ALL ABOUT ELECTRIC VEHICLE INOVATION

Mobil Listrik, Sepeda Motor Listrik, Sepeda listrik Ebike

ALL EBIKE INOVATION

DIY ebike kits konversi

BOGI POWER MOTOR BIKE

SUPER POWER MOTOR HUB, 48V 3000W

OPTIMIST E BIKE

48V 1500W, REAR HUB BLDC MOTOR

C ONE E-BIKE

With BLDC EBIKE KITS KONVERSI

BOGI POWER CAR

With Natural view

SATELIT TV MODIFICATION

All different tips n trik about satelites TV

ALL ABOUT ELECTRIC INOVATION

With Unlimite Creativited

E-bike

Sepeda Listrik Kits konversi

Sabtu, 18 November 2017

CARA MEMILIH MOTOR PADA SEPEDA LISTRIK

CARA MEMILIH MOTOR PADA SEPEDA LISTRIK


Ulasan berikut adalah salah satu FAQ yang paling sering ditanyakan. Bahkan beberapa waktu lalu terdapat user yang ingin merakit sepeda motor listrik dengan motor 500W tapi mengharapkan kecepatan 80 km/jam, hal ini tentunya sangat tidak singkron sekali. Hal yang lain yang terjadi adalah kebingungan user EV lover yang ketika ingin merakit dan bingung memilih spec apa yang terbaik. Maka dari itu electricisart-bogipower.com merilis bagaimana cara menentukan motor penggerak pada kendaraan listrik.

Kesempatan kali ini akan dibahas secara khusus pada sepeda listrik dengan aspek yang ditinjau dari kecepatan yang diharapkan.

SEPEDA LISTRIK

Ranah sepeda listrik disini adalah:  MTB, Fixie, BMX, sepeda onta, dan semua kendaraan roda 2 dengan bobot dibawah 25kg. Kunci dalam menentukan daya motor adalah kecepatan yang diinginkan dan Alokasi biaya yang diharapkan.

Sepeda Listrik

a.    Kecepatan 30-40km/jam

Opsi pilihan untuk kecepatan ini yaitu BLDC hub 250W , dan mid crank Brushed DC




Motor BLDC hub 250W  Pada umumnya adalah dinamo yang biasa digunakan untuk sepeda listrik yang dijual utuh siap pakae oleh dealer atau Toko. Seperti merk Sunrace, SELIS, Super rider, dll. Motor ini memiliki kelebihan mudah didapat di beberapa seller. Untuk komponen seken nya juga sudah banyak dijumpai di pasar-pasar loak atau di kolektor kendaraan listrik seken. Namun kelemahan disini adalah bobotnya yang besar dan dimensi instalation size belum fix onsize dengan casis sepeda. Tidak fix size dengan frame sepeda pada umumnya, jadi perlu kreativitas dalam merakit. Secara harga motor saja ini kisaran 1,5jt sampai 1,6jt an apabila baru. Jika seken kisaran 700-800rb an.  Aki untuk kits ini biasanya hanya membutuhkan 36V, 3 biji aki. Harga kontroller bervariasi dari 300-400rb an

motor hub kelas ini umumnya 36V 250W

model ini sudah banyak ditemukan seken-nya




untuk kelas baru, motor 250W / 350W biasa digunakan pada selis pasaran



Mini ON kits.  MiniON adalah golongan motor BLDC jenis outrunner yang bekerja dengan cara ditempel gesekkan ke roda.  Harga motor kits ini tidak bisa dibeli secara eceran. Harus dibeli utuh, info harga akhir tahun 2017 adalah seharga 4.8jt komplit kits set dengan baterai. Untuk spesifikasi dan detail review bisa kita saksikan di video berikut:

Mini ON , motor kecil dan ditempel ke roda.

review video Mini ON


Motor brushed DC hanya memiliki keunggulan murah secara harga. Namun secara kualitas sangat jauh dibawah BLDC. Tingkat efisiensi motor brush DC juga sangat boros jika dibanding BLDC. Kekuatan torsi motor brushed DC juga tidak sekuat BLDC, Brushed DC biasanya juga menggunakan tegangan 24V. Maka dari itu untuk motor Brushed DC jika diaplikasikan ke sepeda alangkah baiknya sudah menggunakan sistem gearbox gigi redusi, supaya lebih kuat torsi dan dinamo tidak cepat panas. Lalu Alangkah baiknya kontroller menggunakan 24V 500W. 

