Sabtu, 07 April 2018

MEMPERBAIKI BATERAI LITHUM SEPEDA LISTRIK.

MEMPERBAIKI BATERAI LITHUM SEPEDA LISTRIK.


Pada sepeda listrik atau ebike yang khususnya bentuk MTB atau sepeda lipat listrik yang dituntut bobot ringan, tentu baterai lithium adalah pasangan yang cocok. Ada baterai lihtium model botol, semi botol, hailong, frog, rear rack dan macam-macam lainnya. Pada Kesempatan kali ini kita akan membahas tentang baterai lithium sepeda listrik yang menggunakan cell silinder 18650. Pada umumnya cell baterai lihitum yang bagus adalah silinder hard case, karena lebih tahan terhadap guncangan dan getaran dibandingkan jenis baterai lithium soft case. 



Berikut adalah cerita timeline proses perbaikan baterai lithium yang mengalami drop karena efek terendam oleh air. Mari kita simak langkah-langkah nya.

1.    Lepas baterai dari sepeda dan buka casing luar baterai.

Tiap casing memiliki cara pelepasan casing yang berbeda beda. Melepas casing baterai tergolong merupakan hal yang cukup mudah dilakukan. Pada umumnya cukup bermodalkan alat obeng + sudah bisa membuka casing luar baterai.
Dalam contoh di artikel ini adalah baterai frog. Cukup dengan melepas 4 baut yang ada di bawah baterai maka casing akan bisa dibuka.

contoh pada baterai model hailong / semi botol

model frog case


2.    Melepas mika PVC pembungkus baterai.

Mika PVC pembungkus baterai cell pada umumnya berwarna biru, cara pelepasannya adalah dengan membelah dengan alat pemotong cutter. Setelah terbelah maka PVC bisa dilepas dari cell baterai dan lalu kini baterai terlihat dibungkus oleh isolator berbahan kertas karton.


buka dengan hati-hati PVC plastiknya.
jangan sampai rusak supaya bisa digunakan kembali


Dalam contoh kasus masalah baterai lithium di artikel ini PVC dan carton telah cacah karena basah kuyup air. Bersihkan semua dari sisa kertas karton dan kotoran sisa karat. Proses pembersihan sebaiknya berhati hati karena antar nickel jika tertempel logam akan terjadi konslet.


dalam artikel ini kita sambil memberikan contoh praktek langsung memperbaiki baterai lithium yang rusak korosi karena terendam air.


Membersihkan dan mengeringkan baterai. Setelah baterai kering lakukan pengecekan secara fisik baterai mana yang paling cacat secara fisik.



3.    Pengecekan cell yang paling lemah.

Cara ini bisa dilakukan minimal dengan voltmeter, jika ada WH meter atau AH meter lebih bagus. Lakukan pengukuran setiap deret pararel cell nya, biasanya dalam 1 deret pararel memiliki kondisi yang sama. Jika volt baterai terukur dibawah 2,5V maka lakukan single charging dahulu. Jika masih bisa di charger maka masih Ok lah dipakai lagi, meski sebenarnya diganti baru lebih bagus. Jika cell dibawah 1,8V maka sudah pasti cell itu rusak. jika sudah menemukan cell yang rusak, maka potong cell tersebut dari kesatuan baterai utama.

potong ambil cell yang paling drop votasenya, atau cell yang paling rusak secara fisik.

pengecekan voltase tiap cell.


4.    Lakukan proses balancing manual dengan single charging supaya semua cell dalam kondisi voltase yang sama.

Proses single charger ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat charging baterai seperti nitecore, i meter, Skyrc dan sebagainya. Jika menggunakan adaptor biasa pastikan voltase stabil dan jangan sampai overvoltage diatas 4.2V.
Proses perlakuan single charging tahap bukan untuk mencharging baterai sampai penuh, tapi cukup untuk menyamakan voltase tiap cell nya.



5.    Siapkan cell baru pengganti.

Usahakan cell pengganti memiliki kapasitas yang sama dengan cell yang lama. Merk diusahakan sama memang lebih bagus, tapi seandainya tidak bisa mendapatkan merk yang sama pun tidak masalah, yang penting kualitas setara. Merk brand yang rekomended untuk cell baterai 18650 antara lain SAMSUNG, PANASONIC, LG, SONY, cell baterai ini mudah didapat di toko elektronik, online shop bukalapak, ataupun di toko baterai vapor. Jangan pilih baterai lithium untuk senter seperti ultrafire atau sepadannya, tidak kuat untuk kendaraan listrik.

pilih baterai yang memang untuk kendaraan listrik, atau untuk elektric vapor boleh.


LANGKAH PENGGANTIAN BATERAI CELL.

a.    Siapkan cell pengganti
pada contoh disini kita memilih LG, yang harganya cukup terjangkau.

b.    Siapkan kertas isolator pelindung sisi positif
ini penting untuk melindungi sisi positif baterai

c.    Siapkan nickel plate, rekomendasi 0.1mm - 0.15 mm

d.    Siapkan spot welding, Spot baterai dengan setelah yang paling pas. 700-800A ~ 6 pulse



e.  Rapikan isolator, pastikan hasil spot weldingnya kuat

f.    Satukan dengan gabungan cell baterai keseluruhan


6.    Melakukan charging dengan normal melalui BMS

Setelah baterai cell yang baru dipasangkan maka saatnya kita serahkan kepada balancer BMS untuk bekerja. Dan baterai lithium sudah siap digunakan kembali.



 Setelah dipastikan OK baterai bisa di charging penuh masing-masing cell 4.2V , maka saatnya baterai dirapikan rakit kembali. Jangan lupa pasangkan kembali isolator carton dan PVC plastiknya. Dan saatnya uji test running baterai hasil yang sudah kita perbaiki.


test Drive. saat pengujian ini alangkah baiknya dilakukan sampai 3X siklus.
dari baterai full dipakai hingga habis lalu di charger lagi. 3X siklus.
jika setelah siklus ke 3 tidak ada penurunan jarak tempuh, 
maka baterai lithium sudah sembuh seutuhnya





TIPS TAMBAHAN terkait masalah BMS.

Untuk tambahan wawasan referensi Selengkapnya tentang bagaimana cara kerja BMS bisa klik disini: CARA KERJA BMS BATERAILITHIUM

Ø  Pengecekan balancer BMS

Pada BMS memang ada fitur balancer, Namun ada BMS yang balancernya kurang bagus atau malah tidak ada fungsi balancernya. Pengecekan ini cukup mudah dilakukan secara sederhana. Jika setelah charging BMS terasa panas hingga lama sampai 1 jam lebih, maka artinya balancer BMS bekerja. Kondisi yang bagus hal seperti itu.
BMS yang bekerja akan terasa panas pada bagian ini saat charging.
jika dingin2 saja justru agak mencurigakan kinerjanya.


Ø  BMS menutup jalur charging

Apabila kita menemukan gejala baterai setelah di charger namun tidak bisa optimal di titik penuh 100% itu artinya BMS menutup jalur charging saat baterai belum penuh. Mengapa demikian?, ini disebabkan oleh adanya cell yang sudah sangat penuh 4.2V atau 100% full namun masih ada cell lain yang masih belum penuh < 80% atau dibawah 4.05V. Hal ini wajar apabila BMS menutup jalur charging, karena apabila dilanjutkan pengisian akan berbahaya untuk cell 4.2V tadi bisa mengalami overvoltage.





Ø  BMS menutup jalur discharging / power output.

Saat sedang nyaman asik bersepeda listrik, eh tiba-tiba off mati cut off baterainya. Listrik tidak keluar, di reset kunci kontack juga tidak aktif, kenapa ini?. Masalah kasus seperti ini memang kadang terjadi pada baterai lithium pack yang pernah rusak atau mau rusak drop. Hal ini disebankan karena BMS menutup jalur discharging. Banyak user yang langsung memilih melakukan by pass tanpa BMS. Memang betul by pass akan membuat power output aktif lagi, tapi ini merupakan prosedur yang salah.

block discharger kontrol.


Penyebab tiba2 jalur discharger menutup adalah: terdapat cell yang tiba-tiba drop dibawah 2.8V, cell yang drop tersebut akan terdeteksi oleh BMS lalu BMS menutup jalur dischargernya. Solusinya bukan membuka secara paksa, namun pastikan cell baterai tersebut tidak drop di bawah 2.8V.



Ya itulah tadi ulasan tentang langkah-langkah perbaikan baterai lithium. Baterai lithium sesungguhnya tidak rempong dan ribet. Dengan adanya BMS membuat baterai lithium sudah  free maintenance. Namun yang menjadi terasa ribet dan rempong adalah salah memilih cell baterai. Baterai lithium yang kualitas low quality memang agak rempong dalam perawatan. Maka marilah kita semua bisa bijak dalam memilih baterai lithium, supaya awet selalu dan puas menggunakan.

SEMOGA BERMANFAAT.



0 comments:

Posting Komentar