ALL ABOUT ELECTRIC VEHICLE INOVATION

Mobil Listrik, Sepeda Motor Listrik, Sepeda listrik Ebike

ALL EBIKE INOVATION

DIY ebike kits konversi

BOGI POWER MOTOR BIKE

SUPER POWER MOTOR HUB, 48V 3000W

OPTIMIST E BIKE

48V 1500W, REAR HUB BLDC MOTOR

C ONE E-BIKE

With BLDC EBIKE KITS KONVERSI

BOGI POWER CAR

With Natural view

SATELIT TV MODIFICATION

All different tips n trik about satelites TV

ALL ABOUT ELECTRIC INOVATION

With Unlimite Creativited

E-bike

Sepeda Listrik Kits konversi

Tampilkan postingan dengan label kontroller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontroller. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2018

CARA CEPAT PENGECEKAN DAN PERBAIKAN KERUSAKAN MOTOR LISTRIK. Tips perbaikan sepeda listrik, sepeda motor listrik.


CARA CEPAT PENGECEKAN DAN PERBAIKAN KERUSAKAN MOTOR LISTRIK.

Tips perbaikan sepeda listrik, sepeda motor listrik.


       Kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara cepat pengecekan kerusakan sebuah sepeda listrik ataupun sepeda motor listrik. Dimana cara ini akan kita ulas secara sederhana dan harapannya akan mudah dilakukan oleh semua user kendaraan listrik. Langkah pengecekan ini bisa dibilang do it your self, atau dignosis sendiri yang tidak perlu repot-repot membawakan ke tukang servis. Namun sebelum itu untuk melihat tips perbaikan secara lebih detail dan luas bisa klik disini:

CARAMEMPERBAIKI KERUSAKAN SEPEDA LISTRIK DAN MOTOR LISTRIK



       Pada dasarnya skema motor listrik itu mudah sekali. Hanya terdiri dari Baterai-kontroller-handlegas-dinamo saja maka sudah bisa aktif work berputar. Sedangkan indicator baterai, DC converter, speedometer, lampu2 kelistrikan dan lainnya adalah fitur aksesoris saja. Tanpa fitur aksesoris sebuah dinamo motor listrik masih mampu berputar normal.

skema dasar kelistrikan motor listrik




CARA CEPAT DIAGNOSIS MOTOR LISTRIK.

       Berikut adalah langkah cepat dalam self diagnosis sebuah rangkaian set dinamo motor listrik. Dalam langkah pengecekan ini pastikan semua jalur kelistrikan terhubung dan kunci kontack dalam posisi ON. Dan setelah itu lakukanlah panduan berikut:

1.    Lepas semua kabel fitur di kontroller

             Kabel fitur pada kontroller adalah pin socket aksesoris sebenarnya tidak digunakan tidak masalah. Seperti kabel rem, speedometer, cruise, switch maju-mundur, dsb. Hendaklah lepaskan dulu kabel-kabel tersebut supaya pengecekan tidak pengaruhi faktor fitur tersebut.


Cukup sisakan kabel berikut:

ü  baterai power B+ dan B-
ü  power On kunci kontack
ü  phase motor
ü  hall sensor motor (untuk BLDC)
ü  throttle / handle gas

2.    Pengecekan kabel B+ dan power On di kontroller

             Kabel power On pada kontroller adalah kabel yang terhubung dari kunci kontack. Pada umumnya pada sebuah kontroller memiliki 3 kabel untuk suplay baterai yaitu B+ (biasanya merah besar), B- (biasanya hitam besar) dan power on (biasanya merah kecil). Dalam langkah kali ini yang perlu di cek adalah beda potensial volt pada kabel merah kecil (power On) dan merah besar (B+) terhadap ground / negatif baterai.

contoh pengecekan dan perbaikan pada kontroller dari merk sepeda listrik Richey.


hasil cek, B+ dan power On adalah 50V.
pada kontroller richey 48V          

   Hasil cek voltase di poin kabel power On harus sesuai dengan tegangan kerja kontroller. Misal dalam 48V maka hasil cek harus 45-55V , jika 36 maka hasil cek harus 33-40V, jika 24V maka hasil cek harus 22-28V. Jika tidak sesuai dengan rentang volt tersebut maka aki  baterai bermasalah atau jalur perkabelan di aki bermasalah. Selesaikan dulu poin masalah baterai baru bisa lanjut ke step ke 3.

contoh langsung perbaikan
gejala kasus di jalur aki/baterai.

3.    Pengecekan 5V suplay di kontroller

             Poin ke 3 ini dilakukan jika sudah lolos uji yang poin ke 2 tadi, yaitu power ON sudah dalam kondisi volt yang ideal. Pengecekan 5V suplay ini dilakukan di kabel warna merah dari hall sensor motor dan kabel warna merah dari socket handle gas. Setiap kendaraan memiliki kontroller yang berbeda beda, socket dan warna yang beda-beda hendaklah menyesuaikan 5V ada di titik mana.

pada umumnya merah 5V, hitam ground, dan sisanya signal data. 

hasil cek, 4.2V.

             Hasil cek voltase ideal dari pengujian 5V suplay adalah 4V sampai 5V. Apabila hasil cek dibawah 4V atau diatas 5V maka dipastikan kontroller mengalami kerusakan. Inti tepatnya kerusakan adalah di IC regulator penurun tegangan.

4.    Pengecekan signal data throttle/handle gas

             Poin ke 4 ini dilakukan setelah poin ke 3 lolos uji. Pada handle gas pada umumnya terdapat 3 socket utama untuk throttle signal: 5V suplay, ground dan signal data. Dalam poin pengecekan kali ini adalah pengecekan kabel signal data throttle gas. Pengujian ini dilakukan dalam kondisi socket handle gas terpasang dengan baik.

cek voltase di kabel ground dan signal data.

Ø  Ukur beda potensial signal data terhadap negatif saat handle gas dalam kondisi belum diputar. Ideal hasil adalah 0.8V +- 0.2V, jika hasil belum diputar sudah di atas angka 1.5V atau diatas 2V maka sensor handle gas rusak, atau socekting tidak pas.
Ø  Lalu putar handle gas pelan-pelan cek perubahan angka volt dari 0.8V berubah naik atau tidak. Jika berubah naik ke 4.2V maka lanjut pengecekan ke poin selanjutnya. Jika angka volt tidak berubah, maka handle gas rusak, kabel putus, Atau socketing handle gas tidak sesuai.

selanjutnya untuk perbaikan handle gas ada disini:
MEMPERBAIKI HANDLE GAS SEPEDA LISTRIK

5.    Pengecekan sensor dinamo (hanya untuk dinamo BLDC)

             Poin ke 5 ini adalah yang terakhir, syarat untuk bagian ini adalah pengecekan dari 1 sampai 4 diatas sudah lolos uji terlebih dahulu. Kabel hall sensor motor ada 5 kabel. Merah 5V -hitam ground- kuning,hijau, biru adalah signal data. Pengecekan adalah mengukur voltase di ke 3 kabel signal data dan dilakukan 1 per 1. Dimulai dari kabel kuning terlebih dahulu, berapa nilai volt nya lalu sambil putar dinamo secara manual pakai tangan. Hasil cek voltase harus barubah ubah dari 0,5V (+-) dan naik ke 5V (+-) lalu turun lagi ke 0.5V, selalu berubah ubah sesuai putaran dinamo.

kabel socket hall sensor

uji cek voltase signal hall sensor

             Jika hasil pengecekan nilai volt dapat berubah ubah, maka lanjut dilakukan cara yang sama untuk menguji kabel sensor yang warna hijau dan biru. Jika terdapat salah satu kabel yang dia tidak mau berubah ubah. Misal stabil di 0V terus atau stabil di 5V terus. Maka dipastikan sensor bagian kabel warna tersebut rusak.
Cek disini untuk perbaikan sensor dinamo BLDC:
CARA MEMPERBAIKI MOTOR BLDC

6.    Test pengematan running dinamo.

Apabila sudah lolos uji poin 1 sampai 5, maka saatnya sekarang aktifkan throttle gas dan putar dinamo secara elektrik. Dan dalam posisi ini sebaiknya awalan gerak dibantu dahulu menggnakan tangan. Jika dinamo berputar normal maka selesai masalah. Namun apabila dinamo tidak respon sama sekali, maka sudah dipastikan kontroller rusak. Jika dinamo diputar manual dengan tangan terasa berat dan patah-patah maka benar kontroller rusak mosfetnya.
selengkapnya perbaikan mosfet kontroller ada disini:

contoh uji putran motor yang halus dan pola phase benar.


Jika dinamo mau respon berputar, namun putaran dirasa tidak normal, berdengung, kasar atau pincang. Maka lakukanlah pengacakan kabel phase motor. Selengkapnya cara cek kabel phase ada disini: Pengecekan kabel phase motor listrik BLDC.



Ya itulah tadi dasar teknik untuk cara cepat diagnosis motor listrik sendiri. Berawal dari data dasar pengecekan diatas akan menentukan langkah perbaikan selanjutnya yang lebih tepat sasaran. Jangan sampai sepeda listrik atau sepeda motor listrikmu mangkrak karena rusak tidak bisa diperbaiki. Apabila ada kesulitan tuliskan komen dibawah kita akan diskusi bersama.

SEMOGA BERMANFAAT


Senin, 11 Desember 2017

CARA PENGECEKAN KABEL PHASE MOTOR BLDC KENDARAAN LISTRIK.

CARA PENGECEKAN KABEL PHASE MOTOR BLDC KENDARAAN LISTRIK.

       Kabel phase motor adalah kabel utama arus listrik yang masuk kedalam dinamo motor listrik. Pada motor BLDC kendaraan listrik pada sepeda motor listrik, sepeda listrik, gokart listrik adalah 3 kabel phase. Sedangkan untuk motor brushed DC adalah 2 kabel phase saja. Kabel phase secara umumnya pada BLDC diartikan kode dengan A-B-C atau U-V-W atau yang paling umum adalah warna kabel Kuning-Hijau-Biru. Namun perlu kita ketahui definisi standarisasi tersebut tidaklah mutlak selalu sama antar tiap merk pabrikan.


1.    Cara mudah mengecek apakah kabel phase motor normal atau tidak.

Pada poin pertama ini kita akan fokus pada gejala kerusakan phase yang sering terjadi, yaitu kabel phase putus dan kabel phase short konslet. Cara mudah diagnosisnya dalah sebagai berikut:

menguji dalam kondisi no load lebih mudah.

Ø  Posisikan motor BLDC dalam kondisi digantung tanpa beban
Ø  Pastikan kabel phase dalam kondisi lepas tidak terhubung apa-apa
Ø  Putar manual dengan tangan, jika loss lancar maka lanjut ke poin selanjutnya. Namun jika tertahan patah patah maka kabel phase ada short konslet di dalam kabel motor.
Ø  Tempelkan short salah 2 kabel phase nya. Lalu putar manual dengan tangan kambali. Jika motor jadi tertahan patah-patah maka kabel phase jalur itu bagus. Lakukan kembali pada pola 2 kabel phase yang lain.

Ø  Jika semua uji menghasilkan motor tertahan ketika diputar manual dengan tangan, maka kabel phase bagus. Namun jika ada 1 kabel yang ketika ditempelkan short motor diputar manual tetep ringan maka kabel tersebut putus di dalam kabel motor. Sederhana bukan cara cek ini.

2.    Arti penting setelan/konfigurasi kabel phase motor.

Motor yang terbakar secara selang-seling. tanda bahwa kesalahan kabel phase.

Seberapa penting kah pola kombinasi kabel phase?. Jawabannya adalah sangat penting karena motor yang susunan kabel phase nya tidak tepat akan mengalami dampak buruk dan riskan mengalami kerusakan. Lalu apakah asal menyambungkan sesuai warna yang sama selalu benar secara perakitan?. TIDAK, belum tentu warna kabel phase dengan kabel phase dari kontroller tersusun pada warna yang sama. Maka dari itulah melakukan setelan manual dan jangan mengacu warna kabel adalah perakitan yang bijak.


kontroller ada yang menggunakan kode U-V-W, ada juga ABC , 
belum tentu semuanya warna kuning -hijau-biru

Tiap motor dan kontroller belum tentu memiliki warna kabel phase yang sama.


3.    Pengecekan apakah phase sudah benar atau belum

Cara mudahnya pengecekan phase yang sudah benar adalah sebagai berikut:
Ø  Posisikan motor BLDC dalam kondisi no load tanpa beban.
Ø  Instal kabel-kabel ke kontroller , throttle dan baterai sesuai prosedur instalasi yang aman baik dan benar.
Ø  Putar throttle dengan sangat pelan sekali, perlahan-lahan.
Ø  Amati gerakan motor ketika awalan bergerak.
Ø  Jika motor bergerak pelan dan arah putaran langsung maju secara pelan pelan, maka setelan phase sudah benar.
Ø  Ketika motor berputar pelan, lakukan pemberian beban buatan, misal pegang dengan tangan. Ketika motor akan berhenti karena tertahan tangan, tambahkan lagi secara pelan-pelan bukaan throttle. Setelan phase yang bagus motor akan tetap melawan beban buatan tersebut.
Ø  Putarkan hingga putaran tinggi, jika motor berputar lancar, suara nyaring dan kabel phase tidak panas. Maka itu sudah setelan yang pas.


putaran tinggi, suara halus, kabel tidak panas. 

Lalu setelan phase yang salah mengakibatkan apa saja ketika di gas sangat pelan tadi?. Selengkapnya diulas pada poin no 4.

4.    Ciri-ciri motor yang salah phase.

Berikut adalah ciri motor yang setelan phasenya tidak tepat. Dalam pengujian masih ketika throttle gas diputar tarik sangat pelan dan sedikit.

·         Motor hanya bergerak maju-mundur dan tidak berhasil berputar normal.
·         Motor bergerak maju, namun langsung cepat, tidak bisa melewati putaran pelan
·         Motor bergerak terhentak ketika awalan, tidak lembut dan lancar
·         Motor bisa bergerak maju, namun terhentak mundur sedikit terlebih dahulu.
·         Motor dengung dan diputar manual dari luar dengan tangan terasa berat. Motor terasa terkunci.
·         Motor bisa berputar namun ketika diberikan beban buatan motor langsung terhenti tidak kuat melawan meskipun throttle ditambah besar.


contoh video no load test.

Pengujian lanjut dalam putaran tinggi dan menggunakan instrument alat ukur. Sebenarnya poin diatas sudah mewakili untuk tips pemula dalam melakukan setelan kabel phase motor. Namun pengujian menggunakan instrument alat ukur lebih valid dan akurat. Langkah pengecekan adalah sebagai berikut: Pasangkan ampermeter untuk uji cek amper.  Dan data berikut adalah tanda bahwa setelan phase yang salah.


·         Ketika diputar no load rpm, amper yang mengalir lebih dari 5A (untuk motor dibawah 1000W). Atau lebih dari 10A untuk motor 1000W-4000W.
·         Motor berputar dengung dan berjalan mundur.
·         Motor berjalan mundur, terlihat lembut atau normal, namun amper tinggi. (ini banyak user yang salah phase dalam setelan ini-karena mengira putarannya sudah benar maju)
·         Motor berjalan patah-patah pada putaran tidak bisa tinggi, ketika diberikan beban langsung terhenti.
·         Suara motor ketika berputar tidak nyaring.
·         Motor berputar namun tidak bisa mencapai top speed, dan tidak bertenaga.

5.    Tips cara penyetelan phase.

Tips penyelesaian masalah ini kita bagi menjadi 2 klasifikasi. Yang pertama dalah gejala yang serign ditemukan pada kontroller standar biasa, yang kedua adalah pada kontroller yang memiliki fitur dual mode sensorless. Pada kontroller sensorless apabila setelan phase memiliki pola kombinasi yang salah maka kontroller akan otomatis memasuki sensorless mode, dan gejala yang ditimbulkan tentu akan berbeda dengan kontroller biasa umumnya.
Berikut adalah FAQ penyelesaiannya.


pola kombinasi kabel phase dan hall sensor,
misal pola yang benar adalah pada warna kabel yang sama

·         Motor bergerak maju, namun langsung cepat, tidak bisa melewati putaran pelan. Atau ketika putaran pelan motor hanya bergerak maju-mundur dan sering terhentak tidak jelas
Hal ini sering terjadi di sensorless kontroller. Yang artinya pola kabel hall sensor belum pas, namun pola kabel phase sudah pas sehingga kontroller masuk dalam sensorless mode. Solusi adalah temukan pola kombinasi yang pas dan lakukan self study dengan fitur auto kalibrasi.

·         Motor bergerak terhentak ketika awalan, tidak lembut dan lancar
Sama dengan poin 1 , yaitu masuk ke dalam sensorless mode. Kabel phase salah pola dan sekaligus kabel hall salah pola juga.

·         Motor bisa bergerak maju, namun terhentak mundur sedikit terlebih dahulu.
Masih dalam kasus salah phase , dan kontroller masuk dalam sensorless mode. Namun motor BLDC yang digunakan memiliki struktur kumparan sedikit beda dengan program data sensorless pada kontroller.

·         Motor dengung dan diputar manual dari luar dengan tangan terasa berat. Motor terasa terkunci.
 Ini adalah gejala jika kontroller biasa belum sensorless. Yang artinya kabel phase motor salah susun tertukar 2 kabel. Atau dengan kata lain 1 kabel sudah benar, namun 2 kabel lain salah.
Pola tertukar 2 kabel, namun 1 kabel benar.

·         Motor bisa berputar namun ketika diberikan beban buatan motor langsung terhenti tidak kuat melawan meskipun throttle ditambah besar.
Banyak kemungkinan disini, tidak hanya gejala salah phase saja. namun gejala ini biasanya karena cacat pabrik di bagian program dari kontroller sendiri. Jadi gejala seperti ini terjadi karena cirikhas dari kontroller yang digunakan.

·         Ketika diputar no load rpm, amper yang mengalir lebih dari 5A (untuk motor dibawah 1000W). Atau lebih dari 10A untuk motor 1000W-4000W.
Salah phase dan yang salah semua 3 kabel. Segera lakukan tukar silang kombinasi semua kabel ketiga-tiganya. Kesalahan phase seperti ini biasa terjadi pada kontroller sensored dan apabila dipaksakan maka paling besar kerusakan dampaknya pada dinamo atau kontroller. Kabel phase motor tentu akan panas sekali
pola kabel tertukar silang semuanya. 3 kabel

·         Motor berputar dengung dan berjalan mundur.
Sama seperti poin sebelumnya, salah phase namun yang salah total ketiga kabel phase. Segera lakukan acak ulang kombinasi

·         Motor berjalan mundur, terlihat lembut atau normal, namun amper tinggi. (ini banyak user yang salah phase dalam setelan ini-karena mengira putarannya sudah benar maju)
Sama seperti poin sebelumnya. Namun dalam hal ini juga ada indikasi salah pola pada kabel hall sensornya.

·         Motor berjalan patah-patah pada putaran tidak bisa tinggi, ketika diberikan beban langsung terhenti.
Hall sensor dinamo ada yang mati 1. Karena jika mati 2 atau mati 3 maka dinamo akan off tidak bisa berputar . bisa  berputarpun jika ada bantuan putaran awal. Gejala Kabel phase putus juga demikian



·         Suara motor ketika berputar tidak nyaring.
Ada 2 kemungkinan, yang pertama adalah memang bawaan dari motor suaranya begitu, yang kedua adalah cirikhas kontrollernya. Mengenai normal atau tidaknya, uji cek amper diatas adalah penelitian akurat nya.

