Minggu, 13 Mei 2018

MODIFIKASI MOTOR LISTRIK TERBAIK TIPS BAGAIMANA MENINGKATKAN EFISIENSI KENDARAAN LISTRIK

MODIFIKASI MOTOR LISTRIK TERBAIK 

TIPS BAGAIMANA MENINGKATKAN EFISIENSI KENDARAAN LISTRIK


Dalam mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia langkah pertama yang harus dilakukan adalah, bukan membuat teknologi, bukan membuat pabriknya, bukan tentang riset penelitiannya, namun langkah yang tepat pertama adalah EDUKASI ke MASYARAKAT. Untuk apa tujuan edukasi ini?, supaya dalam aplikasi penggunaan kendaraan listrik tidak berujung kecewa pakai atau tidak bermanfaat. Secara umum masyarakat awam sudah termindset bahwa kendaraan itu adalah mesin bensin BBM, padahal dalam aplikasi penggunaan motor listrik tidak bisa disamakan dengan mesin motor bensin. Menyamakan kendaraan listrik seperti motor bensin akan berujung kecewa dalam pemakaian, Namun masih banyak user yang ingin menyamakan baik secara kecepatan maupun jarak tempuhnya.  

bentuk sepeda motor listrik , ideal 45km/jam


Sebuah kendaraan listrik sudah dirancang tepat dan dihitung matang oleh pabrik yang membuat. Sepeda citibyke listrik memiliki kecepatan ideal 30-35 km/jam, sepeda motor listrik bentuk matic memiliki kecepatan ideal 40-45 km/jam, otopad mainan listrik, trail mini listrik ideal maks 10-15 km/jam, untuk kecepatan tinggi diatas 80km/jam bentuk motor matic besar/ sporty yang ideal. Setiap kendaraan memiliki kecepatan ideal masing masing sesuai desain dari pabrik.

kendaraan semi molis ideal kecepatan 30 km/jam

model seperti ini lebih ideal mampu di 60km/jam



Berikut adalah langkah modifikasi yang TIDAK TEPAT SASARAN namun masih banyak yang berfikiran demikian.

      1.    Melakukan overvoltage / menambah voltase baterai

Sebagai contoh misal sebuah kendaraan listrik menggunakan 3 aki atau 36V, lalu dimodifikasi menjadi 48V, atau menambah jadi 4 aki. Cara ini dirasa tidak tepat sasaran karena akan membuat banyak komponen yang diganti. Berikut adalah komponen yang diganti apabila menaikkan voltage


Ø  aki baterai tambah, maka dudukan baterai tentu minta modif/ganti,


Ø  charger harus ganti, karena charger bawaan yang lama tentu beda voltase.

Ø  kontroller harus ganti atau modif, kontroller yang sudah dirancang fixed 36V atau 48V , maka sudah diprogram nilai upper voltage limit dan undervotalge limit. Beberapa kontroller bawaan kendaraan listrik yang dijual dealer tidak memiliki rentang voltage yang bisa bekerja di overvoltage. Jadi harus ganti / modifikasi.

Ø  panel indicator baterai ganti / modif. Jika menggunakan baterai yang lebih besar volt nya, maka panel indicator baterai yang lama akan selalu mendeteksi sangat penuh, tidak akurat ini. Maka panel pun harus dimodifikasi / diganti supaya support akurat dalam menunjukkan kapasitas baterai.
panel speedmeter yang menggunakan voltage input akan berubah hasil ukur jika overvoltage

Ø  DC converter atau power suplay untuk kelistrikan lampu-lampu. Beberapa DC converter memang sudah ada yang bebas voltage 36V-60. Namun jika DC converter belum bebas voltage , misal hanya bekerja di 48V lalu kita paksakan berikan power 60V maka yang terjadi adalah kerusakan DC converter. Jadi keputusan overvoltage harus mempertimbangkan DC converter.


Ø  Internal head motor yang lebih panas. Struktur kumparan motor 36V, 48V dan 60V bahkan 72V itu memiliki struktur yang berbeda. Melakukan overvoltage memang membuat rpm putara motor lebih kencang namun motor akan lebih panas karena faktor internal head. Rugi efiesiensi juga lebih besar karena energy listrik tidak sempurna dikonversin menjadi gerakan, beberapa hilang menjadi panas motor.
struktur motor 72V memiliki posisi hall sensor yang renggang.
48V motor lebih rapat.


Kesimpulannya: Melihat dari jumlah komponen yang wajib ganti atau modif diatas tentu itu adalah langkah yang tidak hemat. Biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi overvoltage cukup mahal.

      2.    Mengganti motor dengan watt besar

Cara ini cocok sesuai hanya untuk yang sudah berpengalaman di kendaraan listrik, namun untuk masyarakat awam cara ini tidak cocok. Mengganti motor dinamo dengan watt besar secara wajib hanya mengganti kontroller dan motor saja. Tapi itu hanya di awal saja, Meski ke belakangannya aki baterai juga minta upgrade. Baterai upgrade maka charger juga menyusul upgrade. Sebuah hal mengeluarkan biaya lebih itu.

motor hub BLDC watt besar


Namun yang akan menjadi titik poin utama ketidak cocokan adalah, ketahanan body casis sepeda itu sendiri. Jika dari awal pabrik sudah merancang kecepatan ideal 35km/jam apabila dipaksa sering melaju 50km/jam pasti casis body akan mulai mengalami cepat rusak. Baik kerusakan mekanikal seperti kemudi, rem, suspensi hingga deformasi casis dan rontok body.

     3.    Mengganti ukuran roda ke lebih besar

Hal ini tentu akan membuat dimensi kendaraan menjadi lucu dan berubah. Cara ini memang ada user yang melakukan, masih banyak rekan-rekan user yang melakukan cara ini. Secara teori memang membesarkan diameter roda akan meningkatkan ratio putaran sudut motor berbanding speed laju kendaraan. Namun Secara realita menaikkan diameter roda tidak terlalu significan dalam menaikkan kecepatan, sedangkan untuk efisiensi malah justru lebih boros apabila melalui medan jalan yang sedikit menanjak. Karena faktor ratio putar roda berbading power dinamo.


Roda belakang semula 10 inchi, diganti 14 inchi. jadi terkesan tidak pas

      4.    Mengganti kumparan dinamo

Cara ini memang masih jarang yang melakukan. Jika kita memahami konsep dasar dinamo DC, selengkapnya dapat diulas di artikel ini:
mengenal motor BLDC kendaraan listrik.
  


Karakter kumparan sebuah motor DC adalah:
Jika kumparan ditambah, maka voltage ideal akan naik.
Jika kumparan kawat dipertebal, maka Amperage ideal akan naik.
Untuk meningkatkan watt motor yang meningkat, maka harus menambah jumlah lilitan dan memperbesar / tebal kawat lilitan. Hal ini tentu akan terkendala oleh lebar magnet dan dimensi ruang dinamo. Modifikator sering salah arti di bagian mempertebal diameter lilitan, dan mempersedikit jumlah lilitan, jadinya amper naik, dan voltage ideal turun. Namun voltage tetap diberikan voltase yang sama seperti semual sehinga menjadikan situasi ini adalah overvoltage untuk dinamo. Yang efeknya memang motor akan berputar lebih kencang. Tapi motor akan internal head motor menjadi lebih panas dan Efisiensi pun akan menurun. Cara sederhana ini bisa kita lihat pada modifikasi dinamo mainan Tamiya.



Kesimpulannya adalah, mengubah lilitan untuk menaikkan watt adalah memperbanyak lilitan dan mempertebal kawat email. Solusi ini harus diimbangi memperlebar magnet dan ruang di dalam motor dinamo. Secara biaya tentu akan lebih hemat membeli dinamo yang memang sudah watt besar.

      5.    Memperingan bobot kendaraan.


Ini bukanlah keputusan yang salah, hanya saja kurang tepat. Pada kendaraan listrik pada umumnya Selis dan Molis satu satunya jalan memangkas bobot adalah mengganti aki dengan baterai lithium. Memangkas bobot dengan mengubah casis tentu bukanlah cara yang mudah. Maka  Mengganti baterai lithium, ini mudah namun seara biaya tentu akan mahal. Aki yang lama masih layak pakai akan sia-sia jika dipaksa ganti baterai lithium, mubadzir aki yang lama.  


memperingan bobot dengan cara modifikasi casis tentu hal yang sulit.
memperingan mengganti lithium baterai, adalah hal yang mahal.

Lalu cara apa yang paling tepat dalam meningkatkan kecepatan kendaraan listrik?
Berikut kita akan memaparkan cara-cara yang sangat mudah dan murah, tidak semahal 5 poin diatas. Berikut adalah ulasan rinciannya.


CARA YANG TEPAT DALAM MENINGKATKAN KECEPATAN , MENINGKATKAN JARAK TEMPUH PADA SEPEDA MOTOR LISTRIK.


Hemat, murah, mudah dan tepat sasaran

1.    Menjaga tekanan ban pada kondisi yang keras.

Meskipun sepele, tapi ini sangat penting sekali. Hasil penelitian dengan alat ukur WH meter energy. Ban yang mengalami agak kempes pada sepeda motor listrik memiliki nilai efisiensi 30 km/Kwh, sedangkan ketika dalam kondisi keras nilai efisiensi adalah 86 km/Kwh. Cukup jauh bukan selisihnya. Semakin bagus efiesiensi maka kecepatan top speed pun semain mudah tercapai dalam watt energy yang lebih kecil. Jarak tempuh pun semakin jauh.



2.    Memastikan sistem rem tidak macet / gepok

Sederhana, murah, tidak ribet tapi significan kebermanfaatannya. Metode ini jauh lebih murah daripada 4 poin cara salah diatas. Pengujian cara ini mudah sekali untuk masyarakat awam. Cukup dengan standar 2 kendaraan , lalu putar roda manual dengan tangan. Pastikan ringan dan putarannya lancar, tidak ada bunyi gesekan pada bagian tromol rem maupun kaliper rem.

apapun model rem nya, pastikan tidak macet / gepok / seret.


3.    Secara rutin melakukan pengecekan bearing / laker roda.

Sebuah laker bearing yang sudah berkarat, kocak maupun seret macet itu sangat menghambat laju kendaraan. Banyak user kendaraan listrik yang lalai akan servis berkala aspek ini. Memang lama usia masa pakai bearing. Cara ini bisa dilakukan ke bengkel sepeda atau bengkel sepeda motor terdekat. Pengujian laker bering roda caranya mudah, cukup jalankan sepeda motor listrik pada kecepatan pelan 15 km/jam pada jalan datar lalu lepas gas biarkan motor menggelinding sendiri. Jika bisa lebih dari  50 meter maka setelan roda kendaraan itu sudah bagus.  Bahkan sampai kendaraan berjalan pelan sekali namun tetep menggelinding. Casis dan roda kendaraan listrik yang bagus akan mudah dalam mencapai top speed dan meningkatkan jarak tempuh.



4.    Menggunakan kendaraan listrik dalam kondisi aki selalu terjaga penuh. > 80%

Kita misalkan kendaraan listrik 48V, jika aki penuh tegangan adalah 52-54V dan ketika habis adalah 42-44V. Perbedaan kecepatan pada 54V tentu lebih kencang daripada 42V. Selain itu kecepatan laju pada aki yang kondisi masih bagus tentu lebih mudah melaju kencang daripada menggunakan aki yang soak /  drop.


Baterai kondisi full kecepatan lebih kencang.


Namun masih banyak user-user yang aki nya soak, lalu top speed kendaraan listrik menjadi pelan. tapi malah memutuskan untuk upgrade ganti dinamo supaya lebih kencang laju. Sudah terlihat ini keputusan yang tidak tepat bukan.

5.    Hindari medan jalanan kasar dan jalanan yang banyak tanjakan.

Melalui medan jalan kasar tentu top speed akan lebih pelan daripada jalan halus. Selakin itu memaksakan motor listrik melaju kencang di jalanan yang tidak halus juga tidak nyaman. Efisiensi energy pun akan menjadi boros. Cara ini mudah dan murah sekali dilakukan, cukup kembali ke perilaku kebiasaan user masing-masing.
jalanan rusak dan tanjakan, kurang cocok untuk kendaraan listrik


6.    Kurangi kebiasaan akselerasi mendadak dan kebut-kebut an.

Akselerasi mendadak adalah melakukan gas full sejak awal kendaraan berhenti, sedangakan kebut-kebutan adalah memacu kecepatan tinggi sebuah kendaraan di jalanan yang tidak layak untuk kecepatan tinggi. Perlu kita ketahui Energy yang dibutuhkan untuk percepatan akselerasi itu lebih besar daripada energy untuk mempertahankan laju saat top speed. 



Hasil pengujian pada Ampermeter trekko Nexus 48V 500W saat akselerasi gas full amper menunjukkan 32A, sedangkan ketika melaju top speed amper hanya menunjukan 25A. Apabila jalanan halus dan elevasi sedikit turun, amper hanya 18A. Jadi kesimpulannya , untuk apa kita kebut, jika melajukan kendaraan secara konstan velovity lebih aman, hemat dan efisiensi tinggi.
ampermeter yang dipasangkan di Dashboard akan membantu mengetahui konsumsi energy 


SEMOGA BERMANFAAT



0 comments:

Posting Komentar