Senin, 11 Juni 2018

MENGAPA HARGA AKI SEPEDA LISTRIK MAHAL?


MENGAPA HARGA AKI SEPEDA LISTRIK MAHAL?


Aki atau baterai lead acid adalah komponen utama pada kendaraan  yang berfungsi untuk menyimpan energy. Tanpa aki sebuah sepeda listrik, motor listrik tentu tidak dapat beroprasi digunakan untuk perjalanan. Maka tak heran jika banyak beberapa sepeda listrik yang mangkrak karena aki nya rusak/ soak. Sebenarnya tinggal membeli baterai aki baru selesai masalah kan?. Namun yang menjadi masalah adalah harga aki yang saat ini masih dirasa mahal oleh masyarakat Indonesia.



Pertanyaan tentang "Harga aki nya kok mahal ya??" itu adalah pertanyaan yang paling umum sekali keluar, namun dengan jawaban yang masih bingung mau dijawab apa. Maka dari itu kami melakukan survey di grub forum komunitas motor listrik Indonesia, untuk menyimpulkan pendapat-pendapat dan ulasan kenapa harga aki itu mahal. Mari kita simak hasil ulasannya.
Untuk yang belum tau daftar harga aki kendaraan listrik tahun 2018, bisa klik disini: DAFTAR HARGA AKI UPDATE 2018


1.    Kurangnya sosialisasi kepada calon user dari beberapa dealer/ seller.

Sangat sedikit sekali calon user motor listrik atau sepeda listrik baru yang mendapatkan edukasi dan sosialisasi tentang harga aki. Kalau tentang cara merawat aki yang benar OK lah beberapa sudah memberikan tips tips nya. Namun banyak seller ataupun dealer yang memang sengaja tidak menginfokan harga aki per biji itu kepada calon user motor listrik. Mereka hanya menjual utuh sebuah sepeda listrik atau sepeda motor listrik saja dengan harga total, tanpa memberitahukan kelak ketika ganti aki harga aki nya berapa. Sehingga yang terjadi apa?, ketika kelak di masa depan aki di kendaraan tersebut sudah habis masa pakainya dan user harus ganti aki baru, jadi kaget harga pasti. Dan itu merupakan sebuah kekecewaan "Mengapa harga aki mahal"




Maka dari itu hendaklah sosialisasi sejak awal kepada calon pengguna tentang harga aki adalah hal yang tepat. Seller dan dealer jangan fokus pada bisnis dan penjualan saja, tapi berikanlah sosialisasi tentang harga-harga sparepart supaya konsumen user kelak sudah mempersiapkan tabungan untuk aki baterai.

2.    Karena sekali beli langsung 3 biji atau 4 biji ketika terjadi ganti baru semua.

Sebuah sepeda listrik yang berspesifikasi 48V 12Ah, maka kebutuhan aki tersebut  adalah 4 biji 12V 12Ah. Misal aki yang lama sudah habis masa pakai semua maka ketika ganti baru wajib 4 biji supaya menjadi 48V 12Ah. Tidak bisa dicicil 12V dahulu lalu dipakai sementara. Tidak bisa dicicil 1Ah dulu, 2Ah dulu. Harus full lengkap sesuai spesifikasi baru bisa digunakan. Hal inilah yang dirasakan oleh masyarakat menjadi seolah olah mahal. Tidak seperti bensin yang boleh dicicil tidak harus full tangki.

dalam sebuah motor listrik umumnya menggunakan 3 aki atau 4 aki.


