Kamis, 11 Februari 2016

MEMBUAT BATERAI LITHIUM UNTUK BATERAI CADANGAN

MEMBUAT BATERAI LITHIUM UNTUK BATERAI CADANGAN


       Baterai lithium adalah baterai dengan bobot yang ringan namun memiliki kapasitas yang besar. Jika 48V 12Ah aki jenis SLA memiliki bobot 16kg maka untuk lithium cukup 3,8kg dalam kapasitas yang sama. Sebuah keuntungan yang luar biasa yang lithium miliki. Dalam kesempatan kali ini akan dijelaskan bagaimana cara merakit  cell lithium menjadi baterai cadangan untuk kendaraan listrik.



1.     Siapkan cell baterai lithium (li ion).

             Banyak opsi untuk menggunakan baterai cell li-ion dengan ukuran cell 18650. Jika menggunakan baterai baru pastikan menggunakan kualitas yang bagus dan berkelas, jangan menggunakan cell kelas rendah seperti ULTRAFIRE, dan brand imitasi lainnya. Gunakanlah cell dengan brand berkualitas seperti samsung, panasonic, dan beberapa cell yang berkelas. Warna baterai lithium memiliki jenis peruntukan yang berbeda beda. Misal ungu untuk hi drain, pink untuk stabilitas arus kontinyu dalam 1C, biru untuk power bank dan leptop kelas arus sedang, kuning untuk arus kecil seperti lampu, dll. Jadi jangan adal pilih baterai apalagi susunan warna-warni macam pelangi.




Baterai Samsung cell 18650, 22P Hi drain type

Setiap warna cell baterai memiliki arti fungsi tersendiri



Susunan seri cell baterai lithium 18650 adalah membentuk voltase:

7  Seri  = 24V
10 Seri = 36V
13 Seri = 48V 
16 Seri = 60V
20 Seri = 72V


Sedangkan besarnya kapasitas Ah adalah jumlah pararelnya:

1 pararel = 2,2 - 2,9Ah
2 pararel = 4,2 – 5,8Ah
3 pararel = 6,6A – 8,7Ah
4 pararel = 8,8Ah – 11,6Ah
5 pararel = 11 – 14,5Ah
6 pararel = 13,2 – 17,4Ah
7 pararel = 15,4 – 20,3Ah
 
cell lithium ion yang sudah terakit seri-pararel



2.    Jika menggunakan baterai bekas laptop/ power bank, pastikan kualitas masih bagus.


Lakukan beberapa tahapan untuk testing baterai leptop:
Ø  Lakukan reset baterai pada ujung baterai cell 18650
Ø  Lakukan single charging pada baterai
Ø  Diamkan selama 3 hari hari
Ø  Ukur berapa nilai penurunan Volt nya,
Ø  Jika volt dibawah 3,7V maka cell tersebut tidak layak pakai
Ø  Pilihlah cell yang layak pakai untuk dirakit


3.    Siapkan BMS

BMS adalah Baterai Management Sistem, atau adalah alat untuk mengontrol cell baterai lithium. Hal yang dikontrol oleh BMS adalah: arus maksimum, under voltage tiap cell, upper voltage tiap cell, pengontrol arus charging, dan pembalancing keseragaman tegangan antar cell.

Pastikan BMS yang digunakan adalah kualitas yang terbaik dan sudah dilengkapi fitur balance charging

PROSES PERAKITAN.

1.    Menempatkan baterai ke dalam box

2.    Melakukan soldering susunan seri antar cell baterai 18650
3.    Soldering kabel-kabel dari BMS ke tiap cell

4.    Pembuatan port charge and discharge

prosses charging


Socket trapesium untuk discharge / load / beban

model male socket trapesium untuk beban / load / discharger



5.    Baterai lithium pack eksternal siap digunakan




Hasil review hasil pengujian:

Kapasitas baterai cadangan          : 48V 10Ah
Jarak tempuh                                    : 20-30km
Amper peak                                       : 16A (peak batas kontroller motor listrik)
Bobot total baterai pack                  : 3,8kg
Dimensi (pxlxt (cm) )                       : 16 X 16 X 12 cm

Spesifikasi baterai pack eksternal

Amper peak BMS                             : 30A continyu, 60A peak, balancing mode
Jenis cell yang dipakai                   : Li ion samsung 26FM.  3,7V 2600Mah / cell
Jumlah cell                                       : 52 cell
Susunan cell                                     : 13 Seri – 4 pararel
Charger                                             : Li ion 4A , 54,2V charger.


SEMOGA BERMANFAAT



0 comments:

Poskan Komentar