Rabu, 31 Agustus 2016

MENGENAL JENIS-JENIS AKI KONVENSIONAL UNTUK MOTOR LISTRIK

MENGENAL JENIS-JENIS AKI KONVENSIONAL,
MANA SIH YANG COCOK UNTUK MOTOR LISTRIK


Belakangan ini banyak sekali EV lovers menanyakan tentang baterai kendaraan listrik listrik. Tentunya baterai berbasis Lithium adalah yang terbaik, namun masih ada yang bersikukuh ingin menggunakan aki basah atau aki motor. Maka dari itu, disini akan dibahas mengenai jenis-jenis aki yang pada umumnya kita temui di lapangan.




Aki basah atau Lead Acid baterai adalah sebuah penghasil daya listrik yang mengunakan reaksi kimia timbal dan asam sulfat.
Secara perawatan dibagi menjadi 2 tipe: yaitu tipe aki basah dan tipe MF (free maintenance)
Secara penggunaan dibagi menjadi 2 tipe juga: yaitu aki starting dan aki deep cycle.
Secara jenis/tipe dibagi menjadi: aki basah konvensional, aki hybrid, aki kalsium, aki MF, dan aki sealed. 

Hal ini tentunya sudah mudah dipahami oleh kalayak umum disekitar kita. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas macam-macam aki berdasar: Konstruksi dan jenis pemakaian nya.   
jenis aki

Pembagian Aki berdasarkan Jenis konstruksinya


1.    Aki Basah Konvensional

Jenis aki ini adalah aki model basah yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Ciri utamanya memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki saat ia kekurangan akibat penguapan saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki. Sel-selnya menggunakan bahan timbal (Pb). Kelemahan aki jenis ini adalah pemilik harus rajin memeriksa ketinggian level air aki secara rutin. Cairannya bersifat sangat korosif. Uap air aki mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar dan meledak jika terkena percikan api. Memiliki sifat self-discharge paling besar dibanding aki lain sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat ia didiamkan terlalu lama.

aki basah
contoh aki basah konvensional



2.    Aki Hybrid

Pada dasarnya aki hybrid tak jauh berbeda dengan aki basah. Bedanya terdapat pada material komponen sel aki. Pada aki hybrid selnya menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel (-). Aki jenis ini memiliki performa dan sifat self-discharge yang lebih baik dari aki basah konvensional. (sumber: Aki GS Astra)
aki hybrid
Aki hybrid secara fisik hampir mirip aki basah biasa.


3.    Aki Kalsium

Kedua selnya, baik (+) maupun (-) mengunakan material kalsium. Aki jenis ini memiliki kemampuan lebih baik dibanding aki hybrid. Tingkat penguapannya pun lebih kecil dibanding aki basah konvensional.
Keunggulan Aki kalsium:

aki kalsium
Aki merk Bosch, Delkor, yang sekilas mirip aki kering adalah jenis aki kalsium

·         Mempunyai performance yang baik dibanding accu Antimonial dan Hybrid di atas.
·         Mempunyai daya tahan / usia pakai yang baik. (tahan lama).
·         Tingkat Self-Discharge paling kecil (0.1-0.2% (volume/day)

4.    Aki MF (Maintenance Free)

Aki ini adalah jenis aki bebas perawatan. Aki jenis ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air aki. Uap aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air aki selalu pada kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air aki. Aki jenis ini biasanya terbuat dari basis jenis aki hybrid maupun aki kalsium.
Aki UPS adalah salah satu jenis aki bebas perawatan


5.    Aki Sealed (SLA)

Aki jenis ini selnya terbuat dari bahan kalsium yang disekat oleh jaring berisi bahan elektrolit berbentuk gel/selai. Dikemas dalam wadah tertutup rapat. Aki jenis ini kerap dijuluki sebagai aki kering. Sifat elektrolitnya memiliki kecepatan penyimpanan listrik yang lebih baik. Karena sel terbuat dari bahan kalsium, aki ini memiliki kemampuan penyimpanan listrik yang jauh lebih baik seperti pada aki jenis calsium pada umumnya. Pasalnya ia memiliki self-discharge yang sangat kecil sehingga aki sealed ini masih mampu melakukan start saat didiamkan dalam waktu cukup lama. Kemasannya yang tertutup rapat membuat aki jenis ini bebas ditempatkan dengan berbagai posisi tanpa khawatir tumpah. Namun karena wadahnya tertutup rapat pula aki seperti ini tidak tahan pada temperatur tinggi sehingga dibutuhkan penyekat panas tambahan jika ia diletakkan di ruang mesin.



Pembagian Jenis Aki berdasar pemakaiannya.


1.    Starting batery

Merupakan jenis aki yang dirancang mampu menghasilkan energi (arus listrik) yang tinggi dalam waktu singkat sehingga dapat menyalakan mesin seperti mesin kendaraan. Dengan kata lain untuk menghidupkan mesin dibutuhkan arus listrik yang tinggi. Setelah mesin hidup aki istirahat sambil dicas kembali oleh dinamo (alternator). Jadi aki akan selalu penuh terisi arus listrik tidak pernah sampai habis. Jika aki sering terpakai sampai habis aki jenis ini akan cepat rusak. Hampir sebagian besar aki yang mudah ditemui di pasaran adalah jenis aki ini. Aki jenis ini sangat tidak cocok untuk kendaraan listrik.
Konstruksinya menggunakan banyak pelat tipis secara paralel agar resistansinya rendah dengan permukaan yang lebih luas agar dapat melepas arus listrik yang tinggi saat dibutuhkan. Aki jenis ini banyak digunakan pada kendaraan untuk menyalakan mesin.