Hal ini bisa diperumpamakan dengan shampo botol VS shampo sachet. Shampo sachet dirasa lebih murah, karena dengan nominal uang sedikut langsung dapat, daripada shampo botol yang harga nominal tinggi. Padahal jika dihitung per mili liter justru yang sachet yang mahal.
Contoh komparasi ini akan lebih detail dibahas di poin ke 3 dan 4 tentang motor listrik VS motor bensin

3.    Karena membelinya tidak bisa kredit atau secara berkala

Banyak beberapa kalangan mengatakan kalau sebuah hal yang mahal jika bisa dikredit akan lebih murah. Saat ini untuk aki belum ada jasa layanan kreditnya. Di bukalapak, tokopedia, dan beberapa marketplace online belum banyak yang menjual aki dengan penawaran kredit.
Padahal dengan masa pakai aki yang berkualitas bisa mencapai 3-5 tahun an. Jika 3 tahun lalu dibagi kredit per bulan tentu akan dirasa lebih hemat oleh kalangan masyarakat yang sering kredit. Namun pembelian aki secara cash dan tanpa bunga kredit itu lebih enak tanpa hutang berjangka.
Solusi paling baik dalam langkah ini adalah, membeli aki basicnya adalah investasi. sisihkah tabungan untuk rencana pembelian aki di masa depan supaya tidak terasa mendadak ketika membeli aki.
membeli aki basicnya adalah investasi


4.    Karena membelinya ketika mendadak, tanpa ada pengertahuan info harga.

Ini yang paling sering sekali terjadi. Banyak beberapa contoh yang terjadi dan selalu ada setiap waktu. Berikut langsung kita berikan contoh-contoh ceritanya langsung.

Ø  Contoh yang pertama adalah user yang baru kali pertama pakai, memiliki sepeda listrik/ sepeda motor listrik dari dealer. Seiring berjalannya waktu sepeda motor listrik awet selalu dipakai. Dan akhirnya tiba di tahun ke 4 masa pakai aki nya sudah habis, drop, tidak bisa dipakai. Lalu ke toko untuk beli aki sepeda listriknya, setelah mengetahui harga aki terbaru maka langsung kaget harga. Ini lah penyebab terasa mahal lagi. hal ini selinier dengan poin ke 1 diatas yang tentang seller/ dealer tidak sosialisasi harga aki sebelumnya.


Ø  Contoh yang kedua. Banyak sekali ditemukan seller-seller motor listrik seken di forum, grub, OLX, iklan kecil yang menjual sebuah sepeda motor listrik / sepeda listrik seken, tapi MINUS aki, alias tanpa aki baterai. Menjual harga miring murah tapi tanpa aki. Lalu si seller tidak menginfokan harga aki baru itu berapa. Setelah buyer membeli tentu buyer akan mencari aki ke toko2 dan seller aki tentu. Dan di titik itulah sang buyer jadi kaget dengan harga aki. Maka dari itu kami himbau kepada calon pembeli motor listrik seken, mari belajar mengumpulkan wawasan referensi terlebih dahulu lebih baik.


beberapa iklan penjualan seken,
dengan minus aki.


Ø  Contoh yang ketiga Salah perawatan aki karena overcharging. Aki yang salah perawatan, suka digunakan ngebut, akselerasi mendadak, sekali perjalanan langsung jauh, menguras kapasitas aki sampai habis, dan sebagainya adalah perbuatan yang membuat umur aki pendek. Namun yang paling fatal efeknya adalah durasi masa charging yang over. Melakukan charging sekali waktu dalam durasi yang lama adalah perbuatan yang membuat aki rusak seketika. Aki yang yang sudah melembung adalah mati total tidak tertolong. Umur aki yang pendek dibawah 2 tahun, dibawah 1 tahun, maka itu akan menjadikan mendadak harus ganti aki dan terasa mahal.


Ø  Contoh yang ke empat adalah sepeda motor listrik/ sepeda listrik yang mangkrak dalam waktu lama. Sepeda listrik tidak rusak namun pemiliknya jarang menggunakan. Padahal apabila mangkrak dalam waktu lebih dari 6 bulan tanpa dilakukan charging dan pakai sama sekali, itu aki baterai akan soak rusak dengan sendirinya. Padahal pula biasanya pemilik memangkrakkan kendaraan sampai tahun an. Sudah pasti aki akan rusak secara sia sia. Dan ketika ingin mengaktifkan lagi sepeda motor listriknya pemilik terpaksa beli aki baru, dan disitulah akan terasa mahalnya.
Maka dari itu hendaklah jika memarkirkan sepeda motor listrik/ sepeda listrik dan jarang dipakai, setiap 1 bulan sekali dicharging, lebih bagus lagi dipakai jalan-jalan juga. Supaya aki bekerja dan tidak rusak karena self destruction.



5.    Karena kompare perbandingan dengan motor bensin.

Komparasi yang pertama adalah harga aki sepeda motor, banyak user awam yang mengira kalau aki sepeda motor bensin itu sama dengan aki sepeda listrik. Padahal itu beda jauh, dan karakternya berbeda. Aki sepeda motor bensin jika dipakai untuk motor listrik maka hanya 3 bulan saja masa pakainya. Sedangkan aki khusus kendaraaan listrik bisa dipakai diatas 3 tahun lebih. Namun secara harga tentu aki khusus kendaraan listrik jauh lebih mahal daripada aki stater motor bensin.



Sebuah aki chilwee yang original itu memiliki usia masa pakai rata-rata adalah 3-5 tahun. Apabila harga aki dalam 48V 12Ah adalah 1.9jt an, itu tentu lebih murah secara nominal dibandingkan dengan bensin yang dibeli selama 3 tahun tadi. Komparasi yang kedua adalah tentang subsidi dari pemerintah. Bahan bakar minyak saat ini masih di subsidi, sedangkan aki  tidak bersubsidi. Jika aki adalah komponen yang bersubsidi katakanlah 50% subsidi, maka harga aki 48V 12Ah hanya sekitar 800rb an, maka lebih hemat listrik bukan?.
 komparasi lebih detail untuk motor listrik VS bensin bisa dilihat disini:

6.    Karena bahan baku timbal yang sudah mahal

Bahan baku harga timbal dunia saat ini adalah sekitar Rp. 35,04 Miliar per metrix Ton. Harga timbal dunia memang berubah-ubah sesuai index. Maka dari itu tak heran jika beberapa pabrik sangat bergantung pada harga timbal dunia. Sejak tahun 2017 dan ke 2018 harga timbal dunia fluktuatif mengalami kenaikan dan penurunan. Namun pada dasarnya jika harga timbal naik, harga aki seken juga naik di kolektor seken / pengempul. Maka dari itu untuk menghemat harga aki, jangan buang aki lama kita. Tapi jual kembali ke kolektor aki seken.


7.    Karena termasuk barang import dan volume berat besar.

Indonesia memang sudah memiliki beberapa pabrik baterai lokal. Seperti ABC baterai dan PT Nippres baterai. Namun untuk ranah baterai kendaraan listrik saat ini belum ada pabrik lokal. Harus import dari pabrik luar negeri. Ada beberapa poin yang menjadikan faktor import itu menjadi mahal. Poin tersebut adalah:

Ø  Tergantung dengan nilai KURS mata uang
Ø  Terkena biaya import dan logistik cargo
Ø  Perijinan import baterai, karena tergolong zat kimia
Ø  Pajak bea cukai

aki saat ini masih ketergantungan import.


8.    Jumlah permintaan dan jumlah seller yang menyediakan belum memadai.

Sistem ekonomi berlaku disini. Dimana antara permintaan dengan penawaran harus seimbang. Saat ini di Indonesia masih belum merata distrubusi seller-seller aki dan permintaan konsumen. Di Indonesia timur misal jumlah user kendaraan listrik banyak, namun seller aki masih minim. Maka di daerah tersebut harga aki menjadi tinggi. Sedangkan di jawa kondisi menjadi terbalik, jumlah seller aki memadai sedangkan permintaan tidak terlalu banyak.

Kurva Equibrilium harga aki.



SEMOGA BERMAFAAT

3 comments: