Rabu, 06 Januari 2016

TIPS AGAR BATERAI LITHIUM ANDA AWET


TIPS AGAR BATERAI LITHIUM ANDA AWET


Baterai lithium seperti yang kita ketahui memiliki harga yang tidak ringan di kantong. Sangat tidak enak jika baterai yang sudah dibeli dengan harga tinggi lalu memiliki keawetan yang rendah. Selain dari faktor kualitas baterai itu sendiri, keawetan juga terletak pada user penggunanya juga. Berikut adalah yang perlu kita perhatikan agar baterai lithium terjaga keawetannya. Ulasan berikut adalah bersumber dari salah satu suhu master Baterai, Pak Junardi Harsono dari Jakarta.



1.    Perhatikan batas maximal output ampere sesaat dan continue dari BMS anda, jangan dipaksa melebihi batas ambang karna memperpendek umur BMS dan cell battery anda.


Sebagai contoh Lithium 48V 20A maximal digunakan untuk motor BLDC dan controller 48V 500Watt dalam bentuk motor bike. Atau 800W jika dalam bentuk ebike. Versi ebike adalah sepeda kayuh listrik dan versi motorbike adalah motor listrik. Berikut adalah tabel batas ambang atas pada BMS dan kemampuan daya maksimum motor yang dianjurkan.



Ø  BMS 15A = 250W - 350W
Ø  BMS 20A = 500-800W
Ø  BMS 30A = 1000W
Ø  BMS 50A = 1500W-2000W

motorbike = Sepeda motor listrik

ebike = sepeda kayuh listrik



2.    Diamkan dahulu 1 jam setelah pemakaian sebelum di charge kembali (cold charging)

3.    Diamkan dahulu 1 jam setelah charge sebelum dipakai kembali (cold discharge)


cold charge and discharger


4.    Usahakan pemakaian continue ampere secara maximal hanya 70% dari DOD atau depth of discharge.


Poin ke 4 ini cukup mudah dipahami. Misal contoh kita memiliki baterai kapasitas 12Ah, maka dalam pemakaian kontinyu kita setidaknya hanya memakai 70% dari 12A yaitu sekitar 7A. Ingat Ah (amperhour) dengan A (amperage) beda lho ya. Ah adalah satuan kapasitas baterai sedangkan A adalah satuan amper yang mengalir pada saat berlangsung. Jadi baterai 12Ah belum tentu A yang mengalir adalah 12A, karena A mengalir sesuai kebutuhan beban. Jika kita jalan pelan-pelan mungkin A tidak sampai 5A, namun kita jika ngebut maka A bisa lebih dari 15A, atau bahkan akan mentok sesuai batas kemampuan BMS atau kontroller.



Lalu yang berikutnya, angka aman pemakaian lithium memang 1C, meski pabrik dan datasheet mengatakan bisa 3C atau 5C, bahkan 10C. yang cukup kita yakini 1C saja.. ini akan lebih aman..

5.    Sesekali menarik gas dalam dalam diperbolehkan namun bila sering melakukannya maka BMS akan cepat rusak karna mengeluarkan output maximal.


Alasannya adalah, akselerasi mendadak memang membutuhkan energy lebih besar daripada saat top speed. Hasil uji dengan WH meter pada sepeda motor TREKKO FLASH ketika melaju top speed 50km/jam membutuhkan amper sebesar 25A, namun ketika akselerasi mendadak dari berhenti membutuhkan amper 30A. Hal ini juga korelasi singkron dengan hasil uji pada ebike 1000W. Saat top speed 63km/jam membutuhkan amper sebesar 30A, namun saat akselerasi mendadak dari berhenti membutuhkan amper sebesar 45A. Sudah terlihat bukan bahwa saat membuka gas pol saat awalan memang lebih boros/membutuhkan tenaga? 


akselerasi mendadak membutuhkan Amper lebih besar daripada saat top speed.


