Selasa, 27 Desember 2016

MEMPERBAIKI BATERAI LEVEL METER YANG TIDAK AKURAT

MEMPERBAIKI BATERAI LEVEL METER YANG TIDAK AKURAT

PADA SEPEDA MOTOR LISTRIK


Level meter baterai adalah adalah jarum analog penunjuk kapasitas baterai pada kendaraan listrik. Dalam kesempatan kali ini terfokus pada cara memperbaiki panel baterai model jarum saja, karena panel baterai model digital saat ini jarang ditemui kerusakan / ketidak-akuratan dalam menampilkan displaynya. Saat ini kasus yang sering dijumpai adalah panel jarum indicator baterai selalu menampilkan posisi H (penuh) namun sebenarnya kondisi baterai adalah sudah low. Dan tiba-tiba ketika baterai habis panel langsung menunjukkan posisi E / L (kosong).



Hal ini tentu membuat kita pengguna kendaraan listrik menjadi tidak bisa mengukur sisa kapasitas baterai yang ada, karena panel suda tidak lagi akurat. Karena pentingnya akurasi level meter baterai maka dalam artikel kali ini adalah dibahas bagaimana mengembalikan tingkat akurasi level meter baterai.

Meter level kapasitas baterai, adalah panel penting bagi kendaraan listrik

1.    Kenali masalah yang terjadi

             Jarum panel baterai meter yang bagus adalah “Selalu bergerak-gerak tidak stabil jika kita melakukan akselerasi mendadak” . jadi apabila melakukan gas menambah kecepatan, lalu jarum bergerak turun sedikit itu justru meter panel yang bagus. Namun karena adanya faktor kerusakan komponen maka akurasi bisa saja menurun. Antara lain menurunnya nilai internal resistor pada meter panel, terjadi guncangan, pernah terjadi konslet, atau kumparan putus.

prinsip kerja meter panel idicator baterai adalah Galvanometer.

Kasus yang sering terjadi pertama adalah masalah meter panel yang mati total,
Kasus yang ke-2 adalah meter panel yang selalu menunjukkan H (penuh), meski sebenarnya kapasitas baterai telah telah habis

2.    Jika panel tidak hidup sama sekali lakukanlah hal ini

Penyabab meter panel tidak gerak sama sekali adalah pasti ada jalur yang putus.
Ø  Periksa jalur menuju meter panel dashboard, jika ada yang putus maka solusi adalah disambung.
Ø  Periksa jalur sambungan kabel dengan kawat email lilitan meter panel, jika putus maka bisa disambung solder kembali
Ø  Lalukan pengukuran dengan ohm meter skala 1K untuk konektivitas lilitan meter panel. Jika tidak menyambung / putus di dalam, mungkin alangkah baiknya ganti baru baru saja, karena apabila melilit ulang tidak efisien.

3.    Jika panel selalu menunjukkan nilai H, dan bisa begerak menuju low / E jika baterai benar-benar habis.

Hal inilah yang paling sering terjadi, dan disini  kita akan membahas bagaimana cara perbaikannya.

Siapkanlah alat dan komponen berikut:

Ø  Baterai dalam kondisi penuh dan Charger motor listrik nya.
pastikan aki pada motor listrik dalam kondisi baik,
dan dalam posisi di charger

Ø  Voltmeter. Boleh yang analog ataupun digital



Ø  2 buah variable resistor. Jika menggunakan potensio maka hanya 2 kaki yang digunakan
aneka macam variable resistor

jika menggunakan 3 kaki, cukup 2 kaki saja yang digunakan. salah satu outside dan output saja.


Ø  Dashboard meter panel yang akan diperbaiki



Ø  Solder
Ø  Kabel-kabel

     Buatlah susunan rangkaian seperti blok diagram berikut:


skema cara kalibrasi



a.  Setelah semua terinstalasi benar, hubungkan charger dalam posisi charging baterai dan pastikan baterai dalam kondisi 100% penuh.

b.    Pasangkan variable resistor dan set pada nilai hambatan NOL.

c.    Pasangakan voltmeter dan amati nilai volt nya. Pastikan nilai volt melebihi 54V (untuk 4 baterai) dan lebih dari 40V (untuk 3 baterai). Jika belum mencapai maka hubungkanlah charger dalam posisi sedang charging.

d.    Putar variable resistor 2 pelan-pelan hingga nilai voltmeter menunjukan 53V (untuk kendaraan listrik dengan 4 baterai) dan 39,75V (untuk 3 baterai)

contoh saat kablibrasi, voltmeter digital biru menunjukkan 52,3V, lalu disetel ke 53V

e.    Putar variable resistor 1 secara pelan-pelan maka jarum pada level meter akan bergerak. Posisikan jarum pada level meter pada titik hampir H (level penuh tapi kurang sedikit)

f.     Putar variable resistor 2 lagi, hingga angka pada volt meter menunjukkan 43V (untuk 4 baterai) atau 32V (untuk 3 baterai)

jika hanya menggunakan 1 aki, 2 aki atau 5 aki, tabel ini bisa menjadi acuan.
tebel residual capacity pada 1 aki 12V

g.    Amati titik poin pada jarum  level panel meter dashboard berada pada titik mana. Apabila titik poin berapa pada skala  L ( baterai habis) maka kondisi skala masih baik. Namun apabila tidak dalam posisi  L (kurang dari low atau mungkin lebih dari low, maka kondisi skala sudah tidak baik dan alangkah baiknya ambil pulpen atau spidol buatlah skala baru yang menandakan titik tersebut adalah nilai L (kosong habis) nya.

h.    Jika skala sudah dirasa tepat, maka kuncilah variable resistor 1 supaya tidak bergeser-geser lagi.
mengunci potensio dapat dengan lem tembak.
jika menggunakan tripot, maka tidak perlu di lem

i.      Lepas lah voltmeter dan variable resistor 2. Dilepaskannya variable resistor 2 maka jalur kabel akan langsung dari variable resistor 1 menuju B+ baterai.
rangkaian setelah variable resistor 2 dilepas. variable resistor 1 tetap terpasang terus

 SELAMAT MENCOBA


meter panel baterai yang sebelumnya selalu dalam posisi H terus.

Setelah diperbaiki dapat bergeser normal ke arah medium dan Low



0 comments:

Posting Komentar