Senin, 20 April 2020

PEDAL ASSIST SENSOR, SEBERAPA PENTING SIH?. FAKTA TENTANG PEDAL ASSIST SENSOR


PEDAL ASSIST SENSOR, SEBERAPA PENTING SIH?. 

FAKTA TENTANG PEDAL ASSIST SENSOR 

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN PEDAL ASSIST SENSOR

Pedal assist sensor atau yang disingkat dengan PAS adalah sebuah alat yang dipasangkan di sensor kayuhan kaki (crank pedal) yang berfungsi mendeteksi putaran kaki lalu memberikan sinyal ke kontroller untuk memutarkan motor secara otomatis. Sangat sederhana memang definisinya ini, namun taukah kita terkait fakta-fakta realita produk di lapangan berdasarkan hasil survey dan testimoni costumer/ user pengguna sepeda listrik.

Pedal assist sensor, penting ngak sih???


Salah satu rangkuman chat diskusi survey terkait pedal assist sensor ada di grub facebook KOMUNITAS SEPEDA LISTRIK INDONESIA yang arsip diskusinya sudah admin simpan pada link berikut: SURVEY PEDAL ASSIST SENSOR.


diskusi testimoni pedal assist sensor.

sumber langsung ada di:

  

1.    PAS ADALAH KOMPONEN AKSESORIS TAMBAHAN SAJA.

PAS adalah komponen aksesoris tambahan saja, bukan komponen utama. Jadi tidak digunakan tidak masalah juga. Namun masih banyak calon user sepeda listrik masih beranggapan jika tanpa pedal assist maka sebuah sepeda listrik tidak bisa digowes secara manual. Masih banyak itu yang berasumsi demikian. Jadi faktanya ada pedal assist sensor ataupun tidak ada sebuah sepeda listrik tetap bisa digowes manual selayaknya sepeda kayuh biasa.



tanpa pedal assist sepeda listrik tetap bisa digowes manual.


2.    PAS TIDAK SEPENUHNYA MEMBUAT BATERAI HEMAT.

"pakai saja pedal assist sensor maka baterai akan irit dan jarak tambah jauh" pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Disini kita katakan berdasarkan riset eksperiment banyak situasi kondisi yang menyebabkan PAS justru membuat semakin boros baterai. Yaitu situasi apa?, adalah situasi dimana putaran gowesan kaki hanya menjadi putaran kosong tidak menggerakkan laju sepeda melainkan sepeda sudah melaju sendiri karena faktor dorongan motor listrik. Sehingga posisi ini mengakibatkan perbandingan 100% gerakan motor listrik dan 0% dorongan kayuhan kaki.

Pedal assist sensor sangat erat kaitannya dengan Cadence putaran kaki gowes


Ideal yang bagus yang bagus pada pedal assist sensor adalah 50% putaran kayuhan kaki dan 50% dorongan mesin listrik. Hal itu perlu dilakukan setting dan kalibrasi secara tepat. Yaitu dengan cara mengurangi jumlah magnet pada pedal assist sensornya. Setiap orang memiliki gaya gowes masing-masing. Ada yang bermain cadende tinggi, ada juga yang bermain cadence rendah. Cadence adalah = RPM putaran kaki ketika mengayuh gowes pedal.

Berikut adalah tabel ideal jumlah titik magnet pedal assist dengan gaya gowes cadence ideal.


posisi titik magnet pada disc pedal assist.


3.    HANYA COCOK UNTUK MOTOR WATT KECIL

Realistik produk di lapangan. Saat ini pedal assist hanya biasa dipadukan dengan motor 250W dan maksimal 350W saja. Untuk 500W, 1000W, 3000W jarang sekali ditemui produk yang dengan fitur pedal assist. Dari produsen pabrik saja sudah tidak memproduksi tentu pasti ada alasannya.

Sepeda commuter dengan watt kecil yang biasanya dilengkapi pedal assist sensor


Kalau menurut referensi beberapa sumber mengapa motor watt besar tidak memerlukan pedal assist sensor itu karena faktor power akselerasi motor yang sudah tidak sebanding dengan power tenaga gowesan kaki. Satuan daya gerak gowes kaki memutar pedal adalah watt, dan di dunia balap sepeda sering disebut FTP (Functional Threshold power). Rata-rata Seorang atlet balap sepeda paling besar memiliki FTP sebesar 300-400Watt, apalagi yang Cuma hobbiest sekitar 100W nilai FTP nya.. Sedangkan motor listrik kalau menggunakan 1000 Watt itu artinya sudah melebihi batasan kekuatan putaran kaki bukan? Tidak mungkin posisi ideal 50%:50% lagi, jadi mungkin itu alasan pedal assist sensor kurang cocok untuk motor watt besar.

Grafik power statistik kekuatan kaki Atlet sepeda.


Sepeda listrik dengan motor watt besar, jarang dilengkapi pedal assist sensor

4.    COCOK UNTUK IBU-IBU ATAU ANAK-ANAK

Pembagian kooordinasi tubuh yang menyebabkan poin ini dibahas. Berdasarkan testimoni costumer bogipower electric untuk wanita dan anak-anak lebih ternyata tidak bisa membagi gerakan tangan dan kaki secara seimbang dalam waktu bersamaan. Jadi apabila kaki berputar gowes maka tangan tidak bisa fokus mengontrol putaran handle gas. Begitupula ketika tangan fokus mengontrol putaran handel gas maka kaki tidak bisa konsentrasi memutar crank kayuhan kaki. Jadi harus salah satu yang kerja.



Hal ini semacam koordinasi tubuh yang bingung membagi tugas. Maka dari itulah pedal assist sensor menjadi solusi untuk kalangan yang mengalami kesulitan pembagian koordinasi tubuh ini. Tapi untuk kalangan laki-laki, lebih lagi sudah terbiasa menyetir mobil transmisi manual dengan 3 pedal, tentu membagi tugas koordinasi tubuh antara kaki dan tangan bukan suatu hal yang sulit.


5.    KURANG COCOK UNTUK GOWESER ATAU ATLET

Jaman sekarang kalangan hobbiest sepeda sudah bisa dikatakan mulai menyamai atlet tingkat regional. Bisa kita lihat di instagram atapun postingan-postingan Strava para hobbiest goweser yang sudah pada enteng bersepeda 50-100km dalam sekali perjalanan. Lalu mengapa pedal assist dikatakan kurang cocok pada kalangan ini?, kembali pada poin nomor 2 diatas kaitannya: yaitu terkait cadence atau putaran kaki gowes.

saat gigi dalam posisi ratio ringan, putaran kaki menjadi lebih tinggi.
padahal speed belum tentu dalam keadaan kencang


Seorang hobbiest goweser biasa memiliki RPM cadende 80-90RPM, sedangkan untuk atlet  memiliki cadence 105RPM keatas. Meskipun setting pedal assist sudah di set bagian LOW, dan magnet sudah dilepasin Cuma sisa 1 biji magnet sekalipun, jika yang pakai atlet atau goweser maka yang terjadi hanya putaran kosong saja kaki yang memutar crank pedal. Karena kontroller akan mendeteksi bahwa cadence 80 rpm up itu adalah kondisi sepeda sedang butuh power besar untuk kecepatan tinggi. Padahal RPM cadence tinggi belum tentu gir dan rantai berada pada gear ratio yang mode speed tinggi (depan besar - belakang kecil). Bisa jadi sedang mode santai (depan kecil - belakang besar)





6.    KURANG COCOK UNTUK KECEPATAN PELAN

Mengapa pedal assist sensor kurang cocok untuk kecepatan pelan?. Ok coba mari kita bayangkan ketika kita santai-santai sepedaan sore hari, lewat gang-gang kampung, ketika santai santai kadang kaki gerak gowes kadang pula kaki diem tidak gowes karena sepeda sudah meluncur , lalu saat kaki memulai gerak memulai gowes lagi tiba-tiba pedal assist aktif dan motor menghentak berjalan sendiri dengan power kuat dan melakukan akselerasi. Apa yang terjadi ?. kurang nyaman dalam gowes santai , karena sepeda jadi "nyentak-nyentak" jalan sendiri.



7.    COCOK UNTUK JALAN DATAR PADA KECEPATAN 30 UP

Lhoo.. kenapa di poin ini mengatakan cocok di jalan datar dan kecepatan di 30km/jam lebih?. Poin nomor 7 ini adalah kaitannya dengan RPM batasan maksimal si motor listrik. Sebuah motor listrik 250W rata-rata memiliki top speed 25-30km/jam sedangkan 350W bisa sampai 35km/jam. Saat sebuah sepeda sudah melaju kecepatan 30km/jam lebih lalu apabila pedal assist aktif maka motor sudah tidak terlalu kerja keras lagi. Istilah "nyentak-nyentak" pada poin 6 sudah tidak terjadi.  Yang terjadi motor hanya putaran kosong saja karena laju sepeda sudah menyamai putaran maksimal dari si motor. Pada situasi ini akan terjadi perbandingan tenaga 10-20% tenaga motor listrik dan 80% tenaga dari kayuhan kaki. Sehingga pada posisi situasi ini BENAR JIKA PEDAL ASSIST MEMBUAT IRIT.

pada kecepatan diatas 30km/jam , pedal assist cukup efektif


Berikut adalah tabel perbandingan kisaran tenaga motor listrik banding pedal assist saat sepeda melaju di jalan datar kecepatan up to 30km/jam.



Selain itu pada jalan datar dan durasi yang lama menekan throttle juga akan membuat tangan menjadi pegal-pegal. Nah di posisi inilah pedal assist sensor akan sangat membantu.

8.    BEBERAPA TESTIMONI MENGATAKAN BAHAYA

Poin nomor 8 ini adalah kelanjutan dari poin nomor 6 diatas. Efek sepeda yang "nyentak-nyentak" alias berjalan tidak stabil itu bisa menjadi titik bahaya tersendiri bagi pesepeda.
Pernah ada laporan testimoni dari user: saat dia mau menyebrang jalan raya besar. Yang dilakukan sebelum menyebrang jalan adalah menunggu jalanan sepi tentu, namun saat menunggu user tersebut sambil naik sepedanya dan kaki gowes pelan supaya sepeda tetep laju pelan dan kaki tidak perlu turun. Ketika kaki bergerak, pedal assist sensor aktif ON, dan yang terjadi sepeda tiba -tiba meluncur akselerasi mendadak dan masuk ke jalan raya yang masih ramai. Bisa dibayangkan bahayanya kan?





9.    TIDAK BISA DIPASANG DI SEPEDA DENGAN MODELK PRESSWITCH BOTTOM BRAKET DAN HOLLOWTECH CRANK

Pedal assist sensor modelnya adalah terdiri dari 2 bagian, bagian pertama berupa ring besar yang dipasangkan di frame sepeda dengan mekanisme dicapit oleh bottom braket sedangkan bagian satunya adalah magnet sistem yang dipasangkan di as crank pedal.
Sepeda dengan model integrated Bottom braket dan presswitch bottom braket ring pembaca sensor tidak bisa dipasangkan, karena model frame sepeda bukan baut seperti bottom braket biasa.

Sepeda dengan model crank hollowtech memiliki as besar, sehingga magnet pada pedal assist tidak bisa masuk ke dalam as hollowtech crank. 


press switch bottom bracket, integrated bottom braket, tidak bisa dipasang pedal assist


Ya itulah tadi 8 poin terkait pedal assist sensor. Supaya menjadi pertimbangan kita semua ketika memilih fitur pedal assist sensor. Jangan sampai kita memilih pedal assist hanya karena fanatik ataupun ikut trend-trend yang ada di marketplace Online shop, atau hanya ikut-ikutan trend sepeda listrik saja tanpa mengetahui basic dasar cara kerja alatnya.

TERIMAKASIHSEMOGA BERMANFAAT


3 comments:

  1. Ketika putaran dinamo melebihi putaran kaki masih psrlukan pas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha yo sudah pasti putaran dinamo itu melebihi putaran kaki lahh.
      dinamo ebike 350W saja bisa 350RPM kok den bagus..

      sedangkan kaki gowes ngak mungkin 350RPM, atlet tour de france aja pegel pegel tuh rpm segitu, wkakakakaka

      Hapus