Biaya kits brushed DC cukup murah, Kisaran 1.2jt an untuk 250W + gearbox mode. Untuk aki juga hemat karena hanya menggunakan 2 biji. Alokasi anggaran maks 2jt sudah dapat lengkap dengan aki dan charger. Namun kits ini memiliki power dan kecepatan yang sangat pelan . 15 km/jam. 



contoh motor Brushed DC + Gearbox mode

contoh pemasangan pada kayuhan sepeda

Contoh sepeda dengan motor brused DC



b.    Kecepatan 40-50km/jam

Opsi pilihan untuk kecepatan ini yaitu BLDC ebike hub 48V 350W, 48V 350W besar (hi torsi),  dan mid crank BLDC. Untuk kelebihan dan kekurangan dapat dilihat pada ulasan berikut:

Contoh sepeda dengan motor 350W hi torsi



Motor 48V 350W, terbagus kelas ini adalah (350W hi torsi) memang adalah yang termurah untuk kecepatan 40-50km/jam. Kelemahan model ini adalah bobotnya 7kg, dan dimensi nya yang gemuk besar. Namun seiring besarnya dimensi fisik tentu disertai power yang maksimal pula. Ketahanan terhadap panas lebih Ok, keawetan juga terjamin. Model ini cocok dipasang ke MTB bentuk Downhill, sepeda onta, BMX, dan sebagainya. Harga motor kits ini di 2.2jt an . Untuk baterai bisa menggunakan 4 biji aki UPS 48V 7Ah minimal. Jika ada dana lebih bisa menggunakan baterai lithium ion 48V 10Ah minimal. Harga baterai lithium ion 48V 10Ah pada akhir tahun 2017 sekitar 3.5jt an. Namun performa ini sebanding dengan harganya.


contoh motor 48V 350W. ring roda 18" , ke sepeda BMX


contoh pada sepeda Onthel


Motor BLDC ebike 48V 350W memiliki keunggulan dimensi yang ramping, ukuran sudah fix onsize dengan sepeda yang umum. Tersedia juga untuk penggerak roda depan yang aman. Secara harga lebih murah sedikit daripada 350W besar. Namun kelas 350W kecil harus pandai memilih kualitas nya. mengingat dimensi yang kecil tentu jika kualitas motor kurang bagus , pasti cepat panas.
         laporan kerusakan untuk kualitas imitasi sudah cukup banyak. Maka dari itu hendaklah kita bijak dalam memili. Harga motor kits tanpa baterai 48V 350W ebike hub untuk yang bagus (original planetary ebike motor) kisaran 2.2jt an. dan untuk yang imitasi kisaran 1,8jt an. (harga versi akhir tahun 2017 di jawa)
           Untuk baterai masih sama. Minim menggunakan aki UPS 48V 7Ah, atau jika ada dana lebih bisa menggunakan baterai lithium ion. Sekitar 3.5jt an baterai lithium ion kelas bagus Panasonic / samsung cell 48V 10Ah

kits ebike hub 350W

contoh penggerak roda depan


contoh penggerak roda belakang & contoh baterai lithium semi botol

motor ebike planetary, saat ini paling banyak disukai





BLDC mid crank adalah motor yang diletakkan di poros tengah sepeda, model ini tentunya memberikan kebebasan pada transmisi roda belakang, kelemahan dari model ini adalah harganya yang mahal, dan secara teknis model ini harus menggunakan crankset gir depan yang  khusus.

contoh BLDC mid crank.



c.    Kecepatan 50-60km/jam

Hanya ada 1 opsi terbaik pada kecepatan ini yaitu BLDC hub 1000W atau 1500W. Harga kits ini kisaran di angka 3jt-4jt an. Kekurangan motor hub ini hanyalah pada harga yang mahal dan bobot yang berat. Selain itu kelebihan motor ini adalah: ukuran yang langsung pas dengan frame sepeda, torsi besar, dan kecepatan yang tinggi.
    Untuk baterai yang sesuai pada kits ini memang cukup rumit, yaitu 48V 15Ah minimal. Jika menggunakan baterai 10-12Ah saja, maka tidak boleh maen gas full kebut menggunakan dinamo ini, cepet rusak nanti baterai.

kits 48V 1000W

contoh pada roda belakang


Sepeda dengan motor 48V 1000W

Sepeda dengan motor BLDC 48V 1500W 


d.    Lebih dari 60km/jam

Opsi terbaik disini adalah menggunakan BLDC motor 3000W atau lebih besar. Kisaran harga motor dengan daya sebesar ini lebih dari 6jt an ( di Indonesia masi minim sekali ini). Motor BLDC model ini sudah menyamain standarisasi motor listrik pada sepeda motor. Kelebihan motor BLDC hub 3000W adalah torsi dan speed yang tinggi sedangkan kekurangan adalah harga yang mahal serta membutuhkan perlakuan khusus ketika instalasi ke frame sepeda
     Keperluan baterai untuk kits kelas super watt besar ini tentu lebih sulit dipadat lagi dengan biaya kecil. Bisa 7jt sendiri untuk baterai.


kits motor 3000W


ebike dengan motor 3000W

super power.

SEMOGA BERMANFAAT


INFORMASI TERKAIT:




Rabu, 11 Oktober 2017

MENGENAL POLE PAIRS DAN KARAKTER MOTOR BRUSHLESS DC PADA KENDARAAN LISTRIK.

MENGAPA MOTOR BLDC SAAT NO LOAD DAN WITH LOAD TOP SPEED RPM HAMPIR SAMA.


Motor Brushless DC atau yang disingkat BLDC adalah motor yang cukup banyak digunakan di dunia kendaraan listrik. Sebuah motor BLDC wajib dikontrol oleh kontroller BLDC supaya dapat bekerja. Motor BLDC di drive oleh kontroller sensorless ataupun sensored, top speed rpm akan sama saja karena putaran top speed motor adalah karakter yang melekat pada motor.



Pada umumnya sebuah motor BLDC yang digunakan di kendaraan listrik memiliki top speed RPM saat no Load (tanpa beban) hampir sama dengan kondisi saat ada beban/with Load. Mengapa bisa terjadi demikian? Beberapa berasumsi bahwa kontroller memberikan limit putaran motor, tapi perlu kita ketahui  top speed adalah karakter yang melekap pada motor itu sendiri. Jadi bukan karena limiter pada kontroller.


Apa ada kontroller yang membatasi limit rpm motor?,untuk beberapa merk ada, seperti YYK, NG controller, GT kontroller, bahkan untuk merk kellycontroller bisa diprogram hingga skala 0-100% limite. Paling sedernana adalah kontroller Selis atau trekko flame yang ada tombol di handle gas untuk putaran pelan. Itu adalah cara kerja limiter di kontroller.  Untuk kontroller yang tidak ada fitur limiter2 nya, itu artinya default di setting maksimum top speed. 

            Cara kerja limiter bagaimana?, ada 2 metode yang umum.

           1.    Kontroller kelas biasa/ cina2 an biasanya hanya membatasi input data throttle saja.
           2.    Kontroller kelas bagus membatasi secara PWM frekuensi drive ke mostet.

Contoh pengaturan speed rpm pada kontroller kelly.


Motor hub BLDC ketika no load dan with load memiliki Rpm yang hampir sama hanya terjadi di merk-merk tertentu, Tidak semua merk. Yang artinya kembali ke desain masing-masing pabrik dalam membuatnya.
Jika pabrik membuat motor hub untuk beban normal sepeda motor (90-150 kg) namun namun pabrik itu mendesain untuk mampu mengangkut beban hingga 600kg. Maka otomatis motor tsb no load dan with load 90kg akan tidak jauh beda.
Beda cerita ketika motor dirancang mampu 100kg, lalu dalam aplikasi digunakan untuk beban 100kg juga. Pasti antara rpm no load dan rpm with load akan terpauh agak banyak. 


Jadi kesimpulannya jika motor BLDC jenis hub yang no load dan with load memiliki Rpm yang hampir sama dalam penggunaan beban normalnya, itu artinya motor BLDC yang BAGUS.

Faktor konstruksi apa yang membedakan?. Secara umum produk dan merk yang banyak dijumpai di Indonesia terpengaruh oleh struktur jumlah pole pair, stator winding coil, dan total luasan magnetic.


Poles pair adalah jumlah kutub magnet. Jumlah total magnet yang ada di dalam motor BLDC adalah selalu genap atau kelipatan 2.
Jumlah Stator winding adalah jumlah slot lilitan kumparan pada stator motor BLDC. Jumlah stator umumnya ganjil dan kelipatan 3, meski ada pula untuk beberapa yang genap atau tidak kelipatan 3.
Total luasan megnet adalah total dari keleruhan dimensi luas penampang magnet, dan dijumlahkan dari seluruh magnet yang ada.

Peran dari jumlah pole pair dan stator winding adalah:

     1.    Jumlah kutub magnet dan pole kumparan, semakin banyak kutub magnet maka gap selisih no load rpm dan with load akan tipis, semakin sedikit kutup magnet maka gap semakin jauh.
Contoh = hub motor trekko 10" Flash, 36 kutub magnet dan 51 pole kumparan, no load dan with load hampir sama. Hub motor betrix model lama yang planetary, jumlah magnet 20, no load kencang , with load langsung drop. 
motor trekko flash, 
dengan magnet kecil sangat banyak melingkar pada dinding rotor.


      2.    Lebar magnet dan ruang stator dinamo.
ini lah jawaban kenapa motor mid drive antara no load dan with load gap jauh sekali, karena pada motor mid drive dimensi kecil, magnet sedikit kadang 4 atau 8, lebar penampang magnet total juga kecil. Sehingga no load rpm kencang sekali sampai 3000rpm, tapi ketika ada load langsung drop jauh meski sudah dibantu gearbox.
Motor BLDC disk motor, hanya menggunakan 4 kutub magnet.


     3.    Total luasan magnetic area.
Ini adalah kaitannya dengan dimensi ruang motor. Jika kita melihat 2 unit dinamo yang memiliki spesifikasi sama yaitu 48V 350W hi torsi dengan 48V 350W ebike. Spesifikasi sama, no load rpm sama. Namun performa saat ada beban beda jauh, untuk 350W hi torsi top speed no load Rpm lebih tinggi, dan torsi  lebih besar. Hal ini karena faktor ruang lebar total medan magnet yang lebih besar daripada motor 350W ebike.
Luasan area magnet pada ebike hub Planetary.

Kiri = 350W hi torsi, kanan = ebike planeraty.
sama sama 48V 350W, tetapi karakter berbeda jauh, bentuk dan struktur juga beda.


Contoh langsung ke merk/ produk:

Jumlah Pole banyak. Semakin banyak pole, maka semakin mirip kecepatan no load dan with load. = contoh Hub motor direct. dengan 51 pole kumparan. (merk XS, QS, lalu bawaan wim motor, trekko, dan beberapa yang rata2 watt besar  500W atau diatasnya.)

Motor Hub dari QS motor, antara no load rpm dengan with load , hampir sama.


jumlah pole kumparan sedang = agak selisih antara no load dan with load, contoh = hub motor model planetary, 20-30 pole kumparan. (motor ini biasa ada di kits-kits konversi sepeda kayuh MTB listrik)

ebike motor planetary biasa digunakan pada sepeda MTB listrik.


jumlah pole sedikit = no load rpm muter kencang bagaikan gasing hingga 3000rpm bisa, tapi ketika with load, dibantu gearbox pun jadi drop tetep drop jauh. contoh = mid drive motor. (bafang, 8fun, ME motor, Unite motor, HPM Golden motor, dsb)

HPM dari golden motor, memiliki karakter high rpm saat no Load.


Kesimpulan: setiap pabrikan dan merk motor BLDC memiliki karakter masing-masing sesuai standarisasi pabrik masing-masing. Kita tidak dapat mengacu pada spesifikasi watt dan volt saja, namun juga perlu mengkaji hingga karakter dan aplikasi motor BLDC itu dibuat oleh pabrik.

