju cepat dan finish diurutan terdepan, begitupula mobil yang sudah sadar diri tidak bisa melaju kencang memilih untuk maen kalem dan fokus uji efisiensi. Race dilaksanakan pada 3 kloter yang berbeda.

RACE PERTAMA.

       Race pertama adalah race yang paling seru.
Urutan starting grid adalah:
1.    ARJUNA - UGM
2.    KALIURANG UNISI - UII
3.    KUJANG 193 - UNPAS
4.    P-ELCAR - POLBAN
5.    TARSIUS X5 - UBB
6.    ORAGASTRA-PENS ITS
7.    KHAUM EMRAN-UNISULA
8.    TITEN NGX

persiapan start race pertama


       Jalannya race: ketika bendera start dikibarkan semua mobil memacu dengan powerfull. Dalam race ini hanya mobil TITEN NGX yang terlihat hanya maen pelan dan memburu poin efisiensi.
       Perfom luar biasa ditunjukkan oleh KUJANG 193 meski start dari grid ke 3 namun langsung masuk ke posisi terdepan. Sedangkan mobil KALIURANG UNISI harus turun ke posisi 4, namun dengan beberapa tikungan di depan mampu kembali menyalip mobil TARSIUS X dan menempati posisi ke 3,
Kujang 193 memulai start dengan bagus 

lap ke-2. posisi 3 mobil paling depan menempel dekat

        Lap pertama terdapat posisi urutan KUJANG193, ARJUNA, KALIURANG, P-ELCAR, TARSIUS X dan disusul jauh dibelakang oleh rombongan sisanya. Dan hanya 5 mobil tersebut yang mampu bersaing pada race di papan atas. Pada lap ke 3 perform apik ditunjukkan mobil KALIURANG dengan melibas ARJUNA dan KUJANG193 pada R6 lalu menenpati urutan terdepan. Lalu memasuki lap ke 5 Kurang beruntung KUJANG 193 yang mengalami perform baterai yang sudah menurun sehingga ARJUNA bisa menyalip.
selepas lap ke 3 KALIURANG UNISI mengambil pimpinan balapan


       Menjelang 3 lap terakhir perform ARJUNA mulai merangsak mendekati KALIURANG yang di posisi pertama. Duel UNIVERSITAS se kota Yogayakarta ini pun terjadi. Dengan spesifikasi yang sama-sama menggunakan single dinamo 2000W dan kellycontroller membuat battle imbang, hanya secara kontroller ARJUNA lebih diuntungkan karena memakai 6KW sedangkan KALIURANG memakai 2KW. Maka tak heran jika ARJUNA bisa mendekat meski sebelumnya dari gap 3 detik.

ARJUNA mulai mendekati KALIURANG

       Menjelang last lap pertarungan seru terjadi, Namun sial bagi ARJUNA karena harus kecelakaan pada 2 tikungan sebelum finish. Kecelakaan itu membuat mobil listrik P-ELCAR dari POLBAN yang sudah ter-overlap jadi turut kena imbasnya.


on board video KALIURANG UNISI lap 1 - 4

Crash ARJUNA pada last lap.

Hasil podium 3 besar race pertama pun diraih oleh:
1.    KALIURANG UNISI
2.    KUJANG 193
3.    TARSIUS X


RACE KE 2.

Urutan starting grid:
1.    WEIMANA 1 - UDAYANA BALI
2.    PML 4 - POLINES
3.    WAIMANA 2 - UDAYANA BALI
4.    SAKERA SPEED
5.    EL MACHETE - TELKOM BANDUNG
6.    ZEC - ITS SURABAYA
7.    AMTENAR - PENS ITS
starting grid race ke 2

       Race kedua berlangsung secara kalem saja. Sebelum race sudah ditebak kalau WEIMANA bersaudara akan bermain bersama tanpa saling melawan. Ketika bendera race dimulai maka mobil PML 4 dari polines mengambil strategy untuk menyalip WEIMANA 1. Strategy ini dilakukan supaya tidak terhalang lajunya oleh mobil WIMANA 1 dan 2.
PML 4 memulai start dari grid ke 2 dan langsung mengambil posisi 1

       Perform tak diduga datang dari mobil SAKERA speed, meski dengan kontroller dobel 6KW namun SAKERA memilih bermain pelan dan memburu poin uji efisiensi. Sehingga SAKERA harus dioverlap lebih dari 2 lap.


Sakera speed lebih memilih race dengan pelan

       Hingga lap menengah mobil PML 4 melaju kencang meninggal WEIMANA bersaudara pada urutan 2 dan 3. Dou mobil WEIMANA ketut kuat dan Made laksana ini terlihat menempel ketat namun tidak terjadi salip-menyalip. Lalu pada urutan ke 4 mobil papan tengah AMTENAR, ZEC dan EL machete berada sangat jauh dibelekangnya lagi.
AMTENAR, mobil dengan konsep casis Ariel Atom / Wright Speed

Dou Waeimana, Selalu menempel dekat tapi tidak terjadi batle


       Hasil 3 besar race ke 2 ini  dimenangkan oleh PML 4, WEIMANA 1 dan WEIMANA 2. Dan sekali lagi PML 4 membuktikan perfom teknologi dinamo 1000W hi grade yang dia pakai.

 RACE KE 3.

Urutan starting grid:
1.    SPEEDER RR - STTNAS
2.    SPEEDER INELCA - STTNAS
3.    POTACHI - POLTEK TEGAL
4.    MANDALIKA - UNRAM
5.    PESEC - UNSRI
6.    BLUE WARRIOR - PNJ JAKARTA
7.    TITEN GX 7
Potachi memulai start dari posisi 3.

       Race ke 3 ini tidak bisa ditebak seperti race ke 2. Meski terdapat dou mobil  STTNAS namun mobil ini tidak akrab dalam satu kampus yang sama (menurut data yang diperoleh dari alumni tim Speeder STTNAS). Maka sebelum race berlangsung dipastikan akan ada duel seru antara sesama mobil SPEEDER. selain itu mobil SPEEDER RR adalah peraih fastest lap tercepat dibandingkan semua mobil pada finalis KML ke 7 ini. SPEEDER RR mampu meraih fastest lap 1 menit 12 detik, lebih cepat daripada mobil ARJUNA dan KALIURANG pada 1 menit 15 detik saat free practice.


Start dimulai, SPEEDER INELCA langung mengambil pisisi pertama

       Setelah bendera race berkibar posisi urutan langsung banyak berubah. SPEEDER INELCA memulai start dengan baik dari urutan ke 2 dan langsung mengambil pimpinan balapan. Sial bagi SPEEDER RR yang harus rela turun ke peringkat 4 karena disalip POTACHI dan MANDALIKA. Sementara papan tengah mobil TITEN GX seperti kebiasaannya tim ini memilih untuk bermain santai dan memburu poin uji efisiensi.
TITEN GX, disalip overlap oleh SPEEDER RR

       Setelah selepas lap pertama maka urutan pertama ada mobil SPEEDER INELCA yang sudah melaju dengan gap lebih dari 3 detik dari papan tengah. Mobil SPEEDER RR adalah mobil paling menghibur dengan perform bagusnya, dari posisi ke 4 dengan sabar menempel hingga lalu menyalip MANDALIKA dari posisi 3. Namun sial bagi POTHACHI, meski mobil nya melaju kencang mendekati pimpinan balapan tapi akhirnya harus berakhir dengan menabrak pembatas sirkuit pada R2. Selain POTHACHI kecelakaan juga dialami oleh PESEC di R7 dengan terguling hingga terjadi konslet kelistrikan yang mengeluarkan bunga api.
POTACHI tidak bisa melanjutkan balapan karena patah bagian lower arm kanan.

       POTHACHI yang tidak mampu melanjutkan balapan maka membuat SPEEDER RR berapa pada posisi ke 2 dan pelan-pelan mendekat ke SPEEDER INCELCA di urutan pertama. Menjelang 4 lap terakhir mobil SPEEDER RR sudah menempel dekat ke SPEEDER INELCA, namun karena kedua driver ini sama-sama tangguh dan SPEEDER INELCA juga mau kalah maka overtaking pun belum terjadi. Spesifikasi kedua mobil tersebut sama-sama menggunakan dobel 1000W dengan kontroller 2KW untuk RR dan 3KW untuk INELCA
Dou SPEEDER sudah menempel dekat

       Menurut driver SPEEDER INELCA ketika menjelang 2 tikungan sebelum finish mobil tiba-tiba mati, sehingga melanjutkan race dengan dorongan mesin mati saja. Kesempatan ini harusnya dimanfaatkan oleh SPEEDER RR untuk menyalip, namun Speeder RR lebih tidak beruntung karena pada tikungan yang sama mobil SPEEDER RR terpelanting. Beruntung  tidak mengalami kecelakaan fatal dan mampu kembali pada lajur sirkuit yang benar lalu kembali melanjutkan balapan dan finish pada urutan ke 2.
SPEEDER RR tergelincir, dan INELCA masih melaju di depan

Hasil 3 besar balapan pun dimenangkan oleh:
1.    SPEEDER INELCA
2.    SPEEDER RR
3.    MANDALIKA  

REVIEW REPORT SPEFIKASI TIAP MOBIL LISTRIK:

       Setelah perlombaan selesai, Admin bogi Power electric mencoba test drive tiap mobil listrik. Antara lain mobil listrik SPEEDER INELCA, KALIURANG UNISI, KUJANG 193, dan TARSIUS X. Secara handling dan speed mobil KALIURANG adalah yang terbaik. Mobil TARSIUS X sebenarnya lebih powerfull, namun pada handling membuat driver kurang berani nyaman dalam melibas tikungan.
       Hampir sebagian besar mobil listrik menggunakan spesifikasi dobel 1000W dan dobel kontroller 2000W. Namun beberapa menggunakan engine yang berbeda.
1.    Mobil kontroller dobel 2000W
PML 4, SPEEDER RR, WEIMANA 1 & 2 , POTACHI, P-ELCAR, TITEN UNEJ, ZEC, AMTENAR, MANDALIKA
2.    Mobil kontroller dobel 3000W
SPEEDER INELCA, TARSIUS X
3.    Mobil kontroller dobel 4000W
KUJANG 193, PESEC
4.    Mobil kontroller dobel 6000W
SAKERA SPEED
5.    Mobil kontroller dobel 500W
TITEN NGX
6.    Mobil dengan single kontroller
KALIURANG UNISI = 2000W
ARJUNA = 6000W
KHAUM EMRAN = 2500W
EL-MACHETE = 2500W
ORAGASTRA = (belum diketahui)
7.    Mobil dengan motor 1000W hi grade
PML 4, PESEC
8.    Mobil dengan motor 1000W standar
Hampir semua finalis KECUALI: Arjuna, Kaliurang, Khaum Emran, El machete, oragastra, pml 4 dan pesec
9.    Mobil dengan motor spec lain
ARJUNA = BLDC HUB 2000W HI GRADE QUANSHUN
KALIURANG = BLDC HUB 2000W STANDAR
KHAUM EMRAN = CYCLONE 1600W
ORAGASTRA = belum diketahui
BLUE WARRIOR = belum diketahui
TITEN NGX = EMOTO 500W DOBEL


SALAM KREATIVITAS.


SEMOGA BERMANFAAT

1 comments: