Jumat, 10 Juni 2016

MENAMBAH JANGKAUAN JARAK TEMPUH UNTUK SEPEDA LISTRIK

      MENAMBAH JANGKAUAN JARAK TEMPUH UNTUK SEPEDA LISTRIK    

 
Suatu alasan meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik adalah memenuhi kebutuhan dan alasan yang kedua adalah untuk prestise. Jika cara meningkatkan jarak tempuh adalah dengan cara menambah jumlah kapasitas Amperhour (Ah) adalah hal yang maenstree, tapi tidak dapat dipungkiri memang cara itulah yang sangat dominan. Tapi dalam kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara meningkatkan jarak tempuh, meningkatkan lamanya life cylce usia baterai dengan kondisi baterai yang saat ini sudah miliki


KELEMAHAN MENAMBAH KAPASITAS BATERAI:

Ø  Memerlukan biaya yang lebih mahal
Ø  Jika upgrade jumlah cell atau dari SLA beralih ke jenis lithium ion atau lifepo4 tentu juga akan terasa titik mahalnya
Ø  Menambah bobot berat sepeda listrik
Ø  Memakan ruang sisa pada sepeda listrik
Ø  Menignkatkan bobot dan ruang sisa akan mengurangi kenyamanan dalam bersepeda listrik

Jika selain menambah kapasitas baterai lalu apa yang harus kita lakukan?. Jawabnya adalah coba lakukan kalkulasi berikut:

1.    Sebarapa banyak anda melakukan gowes / pedaling / mengayuh ?

Jika anda bisa melakukan gowes dengan perbandingan 25% dari ketergantungan throttle, maka secara otomatis jarak tempuh akan meningkat sekitar 25% juga. Semisal 50% , maka jarak tempuh akan meningkat 50% pula, cuukup mudah bukan.
So, mari perbanyak pedaling dan raih jarak tempuh yang terjauh.



2.    Pakai Pedals Assist Sensor menjadikan sepeda listrik jadi irit?,

Pakai pedal assist sensor (PAS) selalu lebih irit?, belum tentu. Jika menggunakan PAS pastikan jumlah titik magnet pada pedal assist sesuai dengan kecepatan gowesan kaki. Semakin banyak titik magnet maka kaki sedikit menggowes maka motor listrik sudah berlari kencang, posisi ini akan membuat boros konsumsi listrik. Begitupula sebalinya, jika semakin sedikit magnet pada PAS maka kaki harus berputar lebih kencang baru motor akan berjalan, hal ini akan lebih irit dalam konsumsi listrik. Kesimpulannya mari kita sesuaikan jumlah titik magnet PAS dengan putaran kaki gowesan kita.

PAS mode lebih cocok jika menggunakan LED control panel



3.    Pakai throttle?, apa yang harus kita lakukan.

Situasi yang menyedot arus listrik terbesar adalah saat akselerasi dari posisi berhenti lalu berjalan. Jika kita terlalu ketergantungan dengan throttle maka konsumsi listrik tentu akan menjadi boros. Gunakalanlah pedaling gowes saat awalan start berjalan. Gunakanlah gas listrik hanya untuk menjaga kecepatan laju saat sepeda listrik sudah berjalan.




4.    Kenali efisiensi motor yang digunakan

Mid drive, hub motor, dan geared hub motor, Dari ketiga jenis tersebut manakah yang elbih efisien?. Jawabnya adalah yang kualitas bagus lah yang paling efisien. Karena yang dominan paling menentukan tignkat efisiensi adalah material bahan kualitas dinamo itu sendiri. Dinamo buatan teknologi Eropa atau Amerika tentu jauh lebih efisien daripada kelas imitasi cina-cina an  



5.    Hub motor direct drive, Mid Drive, geared hub motor, apa yang anda gunakan?

BLDC hub direct motor lebih cocok untuk aplikasi kecepatan tinggi diatas 50km/jam pada jalanan datar dan menggunakan watt besar.
Mid drive sangat cocok untuk medan jalanan yang banyak tanjakan, kecepatan sedang 30-50km/jam dan cocok menggunakan sinewave controller.
BLDC hub geared motor cocok untuk jalanan datar dengan kecepatan sedang 30-40km/jam dengan menggunakan watt kecil dan kapasitas baterai yang kecil.




6.    Adakah yang panas pada komponen?

Saat berkendaraan listrik cobalah untuk melakukan pengecekan terhadap komponen-komponen sepeda listrik. Carilah titik dimana ada komponen yang mengalami panas berlebih. Komponen yang panas tentu akan mengurangi efisiensi jarak tempuh.

Ø  Motor panas = terlalu banyak menggunakan throttle gas, kurangilah ketergantungan menggunakan elektric saat berkedaraan, perbanyak bantuan gowes
Ø  Kontroller panas = jika motor tidak panas, dan hanya kontroller saja yang panas maka itu disebabkan karena kualitas kontroller yang kurang bagus. Gantilah dengan kontroller yang kualitas bagus atau upgrade dengan kontroller yang memiliki nilai watt lebih besar.
Ø  Baterai panas = baterai yang panas, atau BMS yang panas adalah faktor kualitas dari baterai itu sendiri. Upgrade lah dengan kualitas yang bagus, atau kurangilah ketergantungan membuka gas yang berlebih supaya mengurangi panas pada baterai
Ø  Kabel-kabel panas = jika hanya kabel-kabel saja yang panas tanpa komponen yang lain ikut panas, maka sudah pasti kabel ini harus diganti dengan kabel yang lebih besar ketahanan ampernya. Gunakanlah standar kabel tunggal arus DC. Jangan gunakan kabel audio atau kabel listrik PLN.

7.    Seberapa banyak tanjakan yang dilewati?

Medan jalanan yang penuh tanjakan tentu akan mengurangi jarak tempuh juga. Semua komponen sepeda listrik akan bekerja keras saat melewati tanjakan. Jika ada jalan lain yang lebih datar pilihkan jalur tersebut daripada harus melibas suatu tanjakan. Jika jalanan banyak melalui jalan turunan, maka BLDC direct drive akan memiliki keuntungan bisa support dengan REGEN sistem. REGEN adalah regeneratif energy dimana energy kinetik laju sepeda akan dikonversi menjadi energi listrik kembali untuk mencharging aki. Cukup efektif 10-25% energy baliknya


8.    Ban yang digunakan apakah sudah keras?

Ban yang tidak maksimal keras tentu akan mengurangi nilai efisiensi. Ban keras lebih efisien dalam laju sepeda. Begitupula lebar ban yang digunakan, tapak lebar tentu akan lebih boros daripada tapak kecil.


9.    Gunakanlah alat ukur pemantau energy.

Ini adalah jurus paling ampuh untuk memonitoring energy yang digunakan. Dari hal ini kita bisa menilai apakah sepeda sedang melaju dalam kondisi boros atau sedang melaju dalam kondisi hemat. Secara minimal dapat menggunakan ampermeter. Secara lebihnya bisa menggunakan ampermeter dan voltmeter. Jika ada modal lebih bisa mengunakan watthour meter.





SEMOGA BERMANFAAT


LETS DRIVE GO EBIKE


0 comments:

Poskan Komentar