MENGENAL
KONSEP DASAR VOLTASE, AMPER, AMPERHOUR DAN WATT
PADA
KENDARAAN LISTRIK
Belakangan ini tren EV lovers mulai
merambah luas, banyak dari berbagai kalangan yang memulai terjun ke dunia EV
lovers alias tertarik dengan kendaraan listrik. Namun, tak sedikit pula para
modifikator paham tentang konsep dasar kelistriktrikan. Ada yang memiliki
persepsi “menghidupkan lampu LED pakai aki mobil bisa terbakar lampu LED nya”, Atau
“aki saya kan 12V 12Ah, berarti watt kendaraan listrik saya Cuma 144W” , lalu
ada lagi “motor BLDC saya 500W berarti konsumsi listriknya 48V X 10,41A = 500W”..
dan kesalahan konsep lainnya.
Pentingnya konsep Amper pada kendaraan listrik
Hal ini
yang membuat hati tersentuh dan maka dari itu electricisart-Bogipower merilis tentang konsep dasar Volt (V), Amper (A), Amperhour (Ah) dan Watt pada
kendaraan listrik
1.
VOLTASE
(V)
Tegangan listrik /voltase adalah perbedaan potensial
listrik antara dua titik/kutub dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam
satuan volt. Dalam dunia kendaraan listrik Voltase sangat erat kaitannya dengan
jumlah baterai. Baterai yang disusun seri akan menyebabkan voltase ditambahkan.
Misal 12V diseri dengan 6V maka tegangan total adalah 18V. Dalam merangkai
Baterai secara seri memang boleh dalam voltase yang berbeda, Namun apabila PARAREL Voltase HARUS SAMA karena apabila volt berbeda maka akan terjadi Short
sebesar beda V tersebut.
Voltase yang sering digunakan dalam kendaraan listrik
adalah 24V, 36V, 48V, 60V, 72V dan 84V. Tapi di pasaran indonesia kebanyakan
36V atau baterai 3, dan 48V atau baterai 4.
Voltase memiliki kesesuaian yang mutlak tiap komponennya,
apabila spesifikasi menunjukkan 48V, maka seluruh komponen harus kompatible
dengan 48V. Aki 48V tidak dapat diaplikasikan ke kontroller 36V.
Alat untuk mengukur Volt adalah Voltmeter, cara
pemasangan voltmeter adalah susunan pararel. Yaitu satu pin terhubung positif
dan satu pin terhubung negatif.
Tanya
jawab seputar volt
Ø Apa
yang terjadi ketika kontroller 36V diberikan tegangan 48V?, bagaimana yang
terjadi ketika kontroller 48V diberikan tegangan 36V?
Jawab: kontroller akan
langsung mendeteksi low voltage error atau high voltage error. Artinya kontroller
tidak dapat beroprasi.
Ø Apa yang
terjadi apabila motor BLDC semula 36V diganti 48V?, dalam kontroller dan
baterai yang sama?
Jawab: bisa, tapi motor BLDC
hanya berputar tidak secepat ketika 48V
Ø Apa
yang terjadi apabila aki dan kontroller 48V namun motor BLDC 36V
Jawab: ini adalah kondisi
overvoltage, motor BLDC akan berputar lebih cepat daripada ketika 36V, Namun
torsi menurun, dan internal heat lebih panas.
2.
AMPER
DAN AMPERHOUR
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik
yang mengalir tiap satuan waktu, dalam Satuan Internasional memiliki lambang I dan
disebutkan dalam satuan Amper. konsep yang harus kita pegang tentang arus
listrik adalah: Arus mengalir sesuai kebutuhan beban . Semakin beban meminta
besar maka arus yang mengalir semakin besar, begitupula sebaliknya. Linieritas dari
hal itu maka ukuran kabel sangat erak kaitannya dengan besarnya Amper yang
mengalir. Arus yang kecil dibawah 5A bisa menggunakan kabel 3mm, untuk amper
10-20A bisa menggunakan kabel yang 5mm, untuk 50-100A bisa menggunakan kabel
yang sebesar jari kelingking, untuk 100-250A bisa menggunakan kabel sebesar ibu
jari.
Amperhour adalah satuan kapasitas aki/baterai/catu
daya, atau amper yang mampu dialirkan dalam waktu 1 jam. Jadi Ah itu ibarat
tangki penampungan. Bukan berarti sebuah kapasitas 10Ah hanya maksimum
mengeluarkan 10A. Setiap jenis baterai memiliki kemampuan mengeluarkan A yang
melebihi kapasitas Ah nya. Misal aki mobil 45Ah yang mampu mengeluarkan arus
210A ketika starter mesin.
Disini banyak EV lover yang masih salah
kaprah. Ada beberapa persepsi yang salah seperti “aki 7Ah tidak bisa
mengeluarkan arus lebih dari 7A” atau “Selis yang baterai aslinya 12V 12Ah
kalau diganti aki mobil 45Ah bisa terbakar kontrollernya”, ada juga yang
berpersepsi “aki kalau disusun seri Ah juga ikut dijumlahkan”. Itu salah.
Alat untuk mengukur amper adalah Ampermeter.
Cara pemasangan ampermeter adalah susunan seri, yaitu memutus jalur rangkaian.
Untuk lebih detail seputar A dan Ah bisa
dilihat dalam FAQ tanya jawab berikut:
Tanya jawab seputar Amper (A) dan Amperhour
(Ah)
Ø Apa yang
terjadi apabila aki 100Ah untuk meghidupkan lampu yang spesifikasinya 1A?
Jawab: selama tegangan sama.
BISA, karena arus mengalir sesuai kebutuhan beban. Tapi apabila tegangan V beda
barulah itu tidak rekomen.
jika ada charger 2A apakah bisa untuk mencharging aki 12Ah dan 20Ah? kenapa kok tidak 12A atau 20A chargernya?:
jawab: ideal untuk aki SLA adalah nilai A itu ideal 1/6 dari kapasitas baterai, lebih kecil 1/8 atau 1/10 itu lebih bagus. Karena kalau nilai A charger sama besar dengan nilai AH baterai , itu akan merusak baterai.
jika ada charger 2A apakah bisa untuk mencharging aki 12Ah dan 20Ah? kenapa kok tidak 12A atau 20A chargernya?:
jawab: ideal untuk aki SLA adalah nilai A itu ideal 1/6 dari kapasitas baterai, lebih kecil 1/8 atau 1/10 itu lebih bagus. Karena kalau nilai A charger sama besar dengan nilai AH baterai , itu akan merusak baterai.
Ø Apa
yang terjadi apabila aki 5Ah digunakan untuk menghidupkan motor yang
spesifikasi arusnya 20A?
Jawab: bisa, tapi baterai
akan cepat habis kapasitasnya.
Ø Apa
yang terjadi kalau 4 buah aki disusun SERI yang terdiri dari 12V 45Ah, 12V 5Ah,
12V 12Ah dan 12V 7Ah..?
Jawab: aki apabila disusun
seri tegangan akan ditambahkan, Namun Ah tidak ditambahkan, dan AH mengikuti
yang paling kecil, jadi artinya pada moment di atas jadinya 48V 5Ah, susunan
seri pada baterai yang berbeda Ah memang tidak rekomen.
Ø Apa
yang terjadi kalau 4 buah aki disusun PARAREL yang terdiri dari 12V 45Ah, 12V
5Ah, 12V 12Ah dan 12V 7Ah..?
Jawab: dalam susunan pararel
V harus sama. Ketika susunan pararel V tidak bertambah tapi Arus ditambahkan. Jadi
pada moment diatas total jadinya adalah: 12V 69Ah.
Ø Apa yang
terjadi apabila selis bawaaanya kontroller 48V 16A diberikan aki 48V 45Ah?
Jawab: Tidak masalah, malah
justru jarak tempuh semakin jauh.
Ø Apa yang terjadi apabila selis bawaannya 48V 16A tapi diberikan aki 48V 7Ah
Jawab: tetap bisa jalan, tapi hanya baterai cepat
habis, kalau sering buka handle gas besar
Ø Berapa
kali kemampuan A mengalir berbanding Ah nya setiap jenis baterai itu?
Jawab: tiap baterai
beda-beda. Aki basah mampu mengeluarkan 7C (7X kapasitas). Aki kering bisa 4-6X
kapasitas, baterai lithium bisa 5-10X baterai lithium hi drain bisa 15X. Tapi dalam
pemakaian kendaraan listrik alangkah baiknya jangan paksakan baterai mengeluarkan cracking Amper
yang melebihi 3X kapasitanya.
3.
WATT
/ DAYA
Daya listrik didefinisikan sebagai laju
hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Satuan SI daya listrik adalah
watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu
(joule/detik).
Konsep daya sudah banyak yang tahu kalau W
adalah V x I = Voltase dikalikan dengan Arus. Namun dalam daya kendaraan
listrik ada yang beda, Watt bukan berarti angka dari V x I. Namun output tenaga
Horse power yang dihasilkan (1HP = 736W). Jadi apabila dihitung secara V X I
sudah pasti angkanya melebihi spesifikasi watt yang tertulis.
Contoh misal motor listrik 48V 500W, itu
apabila diukur konsumsi arus sebenarnya adalah 48V 35A ketika peak, dan 48V 25A
ketika kontinyu. Padahal 48V x 25A = 1200 W. Begitupula yang 48V 350W, ketika
diukur sebenarnya membutuhkan 48V 16A peak, dan 48V 12A kontinyu padahal 48V x
12A = 576W.
Alat untuk mengukur daya adalah Watthour
meter, dan Wattage meter. Watthour meter mengukur dalam skala satuan 1 jam,
sedangkan Wattage meter adalah berdasar hitungan V dan I pada saat itu.
Watthour Meter
Tanya
jawab seputar Watt
Ø Bagaimana
kalau daya kontroller lebih besar daripada daya motor, misal motor BLDC 500Watt
diberikan kontroller 2000W.?
Jawab: ini bagus dan
rekomen, asal sudah mengenal kualitas dinamo nya. Misal 500W merk trekko arus maksimum ideal adalah 50A atau 2000W kontroller. Tapi kalau merk dinamo lebih rendah, ya paing tidak kita harus model perkabelan dinamo supaya tidak panas.
Ø Bagaimana
kalau daya kontroller lebih kecil daripada daya motor BLDC
Jawab: ini kurang rekomen,
karena kontroller akan bekerja keras dan cepat panas.
Untuk kendaraan listrik motor brushed DC rentalan, direkomendasikan menggunakan kontroller yang watt lebih besar daripada kapasitas motornya.
Untuk kendaraan listrik motor brushed DC rentalan, direkomendasikan menggunakan kontroller yang watt lebih besar daripada kapasitas motornya.
ARTIKEL TERKAIT:






