·         Motor berputar namun tidak bisa mencapai top speed, dan tidak bertenaga.
 Biasanya ini faktor tegangan baterai yang tidak sesuai spesifikasi dinamo. Atau dengan kata lain baterai lemah. Atau hall sensor yang lemah juga mengakibatkan gejala yang sama.



KESIMPULAN:

Pola kombinasi phase haruslah tepat. Pola kombinasi hanya ada 1 pola yang pas dalam setelan kabel phase. Yaitu motor dapat berputar halus baik di putaran pelan maupun tinggi. Dan amper mengalir saat no load pastikan sekecil mungkin.

SEMOGA BERMANFAAT



Sabtu, 02 Desember 2017

CARA MEMPERBAIKI KERUSAKAN KONTROLLER SEPEDA MOTOR LISTRIK

CARA MEMPERBAIKI KERUSAKAN KONTROLLER SEPEDA LISTRIK

               Jenis kerusakan pada kontroller BLDC memang bervariasi, namun dalam kesempatan kali ini hanya kerusakan MOSFET saja yang dibahas. Karena kerusakan MOSFET lah yang dapat diperbaiki, kerusakan Chipset dan sistem lainnya tergolong sulit untuk diperbaiki, bahkan tidak bisa. Kerusakan. Gejala kerusakan FET adalah: kontroller tidak mau hidup, dan motor BLDC diputar terasa patah-patah, namun ketika dilepas dari kontroller motor BLDC terasa loss kembali.
Kerusakan  MOSFET secara umum disebabkan oleh
Ø  Karakteristik kontroller
Ø  Short / konslet pada kabel 3 phase motor
Ø  beban yang berlebihan
Ø  kurang rapi dalam instalasi



               Hingga saat ini penyebab terbanyak adalah karakteristik kontroller yang menyebabkan FET rusak. Berdasarkan pengalaman kontroller yang menggunakan sistem regulator penurun tegangan dengan 3 resistor dari pabrikan huatong adalah yang paling sering, karena tegangan gate FET sering lewat dari batas spesifikasi. Yang kedua adalah kontroller Treko 500W adalah yang paling sering mengalami kerusakan FET. Sedangkan kontroller 350W, 250W dan kontroller Kelly jarang sekali.

Berikut adalah langkah-langkah dalam perbaikan kontroller BLDC.:

1.    Pasangkan kabel 3 phase kontroller pada motor BLDC
2.    Putar motor BLDC dengan tangan, apabila terasa patah-patah maka betul FET yang rusak.
3.    Cabut salah satu kabel, sehingga tersisa 2 kabel yang masih terpasang dan gunakan pola kombinasi dua-dua.
Maka terdapat 3 kombinas: kuning-biru , kuning-hijau, hijau-biru
Dari kombinasi tersebut akan ditemukan satu pola yang loss tanpa patah-patah. Jika ketiga pola adalah patah-patah semua, maka jumlah FET yang rusak cukup banyak. Lalu apabila B+ dan B- diberi suplay langsung terjadi percikan  api besar dan kontinyu maka semakin banyak indikasi jumlah FET yang rusak. Apabila ditemukan satu pola yang loss maka tandai kabel phase yang menuju yang selalu menyebabkan patah-patah.

4.    Bongkar kontroller,
Lepas kedua bagian tutup kontroller, buka baut-baut yang ada di deretan samping. Dan jika sudah tarik keluar bagian sirkuitnya.
Lepas Baut depan dan samping Box kontroller


5.    Copot baut pengikat FET, dan lepas pendingin FET


Lepas Bautnya dan lepas Pendinginnya

6.    Lakukan pengukuran pada jalur urutan kabel yang sudah ditandai tadi.
Pengukuran dilakukan dengan ohm meter pada kaki Source dan Drain FET, pada FET jalur positif dan FET jalur negatifnya. Apabila hambatan diatas 400 ohm maka jalur tersebut tidak ada FET yang rusak, tapi kalau ada yang hambatannya dibawah itu maka terdapat salah satu FET yang rusak.

ukur hambatan pada kaki source dan drain

diatas 400ohm berarti Normal,


7.    Lihatlah secara fisik semua FET pada jalur yang bermasalah.
         Hal ini dilakukan karena belum tentu semua FET pada jalur itu rusak, bisa jadi hanya satu atau beberapa saja yang rusak. Kalau kontroller yang diperbaiki adalah 250W atau 350W sudah pasti diketahui, karena hanya ada 1 FET saja pada tiap jalurnya. Berbeda dengan kontroller yang menggunakan pararel FET dalam jumlah yang banyak, meski hanya ada satu FET yang bermasalah maka hasil pengukuran semua FET sisanya adalah dibawah 400 ohm. Maka dari itu perlu hipotesa lebih lanjut untuk mengetahui FET manayang rusak.
         Apabila melihat ada FET yang gosong, retak, menggaris, mengeluarkan minyak maka langsung copot FET tersebut. tapi kalau semua FET dalam wujud yang normal, maka permainan hipotesa mencopot perlu dilakukan. Hal ini tentunya tidak akan terjadi pada kontroller 350W yang hanya menggunakan 1 FET pada 1 jalurnya.

copot FET yang terlihat secara fisik tidak normal

Berdasarkan Pengalaman, kontroller treko 500W kerusakan FET disebabkan karena kelebihan beban sehinga secara fisik langsung mudah diketahui (retak ataupun gosong). Sedangkan Kontroller huatong yang menggunakan regulator tegangan resistor kerusakan FET tidak terlihat secara fisik karena disebabkan karena tegangan gate yang melebihi batas spesifikasi.

8.    Lepas FET yang diduga rusak.
Cara melepas FET bisa menggunakan 2 buah solder, karena ketiga kaki FET terikat kuat di PCB. Alangkah baiknya 2 orang yang melakukan.
Lepas FET yang terdeteksi bermasalah

9.    Pasangkan kembali 3 phase ke motor BLDC
Setelah terpasang maka putarlah motor BLDC dengan tangan, apabila sudah loss maka FET yang bermasalah sudah terambil, namun apabila masih patah-patah maka masih terdapat FET lain yang bermasalah

10. Ganti FET dengan yang baru.
         Apabila ingin lebih meyakinkan lagi, ganti FET yang rusak sementara dengan IRF 540 yang harganya murah. Setelah diganti lalu cobakan untuk memutar motor BLDC (ingat: jangan lupa bungkus dulu dengan isolator kertas/kain sirkuit rangakain kontroller untuk mencegah short/kerusakan lain). Apabila motor BLDC berjalan normal kembali maka its greats congragulation, tapi apabila FET yang diganti mengalami kerusakan kembali maka penyebab lain yang sering terjadi adalah tegangan gate error terlalu tinggi, ini solusinya adalah ke perbaikan lebih lanjut ke arah IC regulator tegangan. Jika normal, maka Lepas kembali FET IRF540 dan diganti dengan spec yang sesuai.

Mencoba sementara dengan IRF540

11. Pasangkan FET yang sesuai Spesifikasi atau yang lebih tinggi.
Pastikan ketika menempatkan FET yang baru tinggi kakinya harus sama dengan FET sebelahnya, karena nanti harus menyesuaikan dengan lubang baut ke pendingin.
IRF 75N75, FET yang paling sering digunakan pada kontroller

Pastikan tinggi lubang baut  FET yang baru sama dengan sebelahnya

12. Pasangkan pendingi FET dan kencangkan bautnya, jangan lupa perhatikan isolatornya.

IRF 4410Z, FET yang sering digunakan pada kontroller Watt gede. 

13. Masukkan kembali kontroller sirkuit ke box kontroller.


Masukkan kembali ke Box

14. Kontroller kembali sehat dan berfungsi normal.
  


SEMOGA BERMANFAAT.