MEMBACA SKEMA CARA KERJA KONTROLLER BLDC MOTOR LISTRIK
Secara fungsional kontroller BLDC
memiliki fungsi utama menjadikan driver pemutar motor BLDC dan mengatur
putarannya. Jika sekilas kita melihat memang terkesan ribet dan sulit
kontroller itu. Namun sebenarnya dapat kita pahami dengan sederhana secara
mudah. Maka dari itu electricisart-bogipower.com merilis bagaimana sebuah
kontroller mampu bekerja mengatur putaran motor BLDC.
1.
Skema
dasar pengelolaan hall sensor dan output ke MOSFET.
Skema dasar Microprosessor
Komponen pokok pada kontroller adalah bagian
microprosesornya. Pada mikro ini sudah terdapat program bagaimana mendriver
mosfet sesuai urutannya, memberikan eksekusi PWM sesuai input masukan trotle,
dan juga memiliki fitur-lain seperti brake/ rem, reverse, selft study, speed
controll, comunication port, led indikator, dll.
2.
Sistem
power suplay dan pengaman voltase.
Maaf gambar tangan, maklum dadakan.. :-D
Keterangan:
1) Suplay
48V
2) Dioda
pengaman
3) Kapasitor
63V 470uF. (3 buah)
4) Resistor
750 ohm
5) Resistor
350 ohm
6) Kapasitor
25V 470uF
7) Transistor
PNP MPS2 307A
8) Transistor
NPN 2N5551
9) Komparator
High voltage AS358M (sensor tegangan maksimum)
10) IC positove regulator L7805CV
11) Kapasitor
16V 470uF
Pada skema kontroller 48V sistem penurun tegangan
mengunakan 3 buah resistor yang disusun
pararel. Kelemahan sistem ini adalah membuat resistor tersebut menjadi sangat
panas.
Kunci pada rangkaian diatas terdapat pada komparator yag
mengatur upper voltage. Apabila komparator mendeteksi adanya kelebihan tegangan
maka transistor 1 PNP tidak akan hidup,
dan power suplay juga tidak akan hidup.
sistem power suplay pada kontroller 36V, menggunakan sistem IC LM317
Pada Skema power suplay tipe 36V adalah menggunakan IC
regulator LM317 dan IC regulator L7805CV. Sistem ini lebih aman dari panas.
Suplay
output 5V ke: suplay microprosessor, suplay trotle, suplay
hall sensor, dan suplay transistor T1 pada penguat MOSFET
Output
15V ke: input data komparator, suplay transistor T2 penguat
MOSFET.
Output 48V ke: positif
channel MOSFET (Source).
3.
Driver
MOSFET
Keterangan:
1) TR
1. (transistor penguat signal mikro)
2) TR 2
(transistor penguat signal 5V ke 15V)
3) TR 3
(transistor pembuang data semu)
4) Kapasitor
50V 47uF
5) Motor
U, (kabel kuning)
6) MOSFET
P75NF75
7) Dioda
(pengaman supaya efek kapasitor tidak masuk dan mempengaruhi PWM pada driver negatif channel
8) Milar
FET adalah field effect transistor yang sangat sensitif,
maka dari itu sistem peredaman sangat dibutuhkan. Dalam sistem peredaman
sendiri terdapat 2 buah transistor penguat dan satu transistor untuk pembuangan
draw (data semu).
Pada skema diatas input PWM diberikan
pada negatif channel sehingga hanya positif channel saja yang distabilkan
dengan kapasitor 50V 47uF.
4.
Input
hall sensor
Skema jalur input hall sensor menuju microprosessor
Sistem
ini hanya dilengkapi resistor dan kapasitor untuk peredaman data draw.
5.
Current
sensing / pembatas arus.
Komponen pokok pada pembatas arus adalah
Shunt resistor sebesar 5 mili Ohm. Apabila jumlah shunt resistor 1 buah maka arus di Angka 12-16A. Apabila 2 unit maka kisaran Arus di Angka 30-35A, 3 unit = 45-50A.
Skema Current limiter, input menuju mikro.
Shunt resistor 5 mili ohm.
6.
Sistem
aksesoris.
S:
mode speed
T:
Trotle
XS:
Auto phase angle 60/120
1:1
: mode speed
E:
efisiensi mode
B:
baterai level voltage
VS:
Speedometer
Sistem Aksesoris yang menjadi input masukan ke mikro.
SEMOGA BERMANFAAT
SUPPORTED BY:
BOGI POWER ELECTRIC. WWW.BOGIPOWER.COM

















.jpg)






























