Senin, 14 Desember 2020

INGIN MEMBUAT MOTOR LISTRIK 100KM/JAM, AYO PERTIMBANGAKAN 7 ASPEK INI

INGIN MEMBUAT MOTOR LISTRIK 100KM/JAM,
AYO PERTIMBANGAKAN 7 ASPEK INI


                   Sebuah sepeda motor listrik adalah kendaraan yang memilik sensasi tersendiri. Baik untuk kalangan masyarakat yang belum pernah memiliki kendaraan listrik ataupun sudah sering mengendarain kendaraan listrik, tentu pernah terlintas dalam pikiran: apakah bisa sebuah sepeda motor listrik mampu melaju kencang dan jarak tempuhnya jauh?.



                   Jawabannya memang bisa, maka dari itu banyak sekali temen-teman EV lovers ingin berencana membuat sepeda motor listrik yang bisa melaju kencang dan jarak tempuh nya jauh. Selain sensasinya, sepeda listrk yang mampu melaju kencang saat ini juga masih belum banyak dimiliki di masyarakat sekitar kita. Tapi perlu kita ketahui aspek apa sajakah yang dipertimbangkan untuk membuat sepeda motor listrik kecepatan tinggi?

1.    Aspek regulasi pemerintah

Regulasi kendaraan listrik memang belum diatur dalam Undang undang terbaru tentang lalu lintas angkutan barang, yaitu UU no 22 tahun 2009. Hanya saja yang paling mendekati adalah kendaraan roda 2 yang bisa melaju diatas kecepatan 40km/jam pengemudi harus mengunakan SIM. Dalam kesempatan artikel ini kita tim kreatif artikel electricisart hanya lebih paham tentang teknis, jadi poin aspok nomor 1 ini hanya sebagai bonus pertimbangan saja.




2.    Dinamo motor penggerak

Power motor dinamo yang mampu menggerakkan laju sepeda motor listrik diatas 60km/jam minimal adalah 2000W motor. Selengkapnya untuk tips memilih dinamo ada disini: Memilih dinamo untukroda 2, dan kisaran harganya.
Dalam 48V Motor BLDC hub 2000W dapat melaju kecepatan 70km/jam, 3000W bisa melaju 80-90 km/jam, 4000W dapat melaju 90-100km/jam.
Kelas selanjutnya adalah 72V, dalam 6000W dapat melaju 100-110km/jam, 8000W dapat melaju 120-130 km/jam. Untuk 96V ?. tentu bisa lebih kencang lagi.


Aspek pertimbangan  paling utama untuk motor adalah harganya:
Motor 2000W, dinamo saja memiliki kisaran harga 4-5jt an, 3000W = 6-7jt an , 4000W = 6-8jt an , 6000W = 7-10jt an , 8000W = 12-15jt an. Bisa dipertimbangkan itu untuk speed yang diharapkan tentu membutuhkan biaya yang diharapkan pula.



3.    Kontroller

Kontroller adalah pendukung supaya dinamo dapat berputar optimal. Dalam 2000W kontroller idealnya adalah 50-60A , kisaran harga adalah 1.9-2.6 jt an. 3000W kontroller adalah 80A kisaran harga 3 jt an. 4000W kontroller 110A di 4jt an.  6000W 140A kontroller di 5jt an dan 8000W 160A kontroller di 6-8jt an.
Merk terkenal yang bagus dalam kontroller adalah: sabvoton, sevcon, kellycontroller, HPM goldenmotor,  Votol landech, altract, curtis dan infeneon.


kontroller motor listrik


4.    Casis kendaraan listrik

Casis adalah kerangka yang menompang body kendaraan. Dalam sepeda motor listrik yang mampu melaju kecepatan diatas 70km/jam tentu casis harus didukung kualitas bahan yang standar aman. Tidak direkomendasikan jika perakit memilih casis bawaan sepeda motor listrik yang sudah jadi seperti trekko, emoto, wim, sunrace, selis dll lalu dimodifikasi ganti dinamo nya. Sangat tidak aman itu, karena kendaraan tersebut hanya dirancang kecepatan 30-40km/jam saja. Namun beda cerita kalau casis menggunakan yamaha Nmax, honda vario, Tiger, Vixsion, dan beberapa motor bensin buatan jepang yang memang dirancang bisa melaju diatas 100km/jam, tentu casis lebih aman.




Untuk casis buatan sendiri bagaimana?, tentu harus dihitung benar tentang kekuatan material bahan, center gravity, dan aligment kemudi roda depan. Jangan sampai ketika melaju di jalan raya mengalami deformasi casis yang membahayakan.

selain casis sistem rem, suspensi, ban dan kemudi adalah hal yang penting dipertimbangkan.

5.    Baterai

Baterai adalah aspek yang pelu dipertimbangkan khususnya bagian harga/ biayanya. Baterai ibarat tangki bensin pada kendaraan listrik, semakin besar baterai maka jarak tempuh bisa semakin jauh, semakin kecil tangki jarak tempuh semakin pendek. Ideal minimal untuk kendaraan yang bisa melaju diatas 60km/jam (2000W-4000W motor) kapasitas minimal baterai adalah 48V-72V 40Ah. Jarak tempuh akan bisa menempuh 40-60km tergantung efisiensi kendaraan. Jika kita mengunakan aki SLA atau VRLA 48V 40Ah maka bobot baterai adalah 56kg dan biaya kisaran Rp 5.200.000. jika kita menggunakan lithium baterai maka bobot baterai 14kg, kisaran harga 8-9 jt an bahkan diatas 10jt an . Perlu dipertimbangkan itu.

40Ah dalam bentuk SLA?, hmm bikin penuh tempat


Jika kita menggunakan kapasitas diatas 40Ah ?, sangat tidak cocok menggunakan SLA karena bobotnya yang sangat berat sekali. Pakai baterai lithium lebih ringan karena bobot hanya 7kg / 20Ah. Namun Jika lithium maka pertimbangkan dulu alokasi biayanya. 72V 60Ah lithium bisa mencapai 12jt an, 72V 80Ah lithium bisa lebih dari 15-20jt an baterai nya.


lithium baterai dan Lifepo4 baterai lebih kecil dimensi


6.    Charger

Charger kenapa dipertimbangkan?. Karena dalam kapasitas yang besar tentu kita tidak bisa menggunakan charger 2A seperti bawaan merk Dealer sepeda listrik pada umumnya di lapangan yang 2-4 Amper saja. Misal baterai dalam kapasitas 48V 40Ah, di charger dengan charger 2A, maka butuh waktu 20 jam/ hampir sehari semalam baru penuh, Ini tidak cocok. Charger harus mengikuti lebih besar yaitu minimal 6 Amper. Ideal 8 Amper atau lebih. Baru itu bisa digunakan 2 jam sampai 4 jam bisa penuh.
Harga charger lithium ion atau Lifepo4 yang profesional untuk 6 Amper sekitar 800rb an. Untuk charger lithium ion atau lifepo4 yang 8A sekitar 1.1 jt an.

Profesional lithium charger biasanya menggunakan Alumunium case


7.    Listrik PLN untuk charger yang mumpuni

Apabila kita menggunakan charger 72V 8A, maka jika dalam kalkulasi daya adalah 576 Watt, jika terpotong efisiensi swiching charger jadi kisaran 600 Watt daya listrik PLN yang tersedot untuk charger. Hal ini tentu listrik rumah tangga yang 450W sangat tidak kuat. Minimal adalah 900W itupun sudah terpakai 600W untuk charger, peralatan rumah tangga lainnya hanya tersisa space 300W.



Kalau secara efisiensi pembayaran tagihan listrik nya bagaimana?, jawabannya adalah sama, kita menggunakan 2A charger maupun 8A charger tagihan PLN tetap sama.







Nah itu dia 7 alasan pertimbangan jika kita ingin membuat kendaraan listrik roda 2 berkecepatan tinggi. Disini kita tidak bermaksud membuat pesimis atau mematahkan semangat, tapi justru disini kita memberikan gambaran wawasan supaya menjadi persiapan yang lebih baik dan bermanfaat.


SEMOGA BERMANFAAT

12 comments:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Permisi mau bertanya, saya mau meningkatkan jarak tempuh motor listrik saya, baterai yang saya gunakan saat ini 60v 20 ah, untuk menambah jarak tempuh berapa kebutuhan baterai yang harus saya gunakan tanpa mengganti alat yang lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tinggal punya 1 baterai pack lagi saja.
      bisa 60V 20Ah misalnya.

      Hapus
  3. Selis Volta saya bertenaga 650w dengan batere 48v 12ah, kalau saya mau menaikkan kecepatan dengan menambah 1 batere lagi sehingga jadi 60v 12ah apakah perlu ganti controller dan Hub?

    BalasHapus
    Balasan
    1. naik ke 60V maka:
      ruang wajib nambah untuk tambahan baterai,
      kontroller ganti ke 60V
      cahrger ganti ke 60V
      DC converter dan kelistrikan juga harus support di 60V

      Hapus
  4. Manteb sekali pak lik yg satu ini, sukses terua dengan blogger nya, kebetulan saya pengguna viar new q1, sedang cari informasi wiring controler nya, ada masalah di bagian speed mode, memang segala kerusakan masih tanggungan garansi viar, tapi ketemu blog ini ga percuma juga. Banyak ilmu nya ternyata, mungkin bisa dibantu berbagi. Makasih

    BalasHapus
  5. Blog ini sangat Membantu sekali bagi saya yg baru melek dgn teknologilistrik,terima kasih Gan atas share info2 nya

    BalasHapus