SEMOGA BERMANFAAT



Rabu, 04 Oktober 2017

MODIFIKASI KECEPATAN MOTOR LISTRIK TIPS BAGAIMANA MENINGKATKAN EFISIENSI KENDARAAN LISTRIK

MODIFIKASI KECEPATAN MOTOR LISTRIKTIPS BAGAIMANA MENINGKATKAN EFISIENSI KENDARAAN LISTRIK


Dalam mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia langkah pertama yang harus dilakukan adalah, bukan membuat teknologi, bukan membuat pabriknya, bukan tentang riset penelitiannya, namun langkah yang tepat pertama adalah EDUKASI ke MASYARAKAT. Untuk apa tujuan edukasi ini?, supaya dalam aplikasi penggunaan kendaraan listrik tidak berujung kecewa pakai atau tidak bermanfaat. Secara umum masyarakat awam sudah termindset bahwa kendaraan itu adalah mesin bensin BBM, padahal dalam aplikasi penggunaan motor listrik tidak bisa disamakan dengan mesin motor bensin. Menyamakan kendaraan listrik seperti motor bensin akan berujung kecewa dalam pemakaian, Namun masih banyak user yang ingin menyamakan baik secara kecepatan maupun jarak tempuhnya.  

bentuk sepeda motor listrik , ideal 45km/jam


Sebuah kendaraan listrik sudah dirancang tepat dan dihitung matang oleh pabrik yang membuat. Sepeda citibyke listrik memiliki kecepatan ideal 30-35 km/jam, sepeda motor listrik bentuk matic memiliki kecepatan ideal 40-45 km/jam, otopad mainan listrik, trail mini listrik ideal maks 10-15 km/jam, untuk kecepatan tinggi diatas 80km/jam bentuk motor matic besar/ sporty yang ideal. Setiap kendaraan memiliki kecepatan ideal masing masing sesuai desain dari pabrik.

kendaraan semi molis ideal kecepatan 30 km/jam

model seperti ini lebih ideal mampu di 60km/jam



Berikut adalah langkah modifikasi yang TIDAK TEPAT SASARAN namun masih banyak yang berfikiran demikian.

      1.    Melakukan overvoltage / menambah voltase baterai

Sebagai contoh misal sebuah kendaraan listrik menggunakan 3 aki atau 36V, lalu dimodifikasi menjadi 48V, atau menambah jadi 4 aki. Cara ini dirasa tidak tepat sasaran karena akan membuat banyak komponen yang diganti. Berikut adalah komponen yang diganti apabila menaikkan voltage


Ø  aki baterai tambah, maka dudukan baterai tentu minta modif/ganti,


Ø  charger harus ganti, karena charger bawaan yang lama tentu beda voltase.

Ø  kontroller harus ganti atau modif, kontroller yang sudah dirancang fixed 36V atau 48V , maka sudah diprogram nilai upper voltage limit dan undervotalge limit. Beberapa kontroller bawaan kendaraan listrik yang dijual dealer tidak memiliki rentang voltage yang bisa bekerja di overvoltage. Jadi harus ganti / modifikasi.

Ø  panel indicator baterai ganti / modif. Jika menggunakan baterai yang lebih besar volt nya, maka panel indicator baterai yang lama akan selalu mendeteksi sangat penuh, tidak akurat ini. Maka panel pun harus dimodifikasi / diganti supaya support akurat dalam menunjukkan kapasitas baterai.
panel speedmeter yang menggunakan voltage input akan berubah hasil ukur jika overvoltage

Ø  DC converter atau power suplay untuk kelistrikan lampu-lampu. Beberapa DC converter memang sudah ada yang bebas voltage 36V-60. Namun jika DC converter belum bebas voltage , misal hanya bekerja di 48V lalu kita paksakan berikan power 60V maka yang terjadi adalah kerusakan DC converter. Jadi keputusan overvoltage harus mempertimbangkan DC converter.


Ø  Internal head motor yang lebih panas. Struktur kumparan motor 36V, 48V dan 60V bahkan 72V itu memiliki struktur yang berbeda. Melakukan overvoltage memang membuat rpm putara motor lebih kencang namun motor akan lebih panas karena faktor internal head. Rugi efiesiensi juga lebih besar karena energy listrik tidak sempurna dikonversin menjadi gerakan, beberapa hilang menjadi panas motor.
struktur motor 72V memiliki posisi hall sensor yang renggang.
48V motor lebih rapat.


Kesimpulannya: Melihat dari jumlah komponen yang wajib ganti atau modif diatas tentu itu adalah langkah yang tidak hemat. Biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi overvoltage cukup mahal.

      2.    Mengganti motor dengan watt besar

Cara ini cocok sesuai hanya untuk yang sudah berpengalaman di kendaraan listrik, namun untuk masyarakat awam cara ini tidak cocok. Mengganti motor dinamo dengan watt besar secara wajib hanya mengganti kontroller dan motor saja. Tapi itu hanya di awal saja, Meski ke belakangannya aki baterai juga minta upgrade. Baterai upgrade maka charger juga menyusul upgrade. Sebuah hal mengeluarkan biaya lebih itu.

motor hub BLDC watt besar


Namun yang akan menjadi titik poin utama ketidak cocokan adalah, ketahanan body casis sepeda itu sendiri. Jika dari awal pabrik sudah merancang kecepatan ideal 35km/jam apabila dipaksa sering melaju 50km/jam pasti casis body akan mulai mengalami cepat rusak. Baik kerusakan mekanikal seperti kemudi, rem, suspensi hingga deformasi casis dan rontok body.

     3.    Mengganti ukuran roda ke lebih besar

Hal ini tentu akan membuat dimensi kendaraan menjadi lucu dan berubah. Cara ini memang ada user yang melakukan, masih banyak rekan-rekan user yang melakukan cara ini. Secara teori memang membesarkan diameter roda akan meningkatkan ratio putaran sudut motor berbanding speed laju kendaraan. Namun Secara realita menaikkan diameter roda tidak terlalu significan dalam menaikkan kecepatan, sedangkan untuk efisiensi malah justru lebih boros apabila melalui medan jalan yang sedikit menanjak. Karena faktor ratio putar roda berbading power dinamo.


Roda belakang semula 10 inchi, diganti 14 inchi. jadi terkesan tidak pas

      4.    Mengganti kumparan dinamo

Cara ini memang masih jarang yang melakukan. Jika kita memahami konsep dasar dinamo DC, selengkapnya dapat diulas di artikel ini:
mengenal motor BLDC kendaraan listrik.
  


Karakter kumparan sebuah motor DC adalah:
Jika kumparan ditambah, maka voltage ideal akan naik.
Jika kumparan kawat dipertebal, maka Amperage ideal akan naik.
Untuk meningkatkan watt motor yang meningkat, maka harus menambah jumlah lilitan dan memperbesar / tebal kawat lilitan. Hal ini tentu akan terkendala oleh lebar magnet dan dimensi ruang dinamo. Modifikator sering salah arti di bagian mempertebal diameter lilitan, dan mempersedikit jumlah lilitan, jadinya amper naik, dan voltage ideal turun. Namun voltage tetap diberikan voltase yang sama seperti semual sehinga menjadikan situasi ini adalah overvoltage untuk dinamo. Yang efeknya memang motor akan berputar lebih kencang. Tapi motor akan internal head motor menjadi lebih panas dan Efisiensi pun akan menurun. Cara sederhana ini bisa kita lihat pada modifikasi dinamo mainan Tamiya.



Kesimpulannya adalah, mengubah lilitan untuk menaikkan watt adalah memperbanyak lilitan dan mempertebal kawat email. Solusi ini harus diimbangi memperlebar magnet dan ruang di dalam motor dinamo. Secara biaya tentu akan lebih hemat membeli dinamo yang memang sudah watt besar.

      5.    Memperingan bobot kendaraan.


Ini bukanlah keputusan yang salah, hanya saja kurang tepat. Pada kendaraan listrik pada umumnya Selis dan Molis satu satunya jalan memangkas bobot adalah mengganti aki dengan baterai lithium. Memangkas bobot dengan mengubah casis tentu bukanlah cara yang mudah. Maka  Mengganti baterai lithium, ini mudah namun seara biaya tentu akan mahal. Aki yang lama masih layak pakai akan sia-sia jika dipaksa ganti baterai lithium, mubadzir aki yang lama.  


memperingan bobot dengan cara modifikasi casis tentu hal yang sulit.
memperingan mengganti lithium baterai, adalah hal yang mahal.

Lalu cara apa yang paling tepat dalam meningkatkan kecepatan kendaraan listrik?
Berikut kita akan memaparkan cara-cara yang sangat mudah dan murah, tidak semahal 5 poin diatas. Berikut adalah ulasan rinciannya.


CARA YANG TEPAT DALAM MENINGKATKAN KECEPATAN , MENINGKATKAN JARAK TEMPUH PADA SEPEDA MOTOR LISTRIK.


Hemat, murah, mudah dan tepat sasaran

1.    Menjaga tekanan ban pada kondisi yang keras.

Meskipun sepele, tapi ini sangat penting sekali. Hasil penelitian dengan alat ukur WH meter energy. Ban yang mengalami agak kempes pada sepeda motor listrik memiliki nilai efisiensi 30 km/Kwh, sedangkan ketika dalam kondisi keras nilai efisiensi adalah 86 km/Kwh. Cukup jauh bukan selisihnya. Semakin bagus efiesiensi maka kecepatan top speed pun semain mudah tercapai dalam watt energy yang lebih kecil. Jarak tempuh pun semakin jauh.



2.    Memastikan sistem rem tidak macet / gepok

Sederhana, murah, tidak ribet tapi significan kebermanfaatannya. Metode ini jauh lebih murah daripada 4 poin cara salah diatas. Pengujian cara ini mudah sekali untuk masyarakat awam. Cukup dengan standar 2 kendaraan , lalu putar roda manual dengan tangan. Pastikan ringan dan putarannya lancar, tidak ada bunyi gesekan pada bagian tromol rem maupun kaliper rem.

apapun model rem nya, pastikan tidak macet / gepok / seret.


3.    Secara rutin melakukan pengecekan bearing / laker roda.

Sebuah laker bearing yang sudah berkarat, kocak maupun seret macet itu sangat menghambat laju kendaraan. Banyak user kendaraan listrik yang lalai akan servis berkala aspek ini. Memang lama usia masa pakai bearing. Cara ini bisa dilakukan ke bengkel sepeda atau bengkel sepeda motor terdekat. Pengujian laker bering roda caranya mudah, cukup jalankan sepeda motor listrik pada kecepatan pelan 15 km/jam pada jalan datar lalu lepas gas biarkan motor menggelinding sendiri. Jika bisa lebih dari  50 meter maka setelan roda kendaraan itu sudah bagus.  Bahkan sampai kendaraan berjalan pelan sekali namun tetep menggelinding. Casis dan roda kendaraan listrik yang bagus akan mudah dalam mencapai top speed dan meningkatkan jarak tempuh.



4.    Menggunakan kendaraan listrik dalam kondisi aki selalu terjaga penuh. > 80%

Kita misalkan kendaraan listrik 48V, jika aki penuh tegangan adalah 52-54V dan ketika habis adalah 42-44V. Perbedaan kecepatan pada 54V tentu lebih kencang daripada 42V. Selain itu kecepatan laju pada aki yang kondisi masih bagus tentu lebih mudah melaju kencang daripada menggunakan aki yang soak /  drop.


Baterai kondisi full kecepatan lebih kencang.


Namun masih banyak user-user yang aki nya soak, lalu top speed kendaraan listrik menjadi pelan. tapi malah memutuskan untuk upgrade ganti dinamo supaya lebih kencang laju. Sudah terlihat ini keputusan yang tidak tepat bukan.

5.    Hindari medan jalanan kasar dan jalanan yang banyak tanjakan.

Melalui medan jalan kasar tentu top speed akan lebih pelan daripada jalan halus. Selakin itu memaksakan motor listrik melaju kencang di jalanan yang tidak halus juga tidak nyaman. Efisiensi energy pun akan menjadi boros. Cara ini mudah dan murah sekali dilakukan, cukup kembali ke perilaku kebiasaan user masing-masing.
jalanan rusak dan tanjakan, kurang cocok untuk kendaraan listrik


6.    Kurangi kebiasaan akselerasi mendadak dan kebut-kebut an.

Akselerasi mendadak adalah melakukan gas full sejak awal kendaraan berhenti, sedangakan kebut-kebutan adalah memacu kecepatan tinggi sebuah kendaraan di jalanan yang tidak layak untuk kecepatan tinggi. Perlu kita ketahui Energy yang dibutuhkan untuk percepatan akselerasi itu lebih besar daripada energy untuk mempertahankan laju saat top speed. 



Hasil pengujian pada Ampermeter trekko Nexus 48V 500W saat akselerasi gas full amper menunjukkan 32A, sedangkan ketika melaju top speed amper hanya menunjukan 25A. Apabila jalanan halus dan elevasi sedikit turun, amper hanya 18A. Jadi kesimpulannya , untuk apa kita kebut, jika melajukan kendaraan secara konstan velovity lebih aman, hemat dan efisiensi tinggi.
ampermeter yang dipasangkan di Dashboard akan membantu mengetahui konsumsi energy 


SEMOGA BERMANFAAT