ALL ABOUT ELECTRIC VEHICLE INOVATION

Mobil Listrik, Sepeda Motor Listrik, Sepeda listrik Ebike

ALL EBIKE INOVATION

DIY ebike kits konversi

BOGI POWER MOTOR BIKE

SUPER POWER MOTOR HUB, 48V 3000W

OPTIMIST E BIKE

48V 1500W, REAR HUB BLDC MOTOR

C ONE E-BIKE

With BLDC EBIKE KITS KONVERSI

BOGI POWER CAR

With Natural view

SATELIT TV MODIFICATION

All different tips n trik about satelites TV

ALL ABOUT ELECTRIC INOVATION

With Unlimite Creativited

E-bike

Sepeda Listrik Kits konversi

Minggu, 02 April 2017

INGIN MEMBUAT MOTOR LISTRIK 100KM/JAM, AYO PERTIMBANGAKAN 7 ASPEK INI

INGIN MEMBUAT MOTOR LISTRIK 100KM/JAM,
AYO PERTIMBANGAKAN 7 ASPEK INI


                   Sebuah sepeda motor listrik adalah kendaraan yang memilik sensasi tersendiri. Baik untuk kalangan masyarakat yang belum pernah memiliki kendaraan listrik ataupun sudah sering mengendarain kendaraan listrik, tentu pernah terlintas dalam pikiran: apakah bisa sebuah sepeda motor listrik mampu melaju kencang dan jarak tempuhnya jauh?.



                   Jawabannya memang bisa, maka dari itu banyak sekali temen-teman EV lovers ingin berencana membuat sepeda motor listrik yang bisa melaju kencang dan jarak tempuh nya jauh. Selain sensasinya, sepeda listrk yang mampu melaju kencang saat ini juga masih belum banyak dimiliki di masyarakat sekitar kita. Tapi perlu kita ketahui aspek apa sajakah yang dipertimbangkan untuk membuat sepeda motor listrik kecepatan tinggi?

1.    Aspek regulasi pemerintah

Regulasi kendaraan listrik memang belum diatur dalam Undang undang terbaru tentang lalu lintas angkutan barang, yaitu UU no 22 tahun 2009. Hanya saja yang paling mendekati adalah kendaraan roda 2 yang bisa melaju diatas kecepatan 40km/jam pengemudi harus mengunakan SIM. Dalam kesempatan artikel ini kita tim kreatif artikel electricisart hanya lebih paham tentang teknis, jadi poin aspok nomor 1 ini hanya sebagai bonus pertimbangan saja.




2.    Dinamo motor penggerak

Power motor dinamo yang mampu menggerakkan laju sepeda motor listrik diatas 60km/jam minimal adalah 2000W motor. Selengkapnya untuk tips memilih dinamo ada disini: Memilih dinamo untukroda 2, dan kisaran harganya.
Dalam 48V Motor BLDC hub 2000W dapat melaju kecepatan 70km/jam, 3000W bisa melaju 80-90 km/jam, 4000W dapat melaju 90-100km/jam.
Kelas selanjutnya adalah 72V, dalam 6000W dapat melaju 100-110km/jam, 8000W dapat melaju 120-130 km/jam. Untuk 96V ?. tentu bisa lebih kencang lagi.


Aspek pertimbangan  paling utama untuk motor adalah harganya:
Motor 2000W, dinamo saja memiliki kisaran harga 4jt an, 3000W = 5jt an , 4000W = 6jt an , 6000W = 7jt an , 8000W = 8jt an. Bisa dipertimbangkan itu untuk speed yang diharapkan tentu membutuhkan biaya yang diharapkan pula.



3.    Kontroller

Kontroller adalah pendukung supaya dinamo dapat berputar optimal. Dalam 2000W kontroller idealnya adalah 50-60A , kisaran harga adalah 1.9-2.6 jt an. 3000W kontroller adalah 80A kisaran harga 3 jt an. 4000W kontroller 110A di 4jt an.  6000W 140A kontroller di 5jt an dan 8000W 160A kontroller di 6jt an.
Merk terkenal yang bagus dalam kontroller adalah: sabvoton, sevcon, kellycontroller, HPM goldenmotor, altract, curtis dan infeneon.


kontroller motor listrik


4.    Casis kendaraan listrik

Casis adalah kerangka yang menompang body kendaraan. Dalam sepeda motor listrik yang mampu melaju kecepatan diatas 70km/jam tentu casis harus didukung kualitas bahan yang standar aman. Tidak direkomendasikan jika perakit memilih casis bawaan sepeda motor listrik yang sudah jadi seperti trekko, emoto, wim, sunrace, selis dll lalu dimodifikasi ganti dinamo nya. Sangat tidak aman itu, karena kendaraan tersebut hanya dirancang kecepatan 30-40km/jam saja. Namun beda cerita kalau casis menggunakan yamaha Nmax, honda vario, Tiger, Vixsion, dan beberapa motor bensin buatan jepang yang memang dirancang bisa melaju diatas 100km/jam, tentu casis lebih aman.




Untuk casis buatan sendiri bagaimana?, tentu harus dihitung benar tentang kekuatan material bahan, center gravity, dan aligment kemudi roda depan. Jangan sampai ketika melaju di jalan raya mengalami deformasi casis yang membahayakan.

selain casis sistem rem, suspensi, ban dan kemudi adalah hal yang penting dipertimbangkan.

5.    Baterai

Baterai adalah aspek yang pelu dipertimbangkan khususnya bagian harga/ biayanya. Baterai ibarat tangki bensin pada kendaraan listrik, semakin besar baterai maka jarak tempuh bisa semakin jauh, semakin kecil tangki jarak tempuh semakin pendek. Ideal minimal untuk kendaraan yang bisa melaju diatas 60km/jam (2000W-4000W motor) kapasitas minimal baterai adalah 48V-72V 40Ah. Jarak tempuh akan bisa menempuh 40-60km tergantung efisiensi kendaraan. Jika kita mengunakan aki SLA atau VRLA 48V 40Ah maka bobot baterai adalah 56kg dan biaya kisaran Rp 4.800.000. jika kita menggunakan lithium baterai maka bobot baterai 14kg, kisaran harga 8-9 jt an. Perlu dipertimbangkan itu.

40Ah dalam bentuk SLA?, hmm bikin penuh tempat


Jika kita menggunakan kapasitas diatas 40Ah ?, sangat tidak cocok menggunakan SLA karena bobotnya yang sangat berat sekali. Pakai baterai lithium lebih ringan karena bobot hanya 7kg / 20Ah. Namun Jika lithium maka pertimbangkan dulu alokasi biayanya. 72V 60Ah lithium bisa mencapai 12jt an, 72V 80Ah lithium bisa lebih dari 15jt an baterai nya.


lithium baterai dan Lifepo4 baterai lebih kecil dimensi


6.    Charger

Charger kenapa dipertimbangkan?. Karena dalam kapasitas yang besar tentu kita tidak bisa menggunakan charger 2A seperti bawaan merk Dealer sepeda listrik pada umumnya di lapangan yang 2-4 Amper saja. Misal baterai dalam kapasitas 48V 40Ah, di charger dengan charger 2A, maka butuh waktu 20 jam/ hampir sehari semalam baru penuh, Ini tidak cocok. Charger harus mengikuti lebih besar yaitu minimal 6 Amper. Ideal 8 Amper atau lebih. Baru itu bisa digunakan 2 jam sampai 4 jam bisa penuh.
Harga charger lithium ion atau Lifepo4 yang profesional untuk 6 Amper sekitar 800rb an. Untuk charger lithium ion atau lifepo4 yang 8A sekitar 1.1 jt an.

Profesional lithium charger biasanya menggunakan Alumunium case


7.    Listrik PLN untuk charger yang mumpuni

Apabila kita menggunakan charger 72V 8A, maka jika dalam kalkulasi daya adalah 576 Watt, jika terpotong efisiensi swiching charger jadi kisaran 600 Watt daya listrik PLN yang tersedot untuk charger. Hal ini tentu listrik rumah tangga yang 450W sangat tidak kuat. Minimal adalah 900W itupun sudah terpakai 600W untuk charger, peralatan rumah tangga lainnya hanya tersisa space 300W.



Kalau secara efisiensi pembayaran tagihan listrik nya bagaimana?, jawabannya adalah sama, kita menggunakan 2A charger maupun 8A charger tagihan PLN tetap sama.







Nah itu dia 7 alasan pertimbangan jika kita ingin membuat kendaraan listrik roda 2 berkecepatan tinggi. Disini kita membuat pesimis atau mematahkan semangat, tapi justru disini kita memberikan gambaran wawasan supaya menjadi persiapan yang lebih baik dan bermanfaat.


SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 22 Maret 2017

PENYEBAB AKI RUSAK PADA SEPEDA LISTRIK DAN SEPEDA MOTOR LISTRIK

PENYEBAB AKI RUSAK PADA SEPEDA LISTRIK DAN SEPEDA MOTOR LISTRIK


                      Aki adalah komponen paling utama dalam kendaraan listrik. Selain paling utama dalam mensuplay energi aki juga adalah komponen yang paling mahal dalam kendaraan listrik. Banyak sekali kendaraan listrik yang hanya mangkrak karena si pemilik kaget dengan harga aki. Harga aki per biji saat ini sekitar RP.400.000 an, jika dalam 36V sudah 1.2jt , jika dalam 48V maka sudah Rp1.600.000 an Memang terasa tinggi, tapi itu adalah ibarat kita membeli bahan bakar minyak (Bensin) selama 3 tahun. Wajar bukan?

sekumpulan aki rusak, karena pemakaian tidak bijak


                      Kenapa aki itu mahal?, karena setara membeli bahan bakar minyak selama 3 tahun dalam satu waktu. Maka dari itu marilah kita bijak dalam menggunakan aki, jangan sampai aki rusak kurang dari 3 tahun. Disinilah akan kita bahas apa saja penyebab aki rusak pada kendaraan listrik. Khusus nya bentuk sepeda motor listrik dan sepeda kayuh listrik.

HAL YANG MENYEBABKAN RUSAK AKI / BATERAI SOLID LEAD ACID (SLA)


1.    Kendaraan selalu digunakan untuk kebut gas full

Ngebut bukan berarti selamanya adalah kecepatan tinggi melaju di jalan raya. Istilah ngebut dalam kendaraan listrik lebih ke arah memutar gas secara full, atau memaksa kendaraan melaju sesuai batas maksimal kekuatannya.


Hal ini sangat tidak bijak kepada aki karena aki akan mengeluarkan energy amper (A) yang melebihi satuan kapasitas Amperhour (AH) nya. Maksudnya bagaimana?. Misal sepeda listrik 250W-350W merk Selis, sunrace , super rider, evergreen, dsb: kendaraan tersebut menggunaka aki kapasitas 12AH, sementara dalam kondisi gas full amper yang mengalir adalah 15-16A. Mudah dipahami, titik awal penyebab aki golongan SLA adalah penggunaan amper kerja yang terlalu besar.

Sering digunakan untuk boncengan.
Dalam satu sepeda listrik dinaiki dua orang, maka konsumsi energy listrik pun juga membutuhkan untuk mengangkut 2 orang juga. Jika sebuah motor bensin BBM digunakan sendiri maupun boncengan borosnya tidak terasa. Namun di kendaraan listrik akan sangat terasa borosnya. Efisiensi energy ketika boncengan lebih rendah daripada dinaiki sendiri. Sepeda listrik dipakai boncengan akan membuat amper kerja lebih besar hingga maksimal batas kekuatan sepeda listrik.



Sering melewati medan tanjakan
Melewati tanjakan sama hal nya membuat sepeda listrik kerja keras. Oleh karena itu wajar jika di daerah yang medannya banyak tanjakan jarang ditemui dealer/ toko sepeda listrik disana. Untuk kendaraan listrik model 250W sampai 800W memang tidak diperuntukkan melewati medan tanjakan. Lalu kalau dipaksa sering melewati tanjakan efeknya apa pada aki?. Jawabannya adalah kapasitas aki cepat habis, dan aki cepat habis pula masa pakainya. Tidak efektif kan?. So jika ada jalan lain memutar yang lebih landai, pilihlan jalan lain saja daripada melibas tanjakan.


2.    Memakai hingga kapasitas baterai habis total

Jika kita mendengar tips seperti ini:
Melakukan charging aki harus menunggu habis dulu, baru boleh di cas. Percayalah kalau itu HOAX dan SESAT untuk aki SLA kendaraan listrik.
Metode charging yang harus menungu kapasitas habis dahulu hanya berlaku untuk baterai golongan NiCd yang memiliki memory effect. Di jaman sekarang kendaraan listrik menggunakan SLA , bukan NiCd. Membuat baterai mengalami kehabisan total adalah hal yang menyebabkan aki cepat rusak, dan cepat habis masa pakai nya. Jadi selagi ada kesempatan charging, lakukan charging saja tanpa harus menunggu kapasitas habis dahulu. Tapi ingat, metode charging harus sesuai dengan poin paling bawah sendiri nanti.