6.    Perhatikan factor suhu sekitar anda, 

hal ini lebih diperhatikan lagi kepada user yang menggunakan casing handmade buatan sendiri, atau yang tanpa casing, atau casing dengan bahan mika/Plastik (seperti model frog). kalau casing model alumunium lebih bagus kemampuan menangkal radiasi panas eksternal  



7.    Perhatikan beban penumpang dan barang yg akan dibawa oleh kendaraan listrik anda, 

beban maximal 150Kg lebih dari itu kinerja BMS akan berat sekali dan membuat BMS akan cut off dan cell cell battery lithium juga akan terkena impact buruk sehingga BMS dan beberapa cell battery akan mudah rusak.


Ø  misal bentuk Ebike bobot sepeda saja cocoknya < 30kg. Dengan penumpang 1 orang.
Ø  misal bentuk Motorbike bobot molis saja cocoknya <90kg, dengan beban maksimal 2 orang boncengan.
Ø  misal bentuk gokart / rickshaw beban kendaraan saja <180kg, jika misal bobot berlebih dan jumlah motor lebih dari 1 , maka alangkah baiknya jumlah kapasitas baterai dan spesifiasi BMS menyesuaikan.

8.    Pastikan battery lithium anda memiliki sirkulasi pendinginan yang sempurna dan baik namun tetap aman dari resiko terkena air/lembab.


kendaraan listrik yang bagus adalah yang dapat dipakai normal saat hujan

9.    Usahakan posisi battery lithium anda steady, aman dan tidak terlalu banyak guncangan karna akan merusak sambungan sambungan solder/ikatan/contactor yg mana bila lepas maka battery lithium anda akan gagal berfungsi.



10. Perhatikan karakter dari masing masing cell battery yg digunakan, battery lithium memiliki karakter yang berbeda-beda. Misal untuk LAPTOP, POWER BANK, UPS, dan Electric Vehicle.


Poin ini memang agak sulit kita pahami khususnya bagi masyarakat awam. Maka dari itulah pembelajaran sebelum membeli baterai dilakukan. Pastikan baterai yang kita beli memiliki datasheet yang benar, spesifikasi yang benar, kualitas terjamin, dan layanan garansi. Dengan kita tau betul karakter baterai yang akan dibeli maka kelak dalam pemakaian akan nyaman dan bermanfaat.

pahami dan teliti sebelum membeli


11. BMS sangat mudah rusak karna factor over current supply, sering cut off dan cell battery yg tidak mumpuni/tidak kuat juga karna factor over heat/cuaca panas.


12. Jangan pernah menggunakan cell battery lithium tanpa menggunakan BMS karna walaupun torsi tenaga daya besar luar biasa yg dapat diperoleh, namun saat charging akan memperoleh resiko meledak yg juga jauh lebih cepat dan besar.


13. Lebih baik sedikit sedikit melakukan charging, daripada sekali charging langsung lama atau di full kan mentok langsung ful banget.


Alasannya adalah: jika melakukan cas dari baterai kosong hingga full, maka durasi charging akan lama, durasi yg lama ini akan menyebabkan tingkat panas yang tinggi.

Yang kedua, user dengan tipe ini cendurung ketika melakukan charging selalu belum merasa puas jika belum full total. Potensi over-charging lebih besar pada tipe user ini. Kelemaham user yang tipe ini adalah pasti sering mengalami kehabisan baterai di tengah jalan. kelemahan yang ke 2 adalah user ini adalah potensi meninggalkan baterai molis/selis dalam kondisi kosong kapasitas (lupa nge-cas).

Namun beda cerita kalau yang sedikit dikit charging, baru dipakae sebentar keliling komplek, Cuma untuk ke warung, baterai sisa 40% lalu cas sebentar pula, 30 menit cas , baterai jadi terisi meski tidak 100%. Lalu dipakai jalan2 lagi lalu di cas sebentar lagi. Proses charging yang sebentar cederung lebih adem. User dengan gaya pemakaian seperti ini cenderung tidak akan mengalami yang namanya kehabisan baterai, dan juga tidak akan mengalami yg namanya overcharging.  
Ingat, yang dimaksud lifecycle bukan jumlah charging!. 600X lifecycle bukan berarti 600X charging, namun yang dimaksud adalah 600X dari kapasitas full dipakai hingga habis. – full – habis – full – habis.

SEMOGA BERMANFAAT



0 comments:

Poskan Komentar