Konstruksi aki starting


2.    Deep Cycle Batery

Kebalikan dari jenis Starting Battery, Deep Cycle Battery dirancang untuk menghasilkan energi (arus listrik) yang stabil (tidak sebesar Starting Battery) namun dalam waktu yang lama. Aki jenis ini tahan terhadap siklus pengisian - pengosongan aki yang berulang-ulang (Deep Cycle) karenanya konstruksinya menggunakan pelat yang lebih tebal seperti terlihat pada gambar. Aki Deep Cycle banyak digunakan pada peralatan yang menggunaan motor listrik seperti kursi roda, forklift, mobil golf. Jenis ini juga banyak digunakan pada proyek energi alternatif untuk menyimpan arus listrik seperti pada pembangkit listrik ternaga surya, pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga air.
Aki jenis Deep Cycle adalah yang paling cocok untuk kendaraan listrik. Berikut jenis-jenis aki yang tergolong deep cycle.

a.    VRLA, Valve-Regulated Lead Acid Battery

Jenis ini sering juga disebut Sealed Lead Acid battery atau Sealed Maintenance Free battery. Secara fisik aki jenis ini terlindung / tertutup rapat, yang nampak dari luar hanya terminal (+) positif dan (-) negatif. Didesain agar cairan elektrolit tidak berkurang karena bocor atau penguapan. Aki jenis ini memiliki katup ventilasi yang hanya terbuka pada tekanan yang ekstrem untuk pembuangan gas hasil reaksi kimianya. Tidak ada katup untuk isi ulang cairan elektrolitnya, karenanya dikenal dengan aki bebas perawatan (Maintenance Free Battery). Salah satu kelebihan aki ini adalah tidak bisa melembung saat terjadi overcharging.



contoh Aki VRLA



b.     Gel Cell

Aki jenis ini, cairan elektrolitnya dicampur dengan pasir silica sehingga menjadi kental seperti jelly (agar-agar atau puding). Kemudian jelly ini berfungsi seperti halnya cairan elektrolit. Aki jenis ini sebaiknya jangan digunakan pada perangkat yang membutuhkan suplai arus listrik yang tinggi (discharging) atau di cas dengan arus yang tinggi pula (charging). Kalau tidak jelly-nya akan cepat robek atau rusak sehingga aki tidak dapat digunakan lagi.


c.     Absorbent Glass Mat Battery (AGM).

Aki jenis ini memiliki separator (pemisah) yang terdiri dari fiberglass yang diletakkan di antara pelat-pelat selnya yang bertujuan menyerap cairan elektrolit agar tersimpan di pori-pori fiberglass. Fungsi fiberglass ini mirip seperti handuk yang menyerap air ketika salah satu ujung handuknya dicelupkan ke dalam ember yang berisi air.

 

Diantara kelebihan AGM baterry adalah:
- Hampir semua aki AGM sistim pengecasannya sama seperti pengecasan aki pada umumnya. Tidak memerlukan syarat-syarat dan alat pengecas (charger) yang khusus.

- Dapat disimpan untuk waktu yang lama tanpa harus dicas ulang karena self-discharge nya sangat rendah (1% - 3% per bulan). (Self-discharge = penurunan kapasitas / tegangan aki pada kondisi tanpa beban karena adanya resistansi internal).

- Karena resistansi internal-nya sangat rendah, aki tidak akan kepanasan walau digunakan pada beban yang membutuhkan arus yang besar atau saat di-cas ulang dengan arus listrik yang tinggi.

- Bebas perawatan, anti penguapan, anti bocor dan tetap beroperasi walaupun dalam cuaca sangat dingin, bahkan walau casing akinya retak atau pecah akan tetap beroperasi dengan baik.

Sedangkan kekurangannya, sejauh ini harganya yang (masih) mahal.


KESIMPULAN:AKI KONVENSIONAL YANG PALING COCOK UNTUK KENDARAAN LISTRIK HANYALAH JENIS VRLA DAN SLA


Link terkait: Mengenal Nilai Hr pada Aki / Baterai

SEMOGA BERMANFAAT

10 comments:

  1. Balasan
    1. itu masuk katagori baterai,, disini cm bahas AKi saja udah sepanjang ini.. ndak ra mudeng nek tk bahas lithium. haha

      kalau scr general lifepo disini:

      http://electricisart.blogspot.com/2014/11/memilih-jenis-baterai-untuk-kendaraan.html

      Hapus
  2. mas kalo aki kering 12v 12ah arus continue nya berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jenis aki apa?. kalau VRLA kontinyunya skitar 2A - 4A.
      kalau aki basah tidak direkomendasikan untuk kontinyu

      Hapus
  3. mas kalo aki kering 12v 12ah arus continue nya berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aki kering itu 0,2 dari kapasitasnya. untuk 12Ah berarti di angka 2,4A

      Hapus
  4. Mas kalo saya lagi uji coba membuat portal otomatis. Saya ingin menggunakan aki. Kira2 aki yg cocok buat portal saya apa ya? Motor listrik yg saya gunakan 24v 7A.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakae Aki UPS atau aki solar panel gan..

      Hapus
  5. Ada berapa jenis aki basah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditanyakan ke toko aki terdekat lebih akurat itu juragann....

      Hapus