Memakai sepeda listrik untuk jarak jauh dalam sekali waktu.
Mari kita menengok tentang apa itu Hour rate (Hr). Dimana sebuah aki memiliki mas efektif dihabiskan dari penuh sampai habis itu minimal berapa jam. Selengkapnya tentang apa itu Hour rate aki bisa diliha disini: Arti Kode HR pada aki kendaraan listrik.
Masa efektif aki sepeda listrik dari full lalu dipakai hingga habis minimal adalah 20 jam. Jadi kita tidak boleh menghabiskan kapasitas kurang dari 20 jam. Jika dilanggar efeknya apa?, ya aki nya cepat rusak


Melakukan perjalanan jauh dalam satu kali jalan, misal 30-60 km perjalanan. Tentu baterai akan habis hanya dalam 2-4 jam saja. Dan itu adalah perlakuan tidak baik terhadap baterai. Jikalau memang harus sering pergi jarak jauh sekali jalan, gunakanlah golongan baterai Lithium yang berani habis dalam 1 jam tanpa rusak. Dan gunakanlah kapasitas besar supaya tidak kehabisan energy di tengah perjalanan.

3.    Memakai untuk jalan, padahal kapasitas aki sudah habis.

Baterai habis tapi dipaksa untuk jalan, apa bisa ini?. Ada bahkan banyak yang melakukan ini. Sepeda listrik yang sudah kehabisan baterai hingga jalannya pelan/ patah-patah dipaksa untuk berjalan. Hanya karena atas dasar belum sampai rumah atau tempat tujuan. Ketika kita mengalami hal ini lebih baik sudahi saja yang mengendarai sepeda listrik. Segera cari colokan listrik untuk charging aki. Atau call gojek untuk untuk pulang bawa aki nya dan di cas di rumah.



Karena memaksa baterai berkerja ketika kondisi sudah habis adalah perbuatan membunuh baterai yang paling exstreem.


4.    Kendaraan listrik didiamkan dalam waktu lama, dalam kondisi baterai kosong.

Singkronisasi kelanjutan poin nomor 3. Aki yang didiamkan dalam waktu lama dan kondisi kosong memang membuat sel-sel baterai tidak sehat.  Hal ini bisa jadi berpotensi poin 3 terjadi, misal ketika mau dipakai kendaraanya tapi baterai kosong dan tetap dipaksakan untuk jalan.

Jadi kesimpulannya sehabis pakai sepeda listrik, langsung di charger tidak masalah, tidak perlu menunggu dingin dahulu.

charging menunggu dingin hanya berlaku untuk baterai lithium yang fast charging


Tips Melakukan charging yang harus menunggu baterai dingin hanya berlaku untuk golongan lithium saja, dan itupun jenis fast charging. untuk SLA tidak berlaku.  

5.    Melakukan charging dalam waktu lama sejak baterai kosong/habis.

lebih baik pakae sedikit lalu cas sebentar.
Jika ada yang mengatakan: aki kalau belum habis jangan di cas dulu nanti cepet rusak, percayalah itu HOAX untuk kendaraan listrik. Logikanya begini:

ü  Jika aki Cuma dipake sebentar maka kapasitasnya sisa nya masih banyak kan?
ü  Lalu proses charger jika kapasitas aki masih banyak, kira-kira lama tidak proses charging nya?, Cuma sebentar kan?. 20 menitan paling udah penuh
ü  Proses charger yang sebentar VS proses charger yang lama lebih adem yang mana? Lebih adem yang sebentar kan?, Cuma 20 menit, paling lama 40 menit lah tidak akan membuat baterai dan charger kerja keras.
ü  Sekarang bayangkan jika dari habis total yang butuh 6 hingga 8 jam charging, lebih panas mana coba?
ü  Lalu nungguin cas kalau 8 jam itu lama tidak? Ujung-ujung nya Cuma ditinggal tidur dan besok pagi nya aki sudah melembung semua. Aki akalau sudah melembung itu artinya rusak total, alias minta ganti baru. Jadi mahal kan?
         
          Jadi kesimpulannya disini, jika memang terpaksa melakukan charging dari baterai habis total, Sebaiknya dilakukan bertahap. Contoh jika baterai penuh dalam waktu 6 jam. Maka lakukan charging 2 jam sekalam 3 kali dalam waktu yang berbeda. Diberikan jeda dulu setiap selang 2 jam supaya aki tetep dingin. Dengan melakukan hal ini maka potensi aki melumbung lebih terminimalisir.




Overcharging= aki melembung
Aki melembung disebabkan karena suhu sel dan cairan electrolit yang panas. Sehingga menyebabkan penguapan cairan aki. Penguapan cairan yang terlalu berlebih membuat jalur katup pada aki tidak bisa menghandle. Jika katup pada aki  sudah macet dan rusak maka tekanan uap akan menekan dinding aki, Dan terjadilah melebung. Aki yang sudah melembung bisa dikatakan rusak total kondisinya. Habis masa pakai dalam seketika, ibarat tangki motor Bensin yang sudah bocor. Yang terjadi adalah aki Minta ganti baru. Jadi mari kita bijak dalam durasi masa charging , jangan terlalu lama sejak dari kosong, dan jangan overcharging.
aki yang melembung

6.    Charging yang selalu berambisi harus penuh total.

Charging yang berambisi selalu penuh total masih banyak terjadi di masyarakat. Belum mantep dan puas kalau belum penuh total. Ini adalah hal yang salah juga. Men-charging aki tidak harus berambisi full 100% , cukup kita isi 90-95% sudah bagus.



Mengandalkan lampu hijau pada automatic charger juga belum tentu aman, karena hanya charger yang kualitas bagus saja yang memiliki fitur automatic cut off yang bisa dipercaya. Untuk charger yang model cina-cina an memang tidak sepenuhnya bisa dipercaya fitur automatic cut off lampu hijau nya.


Jadi kesimpulannya gunakanlah kelas charger yang bagus, atau jika charger sudah terlanjur kualitas biasa-biasa saja maka gunakanlah timer.


SEMOGA BERMANFAAT


Salam Go Green.

Senin, 20 Maret 2017

PERBEDAAN POLA 60 DAN 120 DERAJAT MOTOR BLDC

PERBEDAAN POLA 60 DAN 120 DERAJAT MOTOR BLDC

Motor BLDC pada umumnya adalah 120 derajat. Namun dalam kesempatan kali ini akan dibahas tentang motor BLDC 60 derajat. Model konstuksi susunan magnet dan pola kumparan motor ini juga berbeda. Tetapi, Hal yang paling terlihat pada perbedaan kedua pola ini adalah urutan langkah kendali hall sensornya. Untuk teman2 yang ingin copas artikel ini untuk TA atau karya ilmiah silahkan bisa langsung ke sumber materai terkait di:

motor BLDC hub 60 derajat phase

1.    HASIL TEST PADA HALL TESTER

 Pola ditunjukkan pada nyala lampu pada Hall tester:






2.    POLA HALL SENSOR 60 DERAJAT

Dari percobaan langkah diatas maka dapat disimpulkan bahwa grafik urutan pola 60 derajat adalah sebagai berikut:
keterangan: Kuning = logika 1, Biru = logika 0

jika kita bandingkan dengan tabel yang dikutip dari: http://www.embedded.com/ maka:

tabel 6 langkah pola 60 derajat

salah satu cirikhas pada langkah urutan 60 derajat adalah pola 1 1 1 dan 0 0 0. Pola ini tidak akan terjadi pada 120 derajat. Maka dari itu apabila motor 60 derajat dikontroll oleh kontroller 120 derajat maka motor akan berjalan pincang.

3.    POLA HALL SENSOR 120 DERAJAT

Pola 120 derajat adalah pola yang sudah umum digunakan pada BLDC saat ini, hampir rata2 motor BLDC dari berbagai pabrikan menggunakan pola 120 derajat. Kontroller-kontroller yang pada umumnya pada sepeda listrik juga 120 derajat. Hanya kontroller-kontroler kelas atas seperti kellycontroller, Sevcon yang memiliki dual fitur 120 derajat dan 60 derajat.

keterangan: Kuning = logika 1, Biru = logika 0


pada pola 120 derajat tidak akan ditemui pola 1 1 1 dan 0 0 0


4.    PERBANDINGAN POLA HALL SENSOR


Kesimpulan  perbandingan pola 60 derajat dan 120 derajat


KESIMPULAN:

Motor BLDC 60 derajat hanya bisa dikontroll oleh kontroller yang suport 60 derajat. Kontroller pada umumnya di pasaran adalah 120 derajat, jadi apabila tidak suport 60 derajat motor tidak dapat dikontroll.

INFO TERKAIT:



SEMOGA BERMANFAAT



APA YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA

Dari komunitas untuk Indonesia, mengajak masyarakat berkendaraan listrik


its just forward chat dengan pak peter moderator Kendaraan Listrik  tempo hari... tentang  mengajak masyarakat ber-kendaraan listrik.

Dalam berkomunitas kita tidak bisa memaksa semua orang pakai kendaraan-listrik. Molis/selis saat ini yang dijual di pasaran Indonesia kualitasnya boleh dibilang dibawah standarisasi. kalah jauh  standarisasi sama motor jepang. Jujur saya sendiri tidak mau pake kendaraan-listrik brand cina-cina an yg kualitas seperti itu. Yang  mayoritas dijual dealer2 importir di Indonesia. Lebih puas bikin sendiri merakit saya..
Disisi lain kita juga tidak bisa menyalahkan dealer-dealer kenapa menjual barang kualitas murahan, karena bagi warga negara ini semua yang murah adalah yang menjadi prioritas.

lalu apakah kita akan nyuruh setiap orang untuk bikin kendaraan listrik sendiri??
TIDAK LAH ....
Dalam kesempatan ini yang harus kita lakukan adalah:
jika ada seseorang yang sudah menjadi pemakai kend-listrik kita harus membuat pemakai tersebut tidak kecewa dalam berkendaraan listrik.
memang apakah banyak yang kecewa?.
sebagai tempat layanan tempat servis kendaraan listrik di Jogya saya sdh bosan nemui user2 molis yg kecewa degan berkendaraan listrik. Molis-molis seken  dijual murah karena user kecewa. Banyak  pula kend-listrik yg habis sembuh diservis lalu buru-buru dijual, karena sudah kapok merawat.
Dari mana kekecewaan itu berasal? inti dari kekecewaaan itu berasal dari standarisasi molis2 yg dijual dibawah standar minimal. Semakin banyak molis selis dengan kualitas murahan, semakin banyak komponen sparepart abal-abal dijual di lapangan. Maka semakin besar pula potensi kekecewaan publik terhadap kendaraan listrik.
Hal lain yang berpotensi membuat pemakai menjadi kecewa adalah: Semakin banyak dealer-dealer dan penjual yang hanya mementingkan asal jual tanpa memberikan pelayanan after market yang baik, hanya asal jual habis dagang lapak lalu kabur,  hanya menjual produk kejar harga murah tanpa memperhatikan kualitas,  hanya berjualan mengedepankan bisnis tanpa memperhatikan edukasi dan pembelajaran. Maka dari itu, jangan asal jual saja, namun Para seller hendaklah memperhatikan aspek citra kendaraan listrik dimana masyarakat.
Sumber kekecewaan ke-dua adalah pemahaman user tentang pemakaian motor listrik. Motor bensin buatan jepang selalu menjadi acuan dalam pemakaian. Dalam hal ini apa yang harus kita lakukan?, haruskan kita menciptakan molis selis seperti standarisasi motor jepang?. TIDAK, yang perlu kita lakukan adalah memberikan pemahaman kepada pemakai dan kepada calon pemakai tentang berkendaraan listrik yang baik dan benar. Melalui apa yang menyampaikan?. Tidak perlu muluk-muluk orang se-Indonesia yang disampaikan. Cukup kepada orang-orang yang sering mengobrol dengan kita tentang kendaraan listrik, kepada orang-orang calon pemakai yang secara kebetulan bertanya kepada kita, dan kepada temen-temen kita di komunitas-komunitas kendaraan listrik.
Lalu cara penyebaran ke masyarakat untuk mengajak berkendaraan listrik bagaimana?. Cukup dengan membuat para pemakai kendaraan listrik yang sudah pakai tidak kecewa. Itu  adalah titik permulaan yang sangat bagus. Dengan user-user puas berkendaraan listrik, maka biarlah para user pemakai menyebarkan ajakan secara alami. Tanpa ada paksaan namun bergerak atas kesadaran mandiri.

Mari kita lakukan yang terbaik pada posisi kita.

ü  Jika kita adalah pemakai: maka jangan sampai diri kita kecewa akan kendaraan listrik. Seandainya sudah terlanjur kecewa pelajarilah penyebab kekecewaanya, jangan malah menyebarkan kekecewaan ke masyarakat luas.
ü  Jika kita memiliki teman: Ada temen kita yang ingin menggunakan kendaraan listrik berilah edukasi pemahaman dalam berkendaraan listrik yang baik dan benar. Jika ada teman kita ingin membeli kendaraan listrik berilah saran-saran yang membangun supaya tidak salah pilih apalagi terjerumus ke seller penipuan yang mengatasnamakan kendaraan listrik. Berikanlah rekomendasi seller-seller yang paling tepat
ü  Jika kita adalah seller: maka sediakanlah komponen yang kita jual memiliki kualitas standarisasi yang bagus, memiliki keawetan, berikanlah layanan garansi, berikanlah layanan servis after market,  serta berikanlah harga yang tidak memberatkan masyarakat.
ü  Jika kita adalah mekanik servis: bantulah para pemakai untuk menjadikan sembuh para kendaraan listrik nya. Berilah edukasi kepada user untuk merawat kendaraan listrik supaya awet.
ü  Jika kita adalah pengamat:  ataupun hobi kendaraan listrik. Maka lanjutkanlah inovasi pengembangan. Share hasil inovasi kalian ke forum komunitas, ajarkanlah inovasi dan ilmu yang kalian dapatkan. Disini kita belajar bersama bukan untuk saling mencari hero pahlawan yang merasa paling unggul sendiri.
ü  Jika kita adalah pelajar: Maka jangan mengembangkan kendaraan listrik hanya karena tuntutan study saja, jangan mengembangkan hanya karena tututan event kompetisi saja. Namun lanjutkan perjuangan mengembangkan kendaraan listrik dari generasi ke generasi. Pastikan karya kita selalu bermanfaat. Berawal dari TA bisa menjadi bahan media pembelajaran untuk generasi penerus. Berawal dari kompetisi bisa menjadikan prestasi untuk generasi penerus. Jangan sampai generasi penerus mengulang kembali dari awal.
ü  Jika kita adalah masyarakat awam, tidak tau tentang seputar kendaraan listrik. Janganlah selalu menyalahkan pemerintah, pengguna, dealer/seller, atau semua aspek tentang kendaraan listrik. Jika pernah mengalami kecewa karena kendaraan listrik janganlah menyebarkan kekecewaan pada masyarakat luas. Berikanlah masukan-masukan yang membangun kepada seluruh pecinta kendaraan listrik.  

MARI KITA KEMBANGKAN BUDAYA KENDARAAN LISTRIK


UNTUK MASYARAKAT INDONESIA



Kopdar kendaraan listrik di Jogya. 

Komunitas kendaraan listrik pada acara kompetisi mobil listrik Indonesia di Bandung



KLIK DISINI UNTUK FACEBOOK GRUB:

GALERI KENDARAAN LISTRIK KOMUNITAS

motor klasik listrik
Motor listrik klasik dari Dhika Danielz 


daihatsu charade listrik
Daihatsu Charade listrik dari Wahyu Arief Budiman 


Scooser listrik
Scooser listrik dari Eddy Santoso 


Doppelganger listrik
Doppelganger listrik dari Premedi Nur Achdyat


becak listrik
Becak listrik dari Wiwien Vegas 


Scooter listrik
Scooter listrik dari Ipank Chapunk 


Shipyard utility vehicle listrik
Shipyard utility vehicle dari Alexander Tan 


sepeda gunung listrik
Sepeda listrik dari Eddy Santoso 


sepeda lipat listrik
Sepeda lipat listrik dari Ismail 


yamaha mio hybrid listrik bensin
Yamaha Mio Hybrid listrik & bensin dari Haryo Sulistyo 


sepeda motor listrik 1 KW
Motor listrik bertenaga 1 Kilowatt Pertama di Indonesia
dari Junardi Harsono
 


bemo listrik
Bemo Listrik dari Enrico Halim 


mobil balap listrik
Mobil listrik dari Brillian Prasetyo 


opel blazer listrik
Opel Blazer listrik dari Kukuh